RADAR TULUNGAGUNG - Lukisan Mona Lisa karya Leonardo da Vinci bukan hanya karya seni paling terkenal di dunia, melainkan juga pernah menjadi pusat skandal besar ketika dicuri dari Museum Louvre, Paris.
Peristiwa pencurian tersebut tidak hanya mengejutkan publik, tetapi juga mengubah cara dunia memandang Mona Lisa.
Ironisnya, pencurian lukisan itu justru membuat popularitas Mona Lisa melonjak hingga dikenal luas di seluruh dunia.
Mona Lisa adalah potret seorang wanita yang dilukis oleh Leonardo da Vinci pada awal abad ke-16, tepatnya sekitar tahun 1503–1506.
Karya ini terkenal dengan senyum misterius sang tokoh yang hingga kini masih menjadi bahan perdebatan para ahli.
Lukisan ini disimpan di Museum Louvre, Paris, dan setiap tahun dilihat oleh jutaan pengunjung.
Namun, pada tahun 1911, dunia seni digemparkan dengan kabar hilangnya Mona Lisa.
Selama berabad-abad, lukisan ini menjadi daya tarik utama di Museum Louvre, Paris, dan dianggap sebagai mahakarya seni Renaissance.
Kapan Mona Lisa Dicuri?
Pencurian Mona Lisa terjadi pada 21 Agustus 1911. Saat itu, museum Louvre ditutup pada hari Senin untuk perawatan, dan hanya staf tertentu yang diizinkan masuk.
Salah satu karyawan bernama Vincenzo Peruggia, seorang tukang kaca asal Italia yang pernah bekerja di Louvre, memanfaatkan kesempatan itu.
Ia berhasil menyelundupkan lukisan Mona Lisa keluar dari museum tanpa ada yang menyadarinya.
Lukisan itu baru ditemukan kembali setelah lebih dari dua tahun menghilang, tepatnya pada Desember 1913.
Bagaimana Proses Pencurian Dilakukan?
Peruggia mengenakan pakaian kerja khas staf Louvre. Ia masuk ke museum pada hari Senin pagi, saat tidak ada pengunjung.
Setelah itu, ia melepas Mona Lisa dari bingkainya, menyelipkan lukisan tersebut di balik bajunya, lalu berjalan keluar melalui pintu belakang museum.
Aksinya berlangsung sangat sederhana, tetapi berhasil mengecoh pihak keamanan museum.
Kapan Mona Lisa Ditemukan Kembali?
Mona Lisa baru ditemukan kembali setelah lebih dari dua tahun hilang. Pada Desember 1913, Peruggia mencoba menjual lukisan itu kepada seorang pemilik galeri seni di Florence, Italia.
Pemilik galeri yang curiga segera melaporkan hal tersebut kepada pihak berwenang.
Polisi Italia lalu menangkap Peruggia, dan Mona Lisa berhasil diselamatkan. Pada Januari 1914, lukisan itu akhirnya dikembalikan ke Museum Louvre, tempat ia berada hingga sekarang.
Alasan di balik pencurian ini cukup menarik untuk dibahas. Ada beberapa faktor yang mendorong Peruggia mencuri Mona Lisa:
- Motivasi Nasionalisme
Peruggia adalah seorang pria asal Italia yang merasa bahwa lukisan Mona Lisa seharusnya dikembalikan ke tanah kelahirannya. Ia menganggap bahwa Prancis tidak berhak menyimpan karya Leonardo da Vinci, meskipun sebenarnya lukisan itu dibawa langsung oleh da Vinci ke Prancis dan diberikan kepada Raja François I pada abad ke-16. - Keamanan Museum yang Lemah
Pada tahun 1911, sistem keamanan Museum Louvre masih sangat sederhana. Tidak ada kamera pengawas, sensor gerak, atau alarm modern. Celah keamanan inilah yang dimanfaatkan Peruggia untuk melancarkan aksinya. - Popularitas dan Nilai Seni
Mona Lisa memang sudah terkenal di kalangan pecinta seni, tetapi pencurian ini justru membuatnya menjadi sorotan dunia internasional. Media di berbagai negara menuliskan berita tentang hilangnya lukisan tersebut, sehingga Mona Lisa semakin dikenal luas sebagai karya seni paling ikonik di dunia.
Pencurian Mona Lisa pada tahun 1911 adalah salah satu peristiwa paling bersejarah dalam dunia seni.
Vincenzo Peruggia mencuri lukisan itu dengan alasan nasionalisme dan memanfaatkan lemahnya sistem keamanan Louvre pada masa itu.
Meskipun hilang selama lebih dari dua tahun, lukisan ini akhirnya ditemukan kembali dan dikembalikan ke Louvre pada tahun 1914.
Ironisnya, pencurian tersebut justru membuat Mona Lisa semakin terkenal hingga menjadi simbol seni dunia yang dikenal semua orang sampai hari ini.***
Editor : Vidya Sajar Fitri