BARCELONA – Di tengah sorotan besar dunia internasional yang kini terus mengarah kepadanya, pembalap muda kebanggaan Indonesia, Veda Ega Pratama, justru kembali menunjukkan sikap bersahaja yang membuat banyak orang berdecak kagum. Bukan soal torehan waktu lap tercepat di lintasan, bukan pula aksi selebrasi yang mewah, melainkan sebuah hal kecil penuh makna yang tanpa sengaja tertangkap kamera di area paddock Sirkuit Catalunya, Barcelona, Spanyol. Saat tensi kompetisi meninggi, rider belia ini kedapatan tetap menjaga etika dan tata krama yang luar biasa.
Momen hangat tersebut bermula ketika sesi latihan menggunakan motor sport berkapasitas 600 cc baru saja dimulai di Catalunya. Suasana di sekitar pit lane tampak sangat sibuk dengan hilir mudik kru mekanik dan raungan keras suara mesin bodi besar. Di tengah situasi yang sangat serius dan menegangkan itu, Veda Ega Pratama justru terlihat berjalan santai sambil mendorong sendiri motor 600 cc miliknya usai menyelesaikan sesi latihan panjang, tanpa mau merepotkan staf internal timnya.
Bagi sebagian besar pembalap profesional di ajang Moto3 Catalunya 2026, menyuruh asisten atau mekanik untuk mengurus kendaraan pasca-latihan adalah hal yang lumrah demi menjaga stamina. Namun, Veda Ega Pratama memilih untuk menolak manja. Sikap rendah hati yang ditunjukkan oleh remaja berusia 17 tahun asal Gunung Kidul ini langsung memicu rasa respek yang sangat besar dari para kru asing Honda Team Asia yang menyaksikan langsung kebiasaan positif sang pembalap di lokasi.
Spontan Pegangi Motor Rekan dan Tolak Bantuan Staf
Kebiasaan santun The Rocket Boy di grid internasional ini sejatinya bukan pencitraan di depan kamera belaka. Beberapa kru teknis mulai menyadari bahwa Veda memiliki kebiasaan unik yang sangat jarang melekat pada diri pembalap muda Eropa masa kini. Ketika staminanya sudah terkuras habis akibat melahap sirkuit Catalunya yang terkenal sangat menguras fisik, Veda tetap menunjukkan wajah ramah dan sesekali melemparkan senyuman tulus kepada setiap staf yang berpapasan dengannya.
Puncak aksi simpatik yang viral di media sosial terjadi ketika salah seorang rekan sesama pembalap bersiap naik ke atas motor 600 cc miliknya di depan garasi. Tanpa diminta dan tanpa banyak bicara, Veda yang kebetulan lewat langsung menghampiri secara spontan. Ia berdiri sigap di sisi samping untuk memegangi bagian buritan bodi motor agar tetap stabil dan seimbang saat rekannya tersebut mencoba memosisikan duduk. Setelah memastikan posisi motor benar-benar aman dan rekannya duduk dengan sempurna, barulah Veda melepas pegangannya secara perlahan sembari tersenyum.
Ketulusan Tanpa Kamera yang Menjadi Magnet Simpati Dunia
Yang membuat banyak pihak di sirkuit Catalunya geleng-geleng kepala adalah ketulusan Veda yang melakukan hal tersebut murni karena solidaritas, bukan untuk mencari perhatian sorotan kamera atau demi menuai pujian publik. Bahkan, sempat ada momen di mana seorang staf asing berlari menghampiri untuk mengambil alih tugas mendorong motor besar tersebut karena tidak tega melihat sang pembalap kelelahan. Namun, Veda menolak halus bantuan itu dengan gestur sopan, mengisyaratkan bahwa selama masih bisa dikerjakan sendiri, ia tidak ingin membebani orang lain.
Sirkuit Catalunya dengan karakteristik trek lurus panjang dan kombinasi tikungan cepat memang dikenal sangat kejam dalam menguras konsentrasi serta fisik para rider. Umumnya, setelah sesi latihan yang berat berakhir, para pembalap akan langsung memilih beristirahat di ruang privat atau duduk di ruang pendingin. Namun bagi Veda, nilai-nilai ketimuran dan attitude yang ditanamkan sejak awal kariernya di tanah air oleh sang ayah, Sudarmono, jauh lebih utama untuk terus dijaga di mana pun ia berpijak.
Netizen dan pencinta balap di tanah air yang melihat potongan video singkat aksi Veda tersebut langsung membanjiri kolom komentar dengan nada bangga. Banyak penggemar meyakini bahwa modal attitude yang matang dikombinasikan dengan bakat balap alami yang luar biasa akan menjadi jaminan kuat bagi Veda Ega Pratama untuk bisa bertahan lama di kancah Grand Prix, sekaligus melapangkan jalannya menuju panggung tertinggi MotoGP di masa depan untuk mengharumkan nama Indonesia.
Editor : Natasha Eka Safrina