JAKARTA – Teka-teki masa depan bintang voli Timnas Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi, di Liga Voli Korea (V-League) musim depan akhirnya menemui titik terang yang mengejutkan. Sempat diprediksi akan kembali memperkuat Daejeon Red Sparks (RS) menyusul pertemuan hangatnya dengan sang kapten, Yeum Hye-seon (Yamison), di Indonesia, kenyataan justru berkata lain. Klub asal Daejeon tersebut secara resmi menjatuhkan pilihan pada pemain asal Tiongkok, Zhang Yu (Zonghui), untuk mengisi slot pemain asing Asia.
Langkah berani yang diambil oleh pelatih Red Sparks, Ko Hee-jin (Goejin), ini sontak memicu perdebatan di kalangan pecinta voli tanah air. Mengingat performa luar biasa yang ditunjukkan Megawati Hangestri musim lalu, banyak yang menyayangkan kegagalan "Megatron" untuk melakukan comeback ke tim yang telah membesarkan namanya di Korea Selatan tersebut. Namun, Ko Hee-jin akhirnya buka suara mengenai alasan strategis di balik perekrutan pemain baru ini.
Strategi Realistis Ko Hee-jin dan Trauma Masa Lalu
Dalam keterangannya, pelatih berusia 45 tahun tersebut mengungkapkan bahwa keputusan memilih Zhang Yu adalah langkah realistis demi memperkuat kedalaman skuad. Zhang Yu, pemain bertubuh jangkung dengan posisi outside hitter berusia 29 tahun, dianggap memiliki kemampuan ofensif dan defensif yang sangat seimbang. Ko Hee-jin bahkan memantau langsung permainan Zhang Yu di klub Shanghai Bright Ubest sejak Januari lalu sebelum memutuskan untuk membawanya ke Korea.
"Setelah menyaksikan dia bermain di Shanghai, saya memastikan bahwa ia adalah pemain penting bagi tim kami. Ia memiliki kemampuan menyerang dan bertahan yang lengkap," ujar Ko Hee-jin sebagaimana dikutip dari Naver Sports. Selain faktor teknis, alasan kesehatan ditengarai menjadi batu sandungan utama bagi Megawati Hangestri. Ko Hee-jin tampaknya belajar banyak dari kasus pemain Thailand, Wipawee, yang direkrut dalam kondisi cedera dan berakhir tidak bisa memberikan kontribusi maksimal.
Kondisi Megawati Hangestri yang saat ini dikabarkan masih memiliki masalah kecil pada cedera lututnya membuat manajemen Red Sparks enggan mengambil risiko. Dengan kontrak Ko Hee-jin yang akan berakhir pada 2027, ia dituntut untuk memberikan hasil instan dan terbaik bagi klub tanpa hambatan kondisi fisik pemain kunci.
Kesaksian Rekan Setim Tentang Mentalitas Megatron
Meski gagal bereuni, pengaruh Megawati Hangestri di ruang ganti Red Sparks tetap meninggalkan kesan mendalam. Pemain muda Jun Da-bin mengungkapkan rasa kagumnya terhadap kegigihan Megawati yang tetap profesional meski kondisi fisiknya sedang tidak bugar. "Saya banyak belajar dari melihat kakak-kakak perempuan saya (Megawati) yang tetap menjalankan tugas hingga akhir meskipun tidak merasa sehat. Itu luar biasa untuk mental saya," kenang Da-bin.
Senada dengan Da-bin, sang kapten Yeum Hye-seon juga memuji mentalitas kuat yang dimiliki Megawati. Bagi pemain yang akrab disapa Yamison ini, Megawati adalah sosok yang tulus, positif, dan penyerang yang sangat bisa diandalkan di lapangan. "Kami sering bercanda soal keinginannya kembali. Dia punya mentalitas yang sangat baik, sehingga saya bisa mengangkat bola dengan jauh lebih percaya diri saat dia berada di posisi serang," tuturnya.
Meski Megawati Hangestri tidak kembali ke Red Sparks, sportivitas tetap menjadi hal yang utama. Keputusan klub dalam dunia olahraga profesional untuk mengganti pemain adalah hal yang wajar dan didasari oleh kebutuhan taktis tim. Sebagai pendukung, kini saatnya menantikan kiprah baru Zhang Yu dan mendoakan kesembuhan total bagi Megawati agar bisa terus bersinar di panggung voli internasional, baik di V-League dengan klub lain maupun di kompetisi Proliga yang tengah berlangsung.
Editor : Natasha Eka Safrina