JAKARTA - Megawati Hangestri Pertiwi akhirnya resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Suwon Hyundai E&C Hillstate untuk musim 2026-2027. Kepastian transfer Megawati Hangestri ke Hyundai Hill State langsung mengguncang publik voli Korea Selatan dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Dalam seremoni megah yang digelar di Suwon Gymnasium, Hyundai Hill State memperkenalkan Mega sebagai rekrutan anyar untuk memperkuat posisi opposite hitter. Kedatangan pemain asal Jember tersebut disebut menjadi bagian penting dari proyek besar pelatih Kang Sung Hiyung dalam mempertahankan dominasi tim di Liga Voli Korea Selatan.
Transfer Megawati Hangestri ke Hyundai Hill State juga menjawab spekulasi panjang mengenai masa depan sang Megatron setelah kontraknya bersama Daejeon JungKwanJang Red Sparks berakhir. Nama Mega sebelumnya terus dikaitkan dengan sejumlah klub besar, namun Hyundai akhirnya menjadi pelabuhan baru bintang voli Indonesia itu.
Pelatih Kang Sung Hiyung bahkan disebut menyerahkan langsung kontrak resmi kepada Megawati dalam acara perkenalan tersebut. Hyundai menilai Mega adalah kepingan puzzle yang selama ini dibutuhkan untuk memperkuat lini serang mereka menghadapi musim baru.
Reaksi Haru Yeum Hye Seon Viral di Media Sosial
Di balik kemeriahan transfer ini, perhatian publik juga tertuju pada reaksi Yeum Hye-seon, setter veteran yang selama dua musim menjadi partner sekaligus sahabat dekat Megawati di Red Sparks.
Melalui unggahan media sosial yang viral di Korea Selatan, Yeum mengungkapkan rasa haru sekaligus sedih melihat Mega kini berseragam rival.
Baca Juga: Review Uwinfly T78B: Sepeda Listrik Rasa Motor Matic, Sudah Fast Charging dan Bisa Dicas di Luar
“Melihatmu mengenakan seragam hijau biru terasa sangat aneh bagiku. Hatiku sedikit patah karena sekarang kita menjadi rival. Tapi aku bangga melihatmu bergabung dengan tim sebesar Hyundai. Terbanglah tinggi adikku, tapi jangan lakukan spike terlalu keras padaku,” tulis Yeum.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar penggemar voli Korea dan Indonesia. Banyak fans mengaku tersentuh dengan hubungan persahabatan keduanya yang tetap hangat meski kini berada di klub berbeda.
Megawati sendiri tampak emosional saat menanggapi pesan tersebut di hadapan media. Pemain berusia 27 tahun itu menyebut Yeum Hye Seon sebagai sosok penting dalam perjalanan kariernya di Korea Selatan.
“Yeum oni adalah guru dan kakak bagi saya. Meski sekarang kami berbeda seragam, dia tetap orang pertama yang saya cari untuk meminta nasihat,” ujar Mega.
Red Sparks Dinilai Kehilangan Sosok Penting
Kepindahan Megawati Hangestri juga memunculkan perdebatan di kalangan pengamat voli Korea. Banyak pihak menilai keputusan Red Sparks melepas Mega sebagai langkah berisiko besar.
Selama dua musim terakhir, Megawati menjadi salah satu mesin poin utama tim. Statistiknya sebagai opposite hitter bahkan termasuk yang terbaik di liga, terutama dalam situasi bola-bola high ball dan serangan dari sisi kanan.
Tanpa Mega, kekuatan serangan Red Sparks diprediksi mengalami penurunan signifikan. Beban serangan kini kemungkinan besar akan bertumpu pada pemain asing non Asia sehingga permainan mereka dianggap lebih mudah dibaca lawan.
Sejumlah analis Korea bahkan menyebut transfer ini sebagai salah satu perpindahan pemain paling berpengaruh menjelang musim 2026-2027.
Mega dan Vanja Bukilic Siap Jadi Duet Mengerikan
Publik Korea kini mulai penasaran dengan duet Vanja Bukilic dan Megawati di Hyundai Hill State. Vanja yang sebelumnya juga pernah bermain bersama Mega di Red Sparks disebut memiliki chemistry kuat dengan pemain Indonesia tersebut.
Jika duet itu benar-benar terwujud, Hyundai diprediksi memiliki salah satu lini serang paling mematikan di Liga Voli Korea musim depan.
Tak hanya itu, rivalitas antara Hyundai dan Red Sparks juga dipastikan semakin panas. Publik menantikan duel emosional antara Megawati dan Yeum Hye Seon yang kini berdiri di kubu berbeda.
Pertemuan Hyundai Hill State kontra Red Sparks bahkan diprediksi menjadi pertandingan dengan rating tertinggi musim depan karena besarnya perhatian fans internasional, terutama dari Indonesia dan Korea Selatan.
Megawati Jadi Simbol Kebangkitan Voli Indonesia
Kembalinya Megawati ke Korea Selatan juga dianggap sebagai bukti bahwa kualitas pemain voli Indonesia semakin diperhitungkan di level internasional. Banyak pihak berharap keberhasilan Mega membuka jalan bagi atlet Indonesia lainnya untuk berkarier di luar negeri.
Di Korea Selatan, popularitas Megawati memang terus meningkat sejak debutnya pada musim 2023-2024. Tidak hanya dikenal karena kemampuan mencetak poin, Mega juga dipuji karena sikap rendah hati dan kedekatannya dengan penggemar.
Kini, perjalanan baru Megawati bersama Hyundai Hill State resmi dimulai. Dunia voli Asia pun menanti bagaimana sang Megatron kembali menghadirkan dentuman spike kerasnya di musim 2026-2027.
Editor : Divka Vance Yandriana