Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Megawati Hangestri Jadi Pusat Perhatian Draft KOVO 2026, Hyundai Hillstate Bingung Pilih Tandem Terbaik antara Yeny Kindelan dan Audriana Fitz Morris

Divka Vance Yandriana • Minggu, 10 Mei 2026 | 11:32 WIB
Megawati Hangestri jadi pusat draft KOVO 2026, Hyundai Hillstate bingung pilih tandem terbaik antara Yeny dan Fitz Morris.
Megawati Hangestri jadi pusat draft KOVO 2026, Hyundai Hillstate bingung pilih tandem terbaik antara Yeny dan Fitz Morris.

JAKARTA - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi pusat perhatian dalam bursa transfer Liga Voli Korea Selatan musim 2026-2027. Kali ini, sorotan tidak hanya tertuju pada peluang bergabungnya Megawati ke Suwon Hyundai Hillstate, tetapi juga siapa pemain asing yang akan dipilih sebagai tandem terbaik sang Megatron.

Atmosfer draft pemain asing KOVO di Praha, Republik Ceko, disebut semakin panas setelah pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sang Hyung, terlihat serius memantau sejumlah kandidat utama. Kehadiran Megawati sebagai calon pilar utama tim membuat proses seleksi pemain asing Hyundai menjadi sorotan besar publik voli Asia.

Nama Megawati bahkan disebut sebagai “pusat gravitasi” bursa transfer musim ini. Banyak pemain asing top dunia dikabarkan tertarik bermain bersama opposite hitter andalan Indonesia tersebut demi memperkuat peluang bersaing memperebutkan gelar juara Liga Korea musim depan.

Baca Juga: Semarak Rangkaian HUT Ke-52 PPNI Tulungagung, Ribuan Peserta Padati GOR Lembu Peteng Ikuti Senam Sehat dan CKG

Hyundai Hillstate Cari Tandem Ideal untuk Megawati

Seleksi draft pemain asing KOVO 2026-2027 memasuki fase krusial. Lebih dari 70 pemain mendaftar, namun hanya sekitar 25 nama yang lolos ke tahap tryout lanjutan di Praha. Dalam proses tersebut, Hyundai Hillstate menjadi salah satu tim paling aktif melakukan pemantauan.

Pelatih Kang Sang Hyung disebut tidak ingin sembarangan memilih partner untuk Megawati. Ia dikabarkan fokus menilai berbagai aspek mulai dari power serangan, efektivitas blok, kualitas defense, hingga mental bertanding para kandidat.

Situasi ini membuat publik Korea Selatan penasaran. Pasalnya, hingga hari kedua tryout berlangsung, Hyundai belum menunjukkan tanda pasti akan memilih satu nama tertentu.

Baca Juga: Motor Listrik Indonesia Makin Canggih, Ini 5 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Gahar dan Harga Mulai Rp35 Jutaan

“Hyundai tidak hanya ingin membangun tim kuat, tetapi membentuk skuad yang benar-benar bisa mendominasi liga musim depan,” ujar salah satu pengamat voli Korea dalam diskusi draft KOVO.

Yeny Kindelan Muncul sebagai Kejutan Besar

Salah satu nama yang mendadak mencuri perhatian adalah Yeny Kindelan. Opposite hitter asal Kuba itu tampil impresif sepanjang sesi tryout hari kedua.

Yeny disebut memiliki gaya bermain eksplosif dengan spike keras yang sulit dibendung. Beberapa aksinya bahkan membuat pelatih dan pemandu bakat mulai melirik serius potensinya sebagai tandem Megawati.

Kepercayaan diri Yeny juga menjadi perhatian tersendiri. Dalam sesi wawancara singkat, ia mengaku optimistis mampu lolos ke Liga Korea Selatan musim depan.

Baca Juga: Jaecoo J5 EV di Bawah Rp300 Juta Bikin Heboh Pasar Mobil Listrik, Disebut Game Changer SUV Listrik Murah dengan Fitur Mewah

Jika dipasangkan dengan Megawati, duet keduanya diyakini bisa menjadi kombinasi mematikan. Mega dikenal memiliki kemampuan menyerang dalam situasi krusial, sementara Yeny menawarkan power smash brutal yang mampu menghancurkan blok lawan.

“Hyundai bisa memiliki dua mesin poin sekaligus jika duet ini benar-benar terwujud,” tulis media voli Korea yang memantau jalannya tryout di Praha.

Audriana Fitz Morris Tetap Jadi Kandidat Favorit

Meski Yeny mulai mencuri perhatian, Hyundai Hillstate masih terus memantau Audriana Fitz Morris. Pemain asal Amerika Serikat itu sebelumnya sudah lama dikaitkan dengan Hyundai.

Fitz Morris dinilai memiliki paket komplet sebagai pemain modern. Selain memiliki postur tinggi hampir 198 cm, ia juga dikenal kuat dalam blocking dan fleksibel bermain di beberapa posisi.

Pada sesi tryout hari kedua, Fitz Morris tampil stabil dan efektif. Ia beberapa kali mencetak poin lewat quick attack serta menunjukkan kemampuan defense yang solid.

Banyak pengamat menilai Fitz Morris lebih cocok untuk sistem permainan disiplin Hyundai Hillstate. Selain agresif dalam menyerang, ia dianggap mampu menjaga keseimbangan permainan tim sepanjang musim.

Keunggulan lain Fitz Morris adalah kemampuannya bermain konsisten di bawah tekanan. Faktor ini menjadi penting mengingat Hyundai ingin kembali bersaing memperebutkan gelar juara setelah gagal musim lalu.

Bukilic Masih Masuk Perhitungan Hyundai

Selain Yeny Kindelan dan Fitz Morris, nama Vanja Bukilic juga masih masuk radar Hyundai. Bukilic sebelumnya cukup dikenal publik Korea setelah tampil di kompetisi KOVO.

Pengalamannya bermain di Liga Korea dianggap bisa membantu Megawati lebih cepat membangun chemistry di lapangan. Namun sejumlah fans masih meragukan konsistensi permainan Bukilic yang dinilai kerap naik turun.

Karena itu, persaingan perebutan posisi tandem Megawati disebut menjadi salah satu duel paling sengit dalam draft KOVO musim ini.

Kini semua mata tertuju pada keputusan akhir Hyundai Hillstate. Apakah Kang Sang Hyung akan memilih Yeny Kindelan yang eksplosif, Audriana Fitz Morris yang stabil, atau tetap mempertimbangkan pengalaman Vanja Bukilic.

Satu hal yang pasti, siapapun yang dipilih nantinya akan langsung mendapat sorotan besar karena akan menjadi partner Megawati Hangestri Pertiwi dalam musim paling panas Liga Voli Korea Selatan 2026-2027.

Editor : Divka Vance Yandriana
#Hyundai Hill State #KOVO 2026 #Megawati Hangesti Pertiwi