RADAR TULUNGAGUNG - Federico Barba Persib Bandung menjadi topik hangat di kalangan publik sepak bola nasional, khususnya Bobotoh.
Kedatangan bek asal Italia ini sempat tertutup oleh euforia perekrutan Thom Haye yang lebih dulu mencuri perhatian.
Padahal, jika dilihat dari kualitas dan rekam jejak karier, Federico Barba tak kalah mentereng dan bahkan disebut memiliki pengalaman sedikit di atas Thom Haye.
Federico Barba Persib Bandung resmi diperkenalkan bersamaan dengan Thom Haye melalui siaran TVRI.
Bek berusia 32 tahun ini datang dengan CV panjang yang sarat pengalaman di kompetisi elite Eropa, termasuk Serie A Italia.
Hal tersebut membuat Barba langsung dilabeli sebagai pemain Grade S Plus untuk kompetisi Super League Indonesia.
Nama Federico Barba Persib Bandung dinilai menjadi bukti keseriusan manajemen Maung Bandung dalam membangun skuad bertabur pengalaman.
Apalagi, Barba pernah berhadapan langsung dengan striker-striker kelas dunia, sebuah pengalaman langka yang jarang dimiliki pemain asing di Liga Indonesia.
Profil Federico Barba, Bek Kiri Fleksibel Asal Italia
Federico Barba lahir di Italia dan akan genap berusia 32 tahun pada 1 September mendatang.
Ia memiliki tinggi badan 187 sentimeter dengan kaki dominan kiri.
Posisi utamanya adalah bek tengah kiri, namun Barba juga cukup sering dimainkan sebagai bek sayap kiri sepanjang kariernya.
Fleksibilitas posisi tersebut menjadi nilai tambah besar bagi Persib Bandung.
Barba dapat ditempatkan sebagai left center back dalam skema tiga bek, maupun sebagai bek kiri dalam formasi empat bek, tergantung kebutuhan taktik pelatih Boy Hodak.
Karier sepak bola Barba ditempa di akademi AS Roma di bawah arahan Alberto De Rossi, ayah dari legenda Italia Daniele De Rossi.
Puncak awal kariernya terjadi saat memperkuat Empoli pada musim 2013–2014, di mana ia menjadi bagian penting tim yang promosi ke Serie A.
Pengalaman Panjang di Serie A dan Kompetisi Eropa
Nama Federico Barba mulai bersinar ketika Empoli berlaga di Serie A.
Ia mendapatkan menit bermain reguler dan menjadi andalan di lini pertahanan.
Setelah itu, Barba sempat berpetualang ke beberapa liga Eropa lainnya, termasuk Bundesliga bersama VfB Stuttgart serta La Liga Spanyol bersama Sporting Gijon dan Real Valladolid.
Meski kiprahnya di Bundesliga dan La Liga tak berlangsung lama, Barba tetap mencatatkan pengalaman berharga.
Ia lebih banyak menghabiskan kariernya di Italia, membela klub-klub seperti Chievo Verona, Benevento, Pisa, hingga Como.
Terakhir, Barba sempat bermain di Liga Swiss bersama FC Sion sebelum akhirnya mendarat di Bandung.
Sepanjang kariernya, Barba pernah berhadapan dengan striker kelas dunia seperti Romelu Lukaku, Federico Chiesa, Paulo Dybala, Alvaro Morata, Zlatan Ibrahimovic, Luis Suarez, Lionel Messi, hingga Cristiano Ronaldo.
Gaya Bermain dan Kelebihan Federico Barba
Sebagai bek, Federico Barba dikenal kuat secara defensif.
Ia bukan tipe pemain yang mengandalkan fisik semata, melainkan mengutamakan kecerdasan membaca permainan.
Skill intersep dan kemampuan reading the game menjadi keunggulan utamanya.
Dalam duel satu lawan satu, Barba dikenal sulit dilewati.
Duel udara memang bukan kekuatan utama, namun masih berada di level cukup solid.
Ketika dimainkan sebagai bek kiri, Barba bukan tipe agresif yang rajin overlap, melainkan lebih fokus menjaga keseimbangan pertahanan.
Kemampuan membaca arah serangan lawan ini dinilai menjadi solusi atas masalah lini belakang Persib Bandung musim lalu, yang kerap kecolongan akibat kurangnya koordinasi dan kegagalan offside trap.
Peran Krusial dalam Fleksibilitas Taktik Persib
Kehadiran Federico Barba Persib Bandung memberikan fleksibilitas besar bagi Boy Hodak.
Barba terbiasa bermain dalam skema tiga bek maupun empat bek, bahkan perubahan formasi bisa dilakukan secara situasional saat pertandingan berlangsung.
Dalam kondisi menyerang, Persib bisa bertransformasi menjadi tiga bek agar lebih ofensif.
Saat bertahan, formasi dapat kembali menjadi empat bek demi menjaga stabilitas. Fleksibilitas inilah yang menjadi alasan utama Persib merekrut Barba.
Dengan kombinasi pengalaman, kecerdasan bermain, dan fleksibilitas posisi, Federico Barba diharapkan mampu membawa lini pertahanan Persib Bandung menjadi lebih solid dan matang dalam menghadapi ketatnya persaingan Super League musim ini.
Editor : Ingge Nayla Ayu Karina