BARCELONA – Penampilan luar biasa yang bikin merinding ditunjukkan oleh pembalap muda bertalenta asal Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam gelaran balap Moto3 Catalunya 2026 yang berlangsung di Sirkuit Catalunya, Barcelona, pada Minggu (17/5/2026) sore waktu setempat. Sempat terseok-seok dan harus memulai balapan dari grid belakang akibat sesi kualifikasi yang rumit, rider andalan Honda Team Asia ini tampil kesetanan hingga berhasil melakukan aksi comeback paling epik sepanjang musim ini.
Memulai jalannya balapan dari posisi ke-20 tidak membuat mental petarung bocah ajaib asal Gunung Kidul ini ciut. Sebaliknya, Veda Ega Pratama langsung menyuguhkan riding style yang sangat agresif namun penuh perhitungan matang begitu lampu hijau menyala. Melalui pertarungan sengit sepanjang 18 lap yang berjalan sangat dinamis dan penuh dengan drama taktis di Sirkuit Montmelo, pembalap kebanggaan tanah air ini secara perlahan sukses mengobrak-abrik barisan tengah untuk mengamankan poin penting.
Bagi para pencinta dunia balap motor di tanah air, hasil gemilang di Moto3 Catalunya 2026 ini menjadi bukti sahih bahwa mentalitas local hero Indonesia tersebut sudah selevel dengan para pembalap elite dunia. Kelihaiannya dalam mengelola ban dan membaca kelengahan lawan di saat-saat krusial menjadi kunci utama di balik keberhasilan besarnya merangsek naik 12 peringkat dari posisi start awal yang sangat tidak menguntungkan.
Aksi Late Braking Berani dan Tembus Sepuluh Besar
Pada lap pertama, Veda Ega Pratama langsung tancap gas tanpa membuang waktu sedikit pun. Keberaniannya di tikungan pertama berbuah manis dengan langsung merangsek naik tujuh peringkat sekaligus demi mengunci posisi ke-13. Sementara di barisan depan, pemegang posisi pole Valentin Perrone langsung mendapat tekanan hebat dari rival-rival kuatnya seperti Brian Uriarte dan David Munoz yang saling memperebutkan posisi podium utama.
Memasuki lap ketujuh, kerja keras pembalap muda Indonesia ini mulai membuahkan hasil nyata. Lewat aksi late braking yang sangat berani di tikungan, Veda sukses menembus posisi 10 besar dan mulai menempel ketat barisan pembalap top seperti Taiyo Furusato dan Alvaro Carpe. Hingga lap ke-10, Veda tampil dengan tingkat disiplin dan ketenangan yang sangat tinggi, berhasil mempertahankan posisi kesembilan dari gempuran Marco Morelli yang terus membayangi ketat di urutan ke-10.
Drama Slip Stream dan Strategi Menghemat Ban
Tensi balapan di Sirkuit Montmelo semakin mendidih mendekati putaran-putaran akhir. Rapatnya jarak antar pembalap membuat kesalahan kecil sekecil apa pun bisa berakibat sangat fatal bagi posisi mereka. Veda sempat kehilangan momentum berharga di trek lurus panjang yang membuatnya tergeser ke urutan ke-11 setelah dilewati oleh Cormac O'Gorman dan Marco Morelli yang berhasil memanfaatkan keuntungan dari strategi curi angin atau slip stream.
Meskipun posisinya sempat melorot, pembalap bernomor motor andalan Indonesia ini sama sekali tidak panik. Ia memilih untuk tetap menjaga jarak aman agar tidak tertinggal terlalu jauh dari rombongan tengah, sembari secara cerdas menghemat cengkeraman ban untuk melancarkan serangan pamungkas di akhir laga. Drama sesungguhnya pun langsung terjadi di dua putaran terakhir, di mana Veda yang kembali ke posisi kesembilan terus menempel ketat Adrian Fernandez dengan selisih waktu yang sangat tipis, yakni hanya +1,550 detik.
Magis Tikungan Terakhir Jelang Garis Finish
Memasuki lap pamungkas, di saat semua pembalap mulai kehilangan cengkeraman ban akibat aspal sirkuit yang panas, Veda mengeluarkan magis aslinya di atas lintasan. Secara tidak terduga, ia melakukan manuver super nekat dan bersih di tikungan terakhir menjelang garis finish. Tidak hanya sukses mempertahankan posisinya dari kejaran O'Gorman, Veda bahkan berhasil mengasapi Adrian Fernandez di detik-detik terakhir jelang bendera kotak-kotak dikibarkan.
Veda Ega Pratama akhirnya resmi menyentuh garis finish di posisi ke-8 dengan catatan waktu yang mengagumkan. Sementara itu, podium utama berhasil direbut oleh David Alonso, disusul oleh Alvaro Carpe dan David Munoz di urutan kedua dan ketiga. Lonjakan fantastis sebanyak 12 peringkat ini menjadi sinyal kuat bahwa pembalap muda Indonesia siap menjadi ancaman besar bagi para pembalap papan atas di seri-seri balapan dunia berikutnya.
Editor : Natasha Eka Safrina