BARCELONA – Kabar kurang sedap datang dari sirkuit Eropa dalam lanjutan rangkaian seri kejuaraan dunia Moto3 Catalunya 2026. Pembalap muda andalan Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menerima kenyataan pahit setelah meraih hasil yang kurang memuaskan pada sesi practice yang berlangsung di Sirkuit Barcelona-Catalunya pada Jumat (15/5/2026). Upaya keras rider berbakat tanah air ini untuk langsung mengamankan tiket emas menuju kualifikasi kedua (Q2) harus kandas akibat serangkaian nasib sial di lintasan.
Dalam sesi practice Moto3 Catalunya 2026 yang berjalan dengan tensi tinggi tersebut, pembalap asal Gunung Kidul ini harus puas mengakhiri perjuangan dengan tertahan di peringkat ke-19. Hasil minor yang didapatkan Veda Ega Pratama di trek Catalunya ini tentu menjadi pukulan cukup telak bagi timnya, mengingat ketatnya persaingan untuk memperebutkan posisi starting grid yang ideal. Veda gagal menembus zona aman 14 besar yang otomatis memaksanya menempuh jalur panjang di babak kualifikasi.
Kondisi pelik yang dialami oleh perwakilan Indonesia di ajang balap internasional Moto3 Catalunya 2026 ini berbanding terbalik 180 derajat dengan pencapaian rival sengitnya sejak di Red Bull Rookies Cup (RBRC) 2025 lalu, Hakim Danish. Pembalap berbakat asal Malaysia tersebut justru tampil sangat memukau tanpa celah sejak menit-menit awal. Danish sukses melanjutkan momentum apiknya untuk mengamankan status sebagai pembalap tunggal tercepat di sesi krusial ini.
Dominasi Rival Abadi dan Masalah Paket Motor Honda
Hakim Danish melesat sangat tajam di lintasan Catalunya dengan membukukan catatan waktu putaran yang sangat fantastis, yakni 1 menit 46,943 detik. Torehan waktu kilat dari pembalap Negeri Jiran tersebut sukses mengungguli Brian Uriarte. Pembalap tangguh asal Spanyol yang juga merupakan alumnus sekaligus mantan rival berat Veda di RBRC 2025 itu dipaksa puas menguntit di posisi kedua. Sementara itu, urutan tiga besar dilengkapi oleh pembalap tuan rumah lainnya, Adrian Fernandez.
Melihat jalannya balapan di sektor trek lurus Barcelona, paket motor Honda tunggangan Veda seolah terasa begitu berat dan kurang bertenaga jika harus diadu langsung dengan armada KTM milik rival-rivalnya. Kendati demikian, faktor performa mesin motor tentu tidak bisa dijadikan satu-satunya alasan utama di balik merosotnya posisi Veda. Sebab, sesama penunggang motor pabrikan Honda seperti Adrian Fernandez nyatanya mampu tampil kompetitif bahkan menembus posisi tiga besar.
Drama Pembatalan Lap Time Akibat Track Limit
Adrian Fernandez terlihat minim mengalami kesulitan berarti saat melakukan aksi time attack di putaran-putaran akhir, sangat kontras dengan kendala besar yang dihadapi oleh Veda di atas sirkuit. Puncak kesialan pembalap belia Indonesia ini terjadi pada momen-momen kritis menjelang sesi berakhir. Saat berusaha mempertajam catatan waktunya demi merangkak naik ke papan atas, Veda justru harus diganjar pembatalan lap time oleh pengawas balapan gara-gara kedapatan melanggar batas lintasan (track limit) di sisa tiga menit terakhir.
Pembatalan waktu lap krusial tersebut otomatis membuyarkan harapan Veda untuk memperbaiki posisinya di papan tengah. Alhasil, pembalap jebolan Asia Talent Cup ini harus merosot jauh ke urutan ke-19 dan gagal langsung melenggang ke sesi Q2 secara otomatis. Situasi ini tentu menghadirkan kekecewaan mendalam bagi para penggemar otomotif di tanah air yang berharap melihat bendera Merah Putih berkibar di barisan depan sirkuit Catalunya.
Tugas Berat Kru Mekanik Jelang Babak Kualifikasi
Melihat hasil yang kurang menguntungkan pada hari pertama ini, tim mekanik dan kru yang menaungi Veda wajib bergerak cepat untuk segera mengevaluasi data telemetri dan menemukan solusi teknis terbaik. Pasalnya, sisa waktu yang mereka miliki sangat terbatas sebelum sesi krusial berikutnya dimulai. Masalah daya cengkeram ban depan serta stabilitas motor saat menikung harus segera dibenahi demi menghadapi perburuan posisi start pada sesi kualifikasi Sabtu, 16 Mei 2026.
Perjuangan Veda di seri Catalunya ini dipastikan bakal berjalan jauh lebih berat dan menguras fisik serta mental. Ia dipaksa harus merangkak dan bertarung terlebih dahulu melalui kualifikasi pertama (Q1). Veda wajib menempati posisi empat besar di sesi Q1 tersebut demi bisa mencuri tiket tersisa untuk bergabung dengan para pembalap elite di sesi Q2, sekaligus menjaga asa meraih poin maksimal pada sesi balapan utama di hari Minggu.
Editor : Natasha Eka Safrina