Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Kelemahan Motor Honda Seri Catalunya Terbongkar! Veda Ega Pratama Andalkan Kematangan Mental demi Jinakkan Power KTM

Natasha Eka Safrina • Senin, 18 Mei 2026 | 17:19 WIB
Aksi ajaib Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026! Jinakkan power motor KTM dari P20 ke P8 berkat manajemen ban dan mentalitas juara! (Screenshot Instagram)
Aksi ajaib Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026! Jinakkan power motor KTM dari P20 ke P8 berkat manajemen ban dan mentalitas juara! (Screenshot Instagram)

 

BARCELONA – Decak kagum dunia balap internasional kembali mengarah pada pembalap rookie asal Indonesia, Veda Ega Pratama, dalam lanjutan seri kejuaraan dunia Moto3 Catalunya 2026. Meski harus menghadapi keterbatasan teknis pada motor Honda Team Asia miliknya, pembalap belia berusia 17 tahun berjuluk The Rocket Boy ini sukses mempertontonkan aksi comeback brilian dengan melesat naik 12 posisi, dari grid belakang di P20 hingga berhasil menyentuh garis finish di peringkat ke-8.

Hasil impresif di Moto3 Catalunya 2026 ini sejatinya menyingkap fakta krusial mengenai performa motor bertenaga racikan pabrikan rival. Sepanjang sesi kualifikasi Q1 dan Q2, dominasi mutlak pembalap yang menunggangi motor KTM sangat terlihat jelas di lintasan lurus Sirkuit Catalunya. Lima pembalap dengan catatan top speed tercepat seluruhnya dikuasai oleh mesin-mesin KTM, sementara catatan waktu Veda di sesi kualifikasi sempat terpaut hingga lebih dari satu detik dari peraih posisi pertama, Valentin Perrone.

Kendati akselerasi motor Honda Team Asia terbukti kalah gesit dan kekurangan daya cengkeram (grip) pada ban depan, Veda Ega Pratama menunjukkan kematangan mentalitas balap yang luar biasa. Alih-alih memaksakan motor melampaui batas yang berisiko memicu crash, anak asli Gunung Kidul ini memilih bermain taktis dan sabar demi mengamankan poin penting untuk mengukir sejarah baru di kancah global.

Baca Juga: Bongkar 10 Fitur Rahasia Redmi 15C yang Jarang Diketahui Pengguna, Bisa Aktifkan RAM Virtual 6 GB hingga Circle to Search, Simak Cara Setting-nya!

Manuver Gesit Lap Pertama yang Mengejutkan Komentator Dunia

Begitu lampu hijau menyala tanda balapan dimulai, ketajaman insting The Rocket Boy langsung tersaji nyata. Mengambil jalur luar yang berani, Veda secara luar biasa langsung merangsek naik melewati tujuh pembalap di depannya untuk mengamankan posisi ke-13 di lap pertama. Aksi super gesit ini bahkan membuat komentator resmi MotoGP terkejut dan spontan memuji kepiawaian berkendara pembalap debutan asal Indonesia tersebut yang tiba-tiba sudah menyodok ke barisan tengah.

Namun, drama sesungguhnya terjadi saat balapan memasuki lap ke-6. Veda sebenarnya memiliki momentum emas untuk menggeber motornya demi mengejar lead group yang diperebutkan oleh delapan pembalap di depan. Di sinilah kedewasaan emosional Veda diuji; ketimbang menguras habis performa ban, ia menahan diri dan memilih fokus menjaga ritme kecepatan motor dari kejaran Valentin Perrone serta Joel Esteban yang terus membayangi dari posisi belakang.

Manajemen Ban Cerdas di Tengah Kritik Bos Honda Hiroshi Aoyama

Strategi manajemen ban yang diterapkan Veda terbukti menjadi kunci penyelamat. Sempat melorot ke peringkat 11 akibat penurunan traksi, pembalap jebolan Asia Talent Cup ini mampu melakukan serangan pamungkas di putaran akhir untuk mengunci posisi ke-8. Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, dalam rilis resminya mengakui bahwa motor Honda memang kekurangan power dan kendala rasa percaya diri terhadap ban depan sempat menyulitkan Veda serta rekan setimnya, Zen Mitane, sejak sesi latihan bebas.

Baca Juga: Pengguna Baru Wajib Tahu! Ini 15 Tips Setting Rahasia Redmi 15C Biar Makin Kencang, Bebas Iklan, dan Secanggih HP Flagship Jutaan Rupiah

"Hari ini adalah balapan yang sangat bagus dan penting bagi saya sebagai pendatang baru. Saya sempat terlalu memaksakan ban depan dan sadar harus mengelolanya dengan hati-hati karena balapan masih menyisakan banyak lap," ungkap Veda jujur pasca-laga. Evaluasi berharga dari seri Catalunya ini diyakini akan membuat Veda semakin matang dalam memahami karakter serta limitasi motor balapnya sendiri untuk menghadapi tantangan di sirkuit-sirkuit berikutnya.

Modal Double Winners untuk Jaga Momentum di Sirkuit Mugello

Keberhasilan mempertahankan posisi di peringkat lima besar klasemen sementara dengan koleksi poin yang sama dengan Marco Morelli di posisi keempat menjadi bukti konsistensi tinggi sang pembalap. Kini, fokus utama Veda langsung dialihkan untuk menjaga momentum positif pada seri balap berikutnya di Sirkuit Mugello, Italia, yang dijadwalkan berlangsung pada 31 Mei mendatang. Lintasan legendaris favorit Valentino Rossi tersebut diprediksi akan menjadi panggung pembuktian lanjutan bagi sang rookie.

Mugello bukanlah trek asing bagi Veda. Ia memiliki modal emosional yang sangat kuat lewat torehan sejarah double winners atau dua kali naik podium tertinggi saat berkompetisi di ajang Red Bull Rookies Cup musim 2025 lalu. Pengalaman manis mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Italia diharapkan menjadi senjata utama bagi kru mekanik Honda Team Asia untuk segera membenahi sektor time attack dan kekurangan power mesin, agar Veda bisa langsung menembus kualifikasi Q2 dan merebut grid depan demi membidik podium juara.

Editor : Natasha Eka Safrina
#Veda Ega Pratama #Moto3 Catalunya 2026 #Honda Team Asia #Sirkuit Mugello #Hiroshi Aoyama