BARCELONA – Manajer tim Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, secara terbuka melayangkan pujian setinggi langit kepada pembalap muda potensial asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Apresiasi besar ini diberikan menyusul perjuangan luar biasa sekaligus dramatis yang ditunjukkan oleh sang rookie dalam gelaran balap utama Moto3 Catalunya 2026 yang berlangsung ketat di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol, pada Minggu (17/5/2026) kemarin.
Dalam balapan kelas premium tersebut, Veda Ega Pratama sukses menyentuh garis finish di posisi ke-8. Walaupun pencapaian ini menjadi momen pertama kalinya Veda finish di luar posisi enam besar—di luar insiden saat ia terjatuh di GP Amerika—posisi kedelapan di Moto3 Catalunya 2026 kali ini dinilai memiliki arti yang sangat besar bagi internal tim. Keberhasilan tersebut diraih lewat tetesan keringat dan perjuangan yang jauh dari kata mudah sejak awal akhir pekan.
The Rocket Boy mengawali rangkaian balap dengan kurang mulus akibat gagal lolos langsung ke kualifikasi kedua (Q2), yang memaksanya harus rela mengawali balapan dari starting grid belakang di posisi ke-20. Namun, pembalap belia berusia 17 tahun itu kembali mempertontonkan daya saing tingkat tinggi serta kematangan mentalitas balap yang luar biasa di atas sirkuit. Ia secara cerdas memperagakan taktik menurunkan ritme pada paruh lomba demi menghemat ban, sebelum akhirnya mengamuk melakukan serangan pamungkas di putaran-putaran akhir.
Satu-satunya Penyumbang Poin Tunggal bagi Honda Team Asia
Pencapaian impresif yang diraih oleh putra mantan pembalap nasional Sudarmono ini langsung mendapatkan sorotan khusus secara mendalam dari sang bos, Hiroshi Aoyama. Berkat konsistensi performanya, Veda hingga saat ini tercatat masih menjadi satu-satunya pembalap tunggal yang menyumbangkan poin bagi Honda Team Asia di tabel klasemen tim hingga bergulirnya 6 seri berjalan di musim Moto3 2026.
Saat ini, Honda Team Asia dengan kokoh menempati peringkat keenam di klasemen tim dengan torehan total 58 poin, di mana seluruh pundi-pundi poin tersebut murni disumbangkan oleh hasil kerja keras Veda Ega Pratama. Kondisi ini berbanding terbalik dengan rekan setimnya yang sesama pembalap rookie, Zen Mitani. Pembalap muda asal Jepang tersebut tercatat selalu finish di barisan belakang dan hingga kini masih harus berjuang keras memburu poin pertamanya di kelas Moto3. Di Catalunya kemarin, Mitani hanya mampu menyentuh finish di posisi ke-22, padahal posisi start awalnya hanya terpaut tiga baris di belakang Veda.
Mentalitas Pantang Menyerah Menembus Grup Terdepan
"Balapan Moto3 kali ini berjalan sangat seru bagi kedua pembalap kami. Veda memulai balapan dari posisi ke-20 dan Zen dari posisi ke-23. Sepanjang balapan, terjadi banyak sekali aksi saling menyalip dan pergantian posisi yang sangat ketat," ungkap Hiroshi Aoyama melalui rilis resmi pabrikan tim pasca-lomba. Kematangan strategi Veda di atas lintasan terbukti menjadi pembeda utama kualitasnya di grid.
Aoyama menambahkan, Veda pada awalnya hanya bergabung dengan rombongan grup kedua di barisan tengah. Namun, berkat ketenangannya, ia secara perlahan berhasil memangkas jarak dan mengejar grup terdepan yang tengah terlibat duel sengit memperebutkan posisi podium. "Ritme balapan berjalan sangat tinggi dan ini bukanlah balapan yang mudah baginya. Tetapi, ia tidak pernah menyerah dan terus berjuang hingga lap terakhir. Finish di posisi kedelapan setelah start dari posisi yang begitu jauh di belakang merupakan hasil yang sangat positif dan menjadi pengalaman penting lainnya bagi dia," tegas mantan pembalap juara dunia tersebut.
Pembalap Rookie Terbaik Jelang Seri Mugello Italia
Aksi bangkit dari keterpurukan grid belakang sejatinya bukan kali ini saja sukses dilakukan oleh Veda. Dalam tiga seri balapan terakhir, pembalap asal Gunung Kidul ini memang kerap kurang beruntung dengan posisi start yang buruk, bahkan sempat apes terseret insiden pembalap lain pada awal laga. Namun, mental juaranya membuat ia selalu mampu memaksimalkan peluang sekecil apa pun untuk mengamankan poin di posisi yang kompetitif.
Hingga selesainya seri Catalunya, Veda masih kokoh bertengger di peringkat kelima klasemen sementara kejuaraan dunia Moto3 2026. Di antara seluruh jajaran pembalap yang berstatus debutan (rookie), statistik Veda adalah yang terbaik di musim ini. Kini, kru mekanik Honda Team Asia langsung mengalihkan fokus penuh untuk menatap balapan berikutnya di Sirkuit Mugello, Italia. Aoyama berharap kesuksesan Veda ini bisa menular kepada Zen Mitani agar kedua pembalap debutan andalannya tersebut bisa terus menunjukkan kemajuan performa yang konsisten demi membanggakan tim di kancah internasional.
Editor : Natasha Eka Safrina