Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Perbasi Tulungagung Soroti Minimnya Kompetisi Basket Junior, Potensi Atlet Dinilai Menjanjikan Jelang Popda 2026 di Ngawi

Sandy Sri Yuwana • Selasa, 21 April 2026 | 11:45 WIB
Gelaran kompetisi bola basket antarpelajar di Tulungagung beberapa waktu lalu.(PERBASI TULUNGAGUNG UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)
Gelaran kompetisi bola basket antarpelajar di Tulungagung beberapa waktu lalu.(PERBASI TULUNGAGUNG UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)

 

RADAR TULUNGAGUNGPotensi atlet basket junior di Tulungagung dinilai cukup menjanjikan untuk dibina dan dikembangkan.

Namun, minimnya kompetisi dalam beberapa tahun terakhir membuat perkembangan usia atlet cenderung stagnan.

Hal ini menjadi perhatian serius pengurus Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) Tulungagung.

Ketua Perbasi Tulungagung, Achmad Mugiyono, menegaskan bahwa terakhir kali kompetisi basket digelar pada 2023.

Setelah itu, aktivitas pertandingan antarpelajar maupun klub mengalami penurunan sehingga berdampak pada proses pembinaan atlet usia dini.

“Padahal potensi atlet junior kita cukup tinggi. Tapi kalau tidak ada kompetisi, jam terbang mereka kurang. Ini yang membuat perkembangan usia popda cenderung stagnan,” ujarnya.

Baca Juga: Run The City by Grand Filano Jadi Cara Baru Anak Muda untuk Menikmati Olahraga Sambil Hangout Bareng

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan menjelang penjaringan atlet untuk ajang Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) 2026 di Ngawi mendatang.

Perbasi kini tengah mempersiapkan proses seleksi guna menjaring pemain terbaik yang akan mewakili Tulungagung.

Untuk itu, dia mendorong kembali digelarnya kompetisi basket secara rutin, baik di tingkat sekolah maupun antarklub.

Kompetisi dinilai menjadi kunci utama dalam menemukan bibit-bibit baru sekaligus mengasah kemampuan atlet yang sudah ada.

“Ke depan harus ada event rutin. Dari situ, kita bisa melihat potensi atlet baru sekaligus melakukan pengembangan secara berkelanjutan,” imbuhnya.

Baca Juga: Atlet TNI Berprestasi di SEA Games Diganjar Penghargaan, Panglima Siapkan Batalion Olahraga

Lebih lanjut, Achmad menyebut bahwa target realistis yang dibidik pada Popda 2026 adalah menembus babak semifinal.

Target tersebut disesuaikan dengan kondisi pembinaan saat ini, namun tetap optimistis bisa dicapai jika program pembinaan berjalan maksimal.

Meskipun, pada popda edisi sebelumnya bisa meraih medali perak.

“Target kami minimal semifinal. Tapi itu bisa tercapai kalau proses penjaringan dan pembinaan dilakukan dengan baik mulai sekarang,” tegasnya.

Dengan dorongan kompetisi yang lebih intens serta pembinaan berkelanjutan, Perbasi Tulungagung berharap potensi besar atlet basket muda daerah dapat berkembang optimal dan mampu bersaing di tingkat regional pada ajang popda mendatang. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#perbasi tulungagung #popda 2026 #basket #ngawi