Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hiroshi Aoyama Bongkar Ancaman Besar untuk Veda Ega Pratama di Barcelona, Honda Krisis Grip Ban Depan

Gita Dwi Nuraini • Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:03 WIB
Hiroshi Aoyama bongkar masalah Honda yang mengancam Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026 akibat grip ban depan hilang.(Gemini AI)
Hiroshi Aoyama bongkar masalah Honda yang mengancam Veda Ega Pratama di Moto3 Catalunya 2026 akibat grip ban depan hilang.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Hiroshi Aoyama mengeluarkan peringatan keras jelang Moto3 Catalunya 2026 setelah Veda Ega Pratama mengalami penurunan performa drastis di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Manajer Honda Team Asia itu mengungkap masalah grip ban depan akibat cuaca dingin menjadi ancaman besar yang bisa menggagalkan peluang podium pembalap muda Indonesia tersebut.

Situasi di garasi Honda Team Asia berubah tegang usai hasil buruk sesi latihan bebas pertama Moto3 Catalunya 2026. Veda Ega Pratama hanya mampu menempati posisi ke-19 dengan catatan waktu 1 menit 48,136 detik dan gagal mengamankan tiket otomatis ke sesi kualifikasi kedua atau Q2.

Hasil tersebut menjadi alarm serius bagi Honda karena Veda sebelumnya tampil impresif di Le Mans, Prancis. Kini, pembalap asal Gunung Kidul itu dipaksa melewati jalur berat Q1 yang penuh risiko insiden dan persaingan ketat.

Baca Juga: Jatim Pingpong Super League 2026 Digelar di Tulungagung, PTMSI Target Tembus Podium

Hiroshi Aoyama Sebut Cuaca Dingin Jadi Musuh Utama Honda

Hiroshi Aoyama secara terbuka mengungkap penyebab utama anjloknya performa Honda NSF250RW milik Veda Ega Pratama di Barcelona. Menurutnya, suhu dingin ekstrem di Catalunya membuat grip ban depan hilang secara drastis.

Temperatur aspal yang rendah membuat ban gagal mencapai kondisi ideal untuk mencengkeram lintasan. Dampaknya sangat terasa di tikungan panjang berkecepatan tinggi khas Catalunya yang membutuhkan stabilitas maksimal pada roda depan.

“Masalah terbesar kami ada di grip ban depan. Dalam cuaca dingin seperti ini, motor menjadi sulit dikendalikan,” ungkap Hiroshi Aoyama.

Karakteristik motor Honda disebut sangat sensitif terhadap perubahan suhu. Akibatnya, Veda kesulitan menemukan feeling saat memasuki tikungan dengan kecepatan tinggi.

Situasi ini diperparah oleh embusan angin kencang di Barcelona yang membuat keseimbangan motor semakin sulit dijaga. Tim mekanik Honda kini dipaksa bekerja ekstra keras untuk mencari solusi sebelum sesi kualifikasi dimulai.

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Tutup Total Mulai 29 Mei, Berikut Ini Jalur Alternatifnya

Veda Ega Pratama Kehilangan Kepercayaan Diri di Atas Motor

Masalah grip ban depan ternyata berdampak langsung pada mental bertanding Veda Ega Pratama. Informasi dari dalam paddock menyebut pembalap Indonesia itu sempat kehilangan rasa percaya diri ketika menunggangi motor Honda NSF250RW.

Ketika feeling roda depan hilang, pembalap otomatis harus mengurangi agresivitas demi menghindari risiko kecelakaan. Kondisi tersebut membuat Veda tidak bisa menggunakan gaya pengereman keras yang selama ini menjadi senjata utamanya.

Akibatnya, catatan waktu Veda merosot jauh dibanding para rival utama. Bahkan upaya terakhir melakukan time attack pada lima menit akhir sesi latihan gagal total karena terjebak traffic pembalap lain di lintasan.

Kesempatan memperbaiki posisi pun sirna. Kru Honda terlihat frustrasi karena peluang lolos otomatis ke Q2 akhirnya menguap.

Kekhawatiran Hiroshi Aoyama semakin terbukti setelah rekan setim Veda, Zen Mitani, mengalami dua kali crash dalam satu hari latihan bebas. Insiden tersebut menjadi bukti nyata bahwa setelan motor Honda memang bermasalah dalam kondisi cuaca dingin.

Beruntung, Veda mampu mengontrol motornya dengan lebih baik sehingga terhindar dari kecelakaan serius. Namun ia tetap harus membayar mahal dengan kehilangan kecepatan dan ritme balap.

Baca Juga: GPM Tanggunggunung Tulungagung Digelar Dua Hari, Camat Pastikan Harga Pangan Masih Stabil Jelang Idul Adha

Posisi Veda di Klasemen Moto3 2026 Kini Terancam

Situasi sulit di Catalunya membuat posisi Veda Ega Pratama di klasemen sementara Moto3 2026 mulai terancam. Saat ini ia masih berada di peringkat kelima dunia dengan koleksi 50 poin.

Namun para rival justru tampil sangat kompetitif di Barcelona. Pembalap Malaysia Hakim Danish bahkan sukses menjadi yang tercepat dalam sesi latihan bebas dan menguasai barisan depan.

Jika Honda gagal menemukan solusi instan untuk grip ban depan, peluang Veda meraih hasil maksimal di Catalunya dipastikan semakin berat. Tekanan kini sepenuhnya berada di pundak teknisi Honda Team Asia yang harus melakukan perubahan besar pada geometri motor.

Mulai dari tingkat kekerasan suspensi depan hingga distribusi bobot motor harus dihitung ulang demi mengembalikan grip yang hilang. Langkah tersebut sangat berisiko karena perubahan setelan radikal di tengah pekan balap bisa memengaruhi kenyamanan pembalap.

Meski begitu, Honda tidak memiliki banyak pilihan lain. Mereka wajib menyelamatkan performa Veda agar tidak kehilangan momentum penting di Moto3 musim 2026.

Di tengah situasi sulit, modal terbesar Veda tetap ada pada mental bertarungnya. Pembalap muda Indonesia itu dikenal memiliki kemampuan comeback luar biasa dari posisi belakang.

Kini publik Tanah Air berharap Veda mampu bangkit di sesi Q1 dan membalikkan keadaan di Sirkuit Barcelona-Catalunya. Akhir pekan balap Moto3 2026 pun diprediksi menjadi ujian besar bagi karier internasional sang rider muda Indonesia.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Veda Ega Pratama #Moto3 Catalunya 2026 #Honda Team Asia #Hiroshi Aoyama #Grip Ban Depan