RADAR TULUNGAGUNG - Lewis Hamilton menyebut musim perdananya bersama Ferrari sebagai "musim terburuk sepanjang karier".
Komentar itu keluar setelah dia kembali gagal tampil kompetitif pada Grand Prix Las Vegas, akhir pekan lalu.
Juara dunia tujuh kali itu hanya finis di posisi ke-10, sebelum naik ke P8 usai duo McLaren didiskualifikasi.
Namun, tambahan poin itu tak cukup meredam kekecewaannya terhadap performa mobil SF-25. Mobil yang dinilainya tak pernah stabil sejak awal musim.
Baca Juga: Ganggu Pita Grid, Tim Red Bull F1 Kena Denda Rp 966 Juta dari FIA
"Saya merasa sangat buruk," keluh Hamilton kepada Sky Sports F1.
"Ini adalah musim terburuk yang pernah saya alami. Saya sudah mencoba segala cara, baik di dalam maupun di luar mobil, dan sekeras apapun saya berusaha, keadaan justru semakin buruk," timpalnya.
Jeblok sejak Kualifikasi
Akhir pekan Hamilton memang berjalan buruk sejak Sabtu. Dia start dari posisi paling belakang, rekor terburuk Ferrari dalam sesi kualifikasi sejak 2009.
Baca Juga: Mengikat Janji Suci, Selebgram Dara Arafah Resmi Dilamar Pengusaha Muda Tajir Rehan Mubarak
Start impresif yang membawanya naik ke P12 dalam tiga lap awal juga tidak berarti apa-apa.
Sebab, keputusan masuk pit lebih awal untuk mengganti ban hard ke medium justru menjatuhkannya.
Analis Sky Sports F1, Bernie Collins yakin, keputusan Ferrari berpindah ke ban medium menjadi penyebab rasa frsutasi Hamilton.
"Stint pertama pada ban hard sangat bagus. Namun setelah beralih ke medium, performa langsung jatuh. Itu sebabnya dia begitu terpuruk," katanya.
Team principal Ferrari, Frederic Vasseur, meminta seluruh pihak tidak bereaksi berlebihan atas komentar emosional Hamilton.
"Kami perlu tenang dulu. Keluar dari mobil dan langsung memberi komentar pertama biasanya sangat emosional. Mari kita bicarakan semuanya setelah debrief (pertemuan tim)". ujarnya. ***
Editor : Dharaka R. PerdanaSumber : DIOLAH