Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Gus Dur dan Deretan Ramalan Ajaibnya, Nomor 11 Justru Mengarah pada Dirinya Sendiri

Mohammad Dzakwan Wahyu Nur Fauzan • Kamis, 4 September 2025 | 00:50 WIB

foto K.H. Abdurahman Wahid (Gus Dur)
foto K.H. Abdurahman Wahid (Gus Dur)

RADAR TULUNGAGUNG - Sosok Kiai Haji Abdurrahman Wahid, atau yang akrab disapa Gus Dur, selalu dikenang sebagai salah satu tokoh paling unik dan berpengaruh dalam sejarah Indonesia.

Presiden keempat Republik Indonesia ini tidak hanya dikenal karena sifatnya yang humoris, bersahaja, dan toleran, tetapi juga karena banyak perkataan Gus Dur yang menjadi kenyataan.

Dari berbagai sumber berita, fenomena ini telah menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat, seolah-olah Gus Dur memiliki kemampuan khusus untuk melihat masa depan alias ramalan.

Banyak perkataan Gus Dur yang menjadi kenyataan ini mencakup beragam topik, mulai dari prediksi politik tingkat tinggi, perjalanan karier tokoh-tokoh penting, hingga skor pertandingan sepak bola.

Keunikan inilah yang membuat Gus Dur tak hanya diingat sebagai Bapak Pluralisme, tetapi juga sebagai seorang visioner yang pandangannya seringkali melampaui zamannya.

Publik seringkali terperanjat melihat bagaimana ucapan-ucapan yang dulu dianggap lelucon atau pernyataan nyeleneh, kini terbukti benar seiring berjalannya waktu.

Baca Juga: Sri Mulyani Hadir di Rapat Kabinet, Menko Bidang Ekonomi Bantah Menteri Keuangan Mengundurkan Diri

Kumpulan perkataan Gus Dur yang menjadi kenyataan ini semakin memperkuat citra dia sebagai pemimpin yang karismatik dan penuh kearifan.

Berikut adalah beberapa contoh perkataan Gus Dur yang telah terbukti kebenarannya, diulas dari berbagai sumber terkemuka, yang menunjukkan betapa luar biasanya pandangan beliau.

1. Jokowi Jadi Presiden

Pada 8 Agustus 2006, ketika Joko Widodo (Jokowi) baru menjabat enam bulan sebagai Wali Kota Solo, Gus Dur sempat bertandang ke rumah dinas Wali Kota Solo, Loji Gandrung.

Dalam kesempatan tersebut, Gus Dur menyampaikan sebuah kalimat yang kemudian menjadi sejarah. Dia berkata, "Kalau jadi wali kota yang bagus, kelak bisa jadi presiden".

Saat itu, pernyataan tersebut mungkin hanya dianggap sebagai penyemangat atau lelucon belaka oleh Jokowi dan para hadirin.

Namun, delapan tahun kemudian, pada tahun 2014, Jokowi benar-benar terpilih sebagai Presiden Indonesia dan bahkan menjabat selama dua periode.

Banyak orang mengingat kisah ini sebagai bukti nyata kemampuan Gus Dur membaca masa depan.

2. Soeharto Lengser dari Kekuasaan

Setahun sebelum Presiden Soeharto lengser pada 1998, Gus Dur pernah berujar dalam bahasa Jawa, "Wis ra usah grebuk, kuwi Pak Harto sedhilut maneh ceblok," yang berarti, "Sudah, tak usah dibicarakan, sebentar lagi Pak Harto akan jatuh".

Pernyataan ini disampaikan Gus Dur saat berdiskusi dengan para pengurus NU di Yogyakarta pada tahun 1997, di tengah kekuasaan Soeharto yang kala itu dianggap tak tergoyahkan.

Awalnya, banyak yang tak percaya, termasuk KH Bukhori Masruri, mengingat kuatnya dukungan militer, politik, dan ekonomi Soeharto.

Namun, sejarah membuktikan bahwa ramalan Gus Dur benar, Soeharto akhirnya mengundurkan diri pada 21 Mei 1998 setelah 32 tahun memimpin.

3. DPR Seperti Taman Kanak-kanak

Gus Dur juga dikenal dengan kritiknya yang pedas namun seringkali tepat sasaran. Salah satu ucapannya yang terkenal adalah saat ia diminta pertanggungjawaban oleh DPR.

Di hadapan para perwakilan rakyat, Gus Dur berseru bahwa DPR seperti taman kanak-kanak. Ucapan ini, meskipun menyinggung banyak anggota DPR saat itu, kini banyak disetujui oleh masyarakat.

Banyak yang mengaitkan dengan kegiatan kunjungan kerja yang seperti anak TK jalan-jalan, atau proyek-proyek yang direbutkan seperti anak TK berebut mainan.

Baca Juga: Eko Patrio Muncul di Instagram Ungkapkan Permohonan Maaf, PAN Nonaktifkan Keanggotaannya di DPR RI

4. Ahok Jadi Gubernur

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, juga mengakui bahwa mendiang Gus Dur pernah meramalnya akan menjadi seorang gubernur.

Ahok menceritakan bahwa Gus Dur membayangkannya akan menjadi gubernur di Bangka Belitung, bukan di Jakarta.

Namun, takdir berkata lain. Ahok kemudian resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta pada 19 November 2014, setelah Jokowi terpilih menjadi presiden.

Bahkan, mantan Menpora Imam Nahrawi juga mengonfirmasi prediksi Gus Dur ini, menyebutkan bahwa cita-cita Gus Dur akhirnya kesampaian.

5. Gus Dur Sendiri Jadi Presiden

Yang tak kalah menarik adalah ramalan Gus Dur tentang dirinya sendiri. Pada Muktamar NU ke-29 tahun 1994 di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Gus Dur dan Presiden Soeharto sedang berada dalam hubungan yang kurang harmonis karena kritikan Gus Dur terhadap rezim.

Akibatnya, Gus Dur tidak diizinkan duduk di samping Soeharto dan ditempatkan di barisan belakang bersama Megawati Soekarnoputri.

Ketika para wartawan bertanya mengapa ia tidak boleh dekat-dekat presiden, Gus Dur menjawab santai,

"Daripada mikirin ingin dekat-dekat presiden, lebih baik jadi Presiden sekalian nanti". Lima tahun kemudian, pada tahun 1999, Gus Dur secara demokratis terpilih sebagai Presiden RI keempat.

6. Prabowo Subianto Akan Menjadi Presiden Saat Tua

Salah satu ramalan Gus Dur yang paling baru terbukti adalah mengenai Prabowo Subianto. Sepupu Gus Dur, Irfan Yusuf, atau Gus Irfan, mengungkapkan bahwa pada tahun 2009, Gus Dur pernah berkata kepadanya, "Pak Prabowo nanti jadi presiden, kalau sudah tua".

Ramalan ini menjadi sorotan publik setelah Prabowo Subianto dilantik sebagai Presiden RI pada Oktober 2024.

Meskipun ada perdebatan di kalangan warganet mengenai beberapa pernyataan Gus Dur, termasuk yang ini, kenyataannya tetap menunjukkan bahwa perkataannya seringkali terbukti benar.

Baca Juga: Ahmad Muzani Lengser, Presiden Prabowo Tetapkan Struktur Kepengurusan DPP Partai Gerindra 2025-2030

7. Ajudan Jadi Kapolri (Jenderal Sutarman)

Jenderal Polisi Sutarman, mantan Kapolri, juga memiliki kesaksian pribadi tentang ramalan Gus Dur.

Sutarman menuturkan bahwa ketika ia masih menjadi ajudan Gus Dur sekitar tahun 2000, Gus Dur pernah mengatakan kepadanya, "'Pak Tarman, nanti Pak Tarman akan jadi Kapolda Metro Jaya dan Kapolri'.

"Alhamdulilah apa yang dikatakan itu terwujud. Padahal saya tak pernah bermimpi jadi Kapolda, apalagi Kapolri," ujarnya saat Haul ke-4 Gus Dur pada 28 Desember 2013.

Sutarman bahkan berseloroh bahwa perkataan Gus Dur itu "mandi", artinya apa yang diucapkan seringkali terjadi.

8. KH Said Aqil Siroj Menjadi Ketua Umum PBNU Setelah Usia 55 Tahun

KH Said Aqil Siroj juga pernah diramalkan oleh Gus Dur akan menjadi Ketua Umum PBNU setelah usianya mencapai 55 tahun.

Kisah ini bermula ketika Gus Dur mampir ke rumah Kang Said dan meminta dibacakan kitab Ihya Ulumuddin.

Setelah terbangun dari tidurnya, Gus Dur tiba-tiba berujar, "Sampean (kamu) jadi Ketua Umum PBNU sesudah umur 55 tahun".

Ramalan ini terbukti benar ketika Kang Said terpilih menjadi ketua umum PBNU pada Muktamar NU ke-32 di Makassar pada Maret 2010, saat usianya 56 tahun.

9. Prediksi Skor Piala Dunia

Tidak hanya urusan politik, Gus Dur juga memiliki hobi dan kemampuan memprediksi skor pertandingan sepak bola.

Salah satu contoh yang terekam adalah prediksinya untuk pertandingan Piala Dunia 1998 antara Brasil melawan Skotlandia. Gus Dur dengan tepat memprediksi skor akhir 2-1 untuk kemenangan Brasil.

Prediksi ini menunjukkan sisi lain dari Gus Dur sebagai pribadi yang multitalenta dan memiliki intuisi tajam dalam berbagai bidang.

Baca Juga: Pratama Arhan Resmi Bercerai dengan Azizah Salsha, Warganet Ramai Soroti Isu Orang Ketiga dan Masa Depan Sang Bek Timnas

10. Kereta Super Cepat yang Lebih Cepat dari Pesawat Terbang

Di bidang teknologi, Gus Dur juga pernah melontarkan lelucon jenaka yang kini mulai menjadi kenyataan.

Dalam sebuah cerita, Gus Dur pernah bercanda dengan seorang dokter tentang masa depan transportasi, menyebutkan bahwa suatu hari nanti kereta bisa lebih cepat dari pesawat terbang.

Ketika sang dokter keheranan, Gus Dur dengan santai menjawab, "Itu karena kereta sekarang masih merangkak, coba kalau udah bisa berdiri dan lari. Pasti lebih cepat dari pesawat".

Ucapan ini kini menemukan relevansinya dengan perkembangan teknologi kereta super cepat seperti proyek hyperloop di China.

Kereta ini menggunakan teknologi magnetic levitation (maglev) dan melaju dalam tabung vakum rendah, sehingga dapat mencapai kecepatan hingga 1.000 kilometer per jam, mengalahkan kecepatan pesawat komersial biasa.

Gus Dur's humor ini bukan hanya lelucon, melainkan refleksi kecerdasannya dalam melihat masa depan.

11. Prediksi Kematiannya Sendiri

Beberapa hari sebelum Gus Dur menghembuskan napas terakhirnya pada 30 Desember 2009, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, ia sempat berbicara dengan Prof. Suhardi.

Dalam percakapan tersebut, Gus Dur menitipkan bangsa Indonesia dan meminta tolong untuk mengawal pansus di DPR.

Ini dianggap sebagai salah satu perkataan terakhirnya yang juga menjadi kenyataan dalam konteks kesiapan beliau menghadapi akhir hayatnya.

Deretan peristiwa ini membuktikan bahwa di balik sosoknya yang humoris dan bersahaja, Gus Dur adalah seorang pemikir ulung dengan pandangan futuristik yang seringkali menjadi kenyataan.

Dia tidak hanya seorang pemimpin, tetapi juga seorang filsuf, pelawak, sekaligus visioner dalam satu sosok yang tak tergantikan.

Kisah-kisah ini akan terus dikenang sebagai bagian tak terpisahkan dari warisan Gus Dur bagi bangsa Indonesia. ****

Editor : Dharaka R. Perdana
#abdurrahman wahid #ramalan #gus dur #kemampuan khusus