Radar Tulungagung- Tren e-mountain bike atau EMTB kini mulai membanjiri dunia sepeda gunung di Indonesia. Di tengah bangkitnya kembali skena mountain bike, Polygon langsung turun gunung dengan menghadirkan beberapa seri EMTB sekaligus. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Polygon Siskiu TE with Bosch, sepeda listrik premium yang disebut membawa pengalaman riding “like a boss”.
Polygon Siskiu TE with Bosch hadir sebagai versi elektrik dari seri Siskiu T yang selama ini dikenal sebagai sepeda trail all-rounder dengan handling lincah, nyaman untuk climbing, dan stabil saat turunan. Kini DNA tersebut dipadukan dengan motor elektrik Bosch Performance Line CX yang membuat performanya semakin buas di jalur offroad.
Dalam ulasan yang dibawakan kreator konten mountain bike, Siskiu TE disebut sebagai EMTB dengan kombinasi desain mewah, geometri ergonomis, dan tenaga motor yang sangat natural saat digunakan di medan trail maupun tanjakan ekstrem.
Desain Premium Bergaya Military Vehicle
Secara tampilan, Polygon Siskiu TE with Bosch mengusung warna Rustic Sand dengan kombinasi hitam pada bagian frame yang memberi kesan layaknya kendaraan militer modern. Desain frame poligonal dengan sudut membulat membuat tampilannya terlihat kokoh sekaligus elegan.
Motor elektrik Bosch ditempatkan lebih tersembunyi di area bawah frame sehingga tampilan sepeda tetap clean dan premium. Selain itu, desain down tube dibuat lebih besar untuk menampung baterai sekaligus memberikan kesan gagah pada keseluruhan frame.
Detail finishing menjadi salah satu nilai jual utama EMTB ini. Mulai dari proses pengecatan, bentuk frame, hingga perpaduan warna disebut memiliki kualitas tinggi khas sepeda premium Polygon.
“Look-nya seperti utility vehicle atau kendaraan militer, tapi tetap elegan dan eksklusif,” ujar reviewer dalam videonya.
Geometri Trail yang Bisa Diatur
Polygon Siskiu TE with Bosch dibekali geometri trail agresif yang dirancang tetap nyaman dipakai climbing maupun downhill. Head tube angle berada di angka 65 derajat dengan fork 150 mm, bahkan masih bisa dipasang fork 160 mm sehingga sudutnya menjadi lebih slack di 64,5 derajat.
Seat tube angle 77 derajat membuat posisi pedaling terasa efisien saat menanjak. Sementara chainstay 445 mm menjaga handling tetap lincah meski menggunakan motor elektrik dan baterai besar.
Menariknya, Polygon menyematkan fitur flip chip yang memungkinkan pengguna mengubah setup roda menjadi full 29er atau mullet 29 depan dan 27,5 belakang. Fitur ini juga memengaruhi tinggi bottom bracket serta karakter handling sesuai kebutuhan rider.
Dengan pengaturan tersebut, pengguna bisa memilih karakter sepeda yang lebih stabil untuk kecepatan tinggi atau lebih lincah saat bermain di jalur teknikal.
Pakai Motor Bosch Performance Line CX
Bagian paling menarik dari Polygon Siskiu TE with Bosch tentu ada pada penggunaan motor Bosch Performance Line CX. Motor asal Jerman ini memiliki torsi hingga 85 Nm dengan bobot sekitar 2,8 kilogram.
Peak power mencapai 600 watt dengan kecepatan maksimum 32 km/jam. Sumber dayanya berasal dari baterai berkapasitas 625 Wh yang diklaim cukup untuk perjalanan jauh dan sesi trail panjang.
Motor Bosch disebut memiliki karakter tenaga yang sangat halus dan intuitif. Saat rider mengayuh ringan, motor memberi bantuan ringan. Sebaliknya, ketika pedal diinjak lebih kuat, tenaga tambahan langsung meningkat sesuai kebutuhan.
Karakter tersebut membuat sensasi berkendara terasa natural seperti sepeda gunung biasa, hanya saja dengan tenaga ekstra yang membantu saat tanjakan curam.
Reviewer bahkan menyebut motor Bosch mampu memberikan dorongan tambahan tepat ketika rider mulai kehabisan tenaga di ujung tanjakan.
Performa Trail dan Riding Experience
Saat diuji di jalur perkotaan dengan mode Turbo penuh dan gear paling berat, baterai Siskiu TE with Bosch hanya berkurang dua bar setelah menempuh jarak 40 kilometer. Artinya, dalam penggunaan normal, EMTB ini diperkirakan mampu mencapai jarak hingga 100 kilometer.
Di jalur offroad, sepeda ini terasa sangat nyaman saat melibas tanjakan panjang maupun jalur berbatu. Sistem bantuan tenaga Bosch membuat rider tetap percaya diri saat melewati tanjakan curam atau kondisi restart di tengah tanjakan yang biasanya sulit dilakukan pada EMTB lain.
Untuk urusan turunan, karakter khas Siskiu tetap terasa. Sepeda stabil, percaya diri saat kecepatan tinggi, dan nyaman dipakai di jalur non-teknikal. Namun reviewer mengaku masih membutuhkan adaptasi lebih saat menghadapi turunan teknikal dengan banyak tikungan dan kontur tanah acak.
Harga dan Kesimpulan
Dengan kombinasi motor Bosch, suspensi RockShox, groupset SRAM GX Eagle, serta rem Magura MT C3, Polygon Siskiu TE with Bosch dibanderol di kisaran Rp70 jutaan.
Harga tersebut dinilai cukup menarik untuk sebuah EMTB premium dengan komponen Amerika dan Jerman yang lengkap. Polygon Siskiu TE with Bosch pun disebut sebagai definisi e-mountain bike modern yang siap membuat penggunanya tampil “like a boss” di jalur trail maupun perkotaan.
Editor : Maylanni Diana Fitri