JAKARTA - Nama Megawati Hangestri Pertiwi kembali menjadi sorotan di SEA Games 2026 setelah membawa Timnas Voli Putri Indonesia menaklukkan Myanmar dengan permainan dominan. Namun bukan hanya kemenangan yang menjadi perhatian publik, melainkan bagaimana sosok Megawati berhasil mencuri hati banyak orang, termasuk dari kubu lawan.
Laga Indonesia kontra Myanmar di Bangkok berlangsung dengan atmosfer berbeda dibanding pertandingan sebelumnya. Tidak ada tensi panas atau provokasi berlebihan. Pertandingan justru berjalan penuh rasa hormat dan sportivitas, sesuatu yang membuat kemenangan Indonesia terasa lebih hangat dan bermakna.
Megawati Hangestri tampil sebagai pusat permainan Indonesia. Opposite hitter andalan Merah Putih itu bermain tenang namun sangat efektif. Smash keras dan permainan stabilnya membuat Myanmar kesulitan keluar dari tekanan sepanjang pertandingan.
Myanmar Akui Kelas Megawati Hangestri
Sebelum pertandingan dimulai, perhatian media tertuju pada pernyataan mengejutkan dari pejabat olahraga Myanmar yang secara terbuka mengakui kualitas Indonesia dan Megawati Hangestri.
Dalam keterangannya, pihak Myanmar menyebut Indonesia berada jauh di atas mereka dalam ranking dunia. Bahkan, mereka menilai Megawati bukan lagi pemain level Asia Tenggara, melainkan sudah memiliki kualitas Eropa.
Pernyataan tersebut bukan dianggap sebagai bentuk menyerah, melainkan pengakuan jujur terhadap kualitas permainan yang dimiliki sang Megatron.
Baca Juga: Dugaan Pembunuhan Gugur, Polisi Ungkap Penyebab Kematian Lansia di Gedangsewu Tulungagung
Pelatih Myanmar juga meminta timnya menikmati pertandingan tanpa tekanan besar. Hal itu membuat laga berlangsung lebih cair dan tetap kompetitif meski Indonesia tampil dominan sejak awal set pertama.
Pelatih Hoki Myanmar Datang Demi Mega
Cerita menarik justru muncul setelah pertandingan selesai. Di tribun penonton, seorang wanita yang mengenakan jaket timnas Myanmar terlihat beberapa kali bertepuk tangan saat Megawati mencetak poin lewat spike kerasnya.
Setelah diwawancarai, wanita tersebut ternyata merupakan pelatih tim hoki Myanmar yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung permainan Megawati Hangestri.
Ia mengaku mengenal Mega sejak bermain bersama klub Korea Selatan, Red Sparks. Popularitas Megawati di Liga Voli Korea membuat namanya dikenal luas hingga ke berbagai cabang olahraga di Myanmar.
“Saya pelatih hoki Myanmar, tapi saya suka voli. Salah satu idola saya adalah Megawati,” ujarnya.
Menurutnya, Mega memiliki kualitas yang terlalu tinggi untuk level SEA Games. Ia bahkan mengaku akan kembali datang ke arena untuk menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Vietnam.
Jadi Inspirasi Atlet Asia Tenggara
Tak hanya pelatih hoki, seorang guru olahraga asal Myanmar juga mengaku datang langsung ke arena demi melihat Megawati bermain. Pria tersebut mengatakan dirinya mengikuti perjalanan karier Mega sejak tampil di Korea Selatan bersama Red Sparks.
Sebagai pembina ekstrakurikuler voli di sekolah, ia sering menjadikan Megawati sebagai contoh bagi murid-muridnya.
“Saya selalu bilang kepada anak-anak bahwa keberanian dan mental lebih penting dari sekadar kekuatan. Itu yang saya lihat dari Megawati,” katanya.
Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa pengaruh Megawati kini tidak hanya dirasakan di Indonesia. Popularitasnya telah melampaui batas negara dan menjadi inspirasi baru bagi banyak atlet muda Asia Tenggara.
Indonesia Tatap Laga Krusial Kontra Vietnam
Kemenangan atas Myanmar membuat Timnas Voli Putri Indonesia semakin percaya diri menghadapi laga penting berikutnya melawan Vietnam. Pertandingan itu diprediksi menjadi penentuan juara Grup B SEA Games 2026.
Vietnam dikenal sebagai salah satu rival terkuat Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, duel kedua tim dipastikan berlangsung jauh lebih ketat dibanding laga kontra Myanmar.
Megawati Hangestri kembali diharapkan menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut. Pengalaman internasional dan mental bertandingnya dinilai menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menghadapi tekanan laga besar.
Di sisi lain, suasana positif yang tercipta usai laga melawan Myanmar menunjukkan bahwa olahraga tidak selalu tentang rivalitas panas. Kehadiran Megawati justru menjadi simbol bagaimana seorang atlet mampu menyatukan banyak orang lewat prestasi dan sikap rendah hati.
SEA Games 2026 pun kembali membuktikan bahwa Megawati Hangestri bukan sekadar bintang voli Indonesia, melainkan ikon olahraga Asia Tenggara yang semakin dihormati dunia internasional.
Editor : Divka Vance Yandriana