RADAR TULUNGAGUNG – Isu STY ke Persija Jakarta mendadak menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola nasional. Kehadiran mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, saat menyaksikan laga Persija kontra Dewa United memicu spekulasi besar. Banyak pihak menilai kehadiran pelatih asal Korea Selatan tersebut sebagai sinyal awal kemungkinan dirinya menangani Macan Kemayoran pada musim depan.
Sorotan publik semakin tajam karena Persija memang digadang-gadang tengah menyiapkan fondasi kuat menyambut musim kompetisi 2026/2027. Meski masih bersaing di papan atas klasemen Liga 1 musim ini, manajemen klub ibu kota disebut mulai mengevaluasi performa tim secara menyeluruh, termasuk posisi pelatih.
Pengamat sepak bola nasional, Bung Ropan, menilai bahwa spekulasi tersebut sah-sah saja. Namun ia menegaskan bahwa kehadiran STY di stadion tidak bisa langsung diartikan sebagai sinyal pasti pergantian pelatih Persija Jakarta.
“Semua kemungkinan memang tidak tertutup. Tapi datang menonton pertandingan tidak serta-merta berarti ada kesepakatan kerja sama,” ujar Bung Ropan.
Pelatih Juara Liga Indonesia Identik dengan Gaya Pragmatis
Sejak era Liga 1 bergulir pada 2017, klub-klub juara memang identik dengan pelatih bergaya pragmatis. Simon McMenemy pernah membawa Bhayangkara FC juara lewat pendekatan disiplin. Lalu ada Stefano Cugurra yang sukses besar bersama Persija Jakarta dan Bali United.
Nama lain seperti Bernardo Tavares yang mengantar PSM Makassar juara serta Bojan Hodak yang piawai dengan strategi serangan balik bersama Persib Bandung semakin menguatkan tren tersebut.
Karena itu, muncul pertanyaan besar: apakah STY yang dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan disiplin dan taktik kuat cocok menangani Persija musim depan?
Peluang Terbuka, Tapi Tergantung Evaluasi Manajemen
Bung Ropan menilai peluang STY melatih Persija tetap terbuka lebar jika memang dibutuhkan. Terlebih, nama besar pelatih yang pernah membawa Korea Selatan tampil impresif di ajang internasional itu dinilai memiliki daya tarik besar bagi suporter.
Namun keputusan tetap berada di tangan manajemen Persija. Evaluasi terhadap kinerja pelatih saat ini menjadi faktor utama sebelum mengambil langkah besar.
“Kalau Persija finis di posisi dua atau tiga, belum tentu pelatih diganti. Semua tergantung evaluasi manajemen,” jelasnya.
Musim ini sendiri disebut sebagai fase fondasi bagi Persija setelah dua musim sebelumnya terseok di papan tengah. Keberhasilan menembus papan atas dinilai sebagai progres signifikan yang patut diapresiasi.
Baca Juga: 7 Rekomendasi HP Oppo 2 Jutaan Terbaik 2025, Performa Ngebut, Kamera 50 MP hingga Baterai 6000 mAh!
Faktor Gaji Jadi Tantangan Terbesar
Meski peluang terbuka, kendala terbesar mendatangkan STY adalah persoalan finansial. Saat masih menangani Timnas Indonesia, STY dikabarkan menerima bayaran fantastis yang jauh di atas rata-rata pelatih Liga Indonesia.
Nominal gaji pelatih di kompetisi domestik disebut belum tentu mampu menyamai pendapatan STY sebelumnya. Pengamat memperkirakan angka bayaran pelatih asing di Liga Indonesia berkisar di bawah Rp1 miliar per bulan.
“Kalau harus turun jauh dari nilai kontraknya sebelumnya, tentu jadi pertimbangan besar,” tambah Bung Ropan.
Meski demikian, Persija dinilai memiliki kekuatan finansial mumpuni berkat dukungan sponsor besar. Skema renegosiasi kontrak serta peluang kerja sama komersial disebut bisa menjadi solusi untuk menjembatani perbedaan nilai tersebut.
Potensi Reuni dengan Pemain Kesayangan
Jika STY benar-benar merapat ke Persija, peluang reuni dengan sejumlah pemain eks anak asuhnya di Timnas Indonesia juga terbuka. Saat ini, Persija sudah memiliki bek andalan Timnas, Rizky Ridho, yang dikenal dekat dengan sang pelatih.
Selain itu, beberapa nama lain seperti Pratama Arhan dan Asnawi Mangkualam kerap dikaitkan dengan rumor transfer klub-klub besar Indonesia.
Kombinasi pemain lokal berkualitas dan sentuhan pelatih berpengalaman level Asia dinilai bisa menjadi fondasi kuat bagi Persija untuk kembali berburu gelar juara.
Baca Juga: Rekomendasi HP Oppo 2 Jutaan Terbaik 2025, Baterai Jumbo 6000 mAh dan Kamera 50 MP Jadi Andalan!
STY Punya Reputasi Level Asia
Tak bisa dimungkiri, rekam jejak STY menjadi nilai jual utama. Ia pernah membawa klub raksasa Korea Selatan, Seongnam FC, menjuarai kompetisi elite AFC Champions League.
Prestasi tersebut menunjukkan kapasitasnya sebagai pelatih berpengalaman di level tertinggi Asia. Faktor ini pula yang membuat banyak pihak menilai STY sebagai sosok ideal jika Persija ingin meningkatkan prestasi di kancah domestik maupun Asia.
Meski rumor semakin liar, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari manajemen Persija terkait masa depan kursi pelatih. Namun satu hal yang pasti, dinamika bursa pelatih akan menjadi perhatian besar hingga akhir musim nanti.
Baca Juga: 10 HP Oppo 2 Jutaan Terbaik 2026, Kamera 50 MP hingga Baterai 6000 mAh, Pilihan Paling Worth It!
Editor : Fadhilah Salsa Bella