JAKARTA – Kabar terbaru datang dari sahabat karib Megawati Hangestri Pertiwi, Gia Milana, yang baru saja menyelesaikan petualangan panjangnya di kompetisi bola voli kasta tertinggi Jepang. Pemain asal Amerika Serikat yang memiliki nama lengkap Giovanna Elisa Milana ini menyampaikan pesan emosional yang menyentuh hati para penggemar setianya setelah menuntaskan musim bersama NEC Red Rockets. Unggahan tersebut memicu spekulasi luas di kalangan pecinta voli mengenai masa depan kariernya.
Gia Milana mengungkapkan rasa harunya melalui akun Instagram pribadi pada Sabtu, 2 Mei 2026. Mantan rekan duet "Megatron" saat membela Daejeon Red Sparks ini mengaku sangat bangga bisa mengenakan jersey NEC Red Rockets, tim yang memiliki sejarah dan budaya juara yang sangat kuat di Negeri Sakura. Pesan ini seolah menjadi sinyal perpisahan manis sebelum Gia melangkah ke tantangan baru yang mungkin akan membawanya kembali ke tanah Asia.
Bagi para penggemar voli di tanah air, nama Gia Milana tentu sudah tidak asing lagi. Chemistry luar biasa yang ia bangun bersama Megawati Hangestri di Liga Korea musim sebelumnya membuat banyak pihak berharap keduanya bisa kembali dipertemukan dalam satu kompetisi. Dengan selesainya kontrak Gia di Jepang, peluang untuk melihat duet maut ini kembali beraksi di V-League atau kompetisi Asia lainnya kini terbuka lebar.
Statistik Impresif Gia Milana di NEC Red Rockets
Meski gagal membawa NEC Red Rockets melangkah ke partai final SV.League musim 2025-2026, performa individu Gia Milana tetap tergolong luar biasa. Berdasarkan data resmi liga, Gia mencatatkan total 665 poin sepanjang musim. Rinciannya sangat tajam: 624 poin dari serangan, 31 poin dari blok, dan 10 poin dari service ace.
Gia tampil konsisten dalam 48 pertandingan dengan total 143 set yang dimainkan. Rata-rata 4,65 poin per set yang ia hasilkan menunjukkan bahwa Gia tetap merupakan salah satu penyerang sayap (outside hitter) paling produktif di Asia. Ketangguhan fisik dan mentalnya teruji dalam kompetisi yang dikenal memiliki intensitas pertahanan paling rapat di dunia.
Musim Terpanjang dan Paling Menantang
Dalam curhatannya, Gia Milana mengakui bahwa musim ini adalah perjalanan terpanjang yang pernah ia rasakan sepanjang karier profesionalnya. Bermain dalam lebih dari 50 pertandingan di liga yang sangat kompetitif bukanlah perkara mudah bagi fisik seorang atlet. Namun, Gia merasa beruntung dikelilingi oleh rekan tim dan staf yang positif.
"Hari-hari terburuk saya terlupakan dalam beberapa menit setelah memasuki gimnasium. Saya selalu disambut dengan senyuman dan pelukan spontan," tulis Gia. Pengalaman bermain di Jepang ini diyakini semakin memperkaya kualitas permainannya, terutama dalam hal pertahanan dan penerimaan bola (receive), yang akan menjadi modal berharga jika ia memutuskan kembali ke Liga Korea untuk menemani Megawati.
Menanti Reuni dengan Megawati Hangestri
Kini, dengan statusnya yang telah merampungkan musim di Jepang, masa depan Gia Milana menjadi perbincangan hangat di media sosial. Banyak fans Red Sparks yang masih merindukan kombinasi serangan Gia dan Megawati. Jika melihat kebutuhan klub-klub besar di Asia, Gia Milana merupakan aset yang sangat berharga.
Apalagi, hubungan persahabatan antara Gia dan Megawati tetap terjalin erat meski mereka bermain di negara yang berbeda. "Terima kasih untuk fans yang telah mengembalikan kegembiraan saya dalam bermain voli," pungkas Gia. Pernyataan ini memberikan harapan bagi publik bahwa Gia masih memiliki motivasi besar untuk terus bersinar di lapangan, dan bukan tidak mungkin pelabuhan berikutnya adalah tim yang akan mempertemukannya kembali dengan sang "Megatron" dari Indonesia.
Editor : Natasha Eka Safrina