Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hiroshi Aoyama Terpukau Aksi Veda Ega Pratama di Jerez, Rider Indonesia Mulai Disebut Calon Bintang Moto3

Gita Dwi Nuraini • Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:09 WIB
Hiroshi Aoyama terpukau aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Jerez 2026 usai rider Indonesia finis keenam dari start posisi 17.(Gemini AI)
Hiroshi Aoyama terpukau aksi Veda Ega Pratama di Moto3 Jerez 2026 usai rider Indonesia finis keenam dari start posisi 17.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Hiroshi Aoyama memberikan pujian tinggi kepada Veda Ega Pratama setelah aksi heroiknya di Moto3 Jerez 2026. Pembalap muda Indonesia itu sukses finis posisi keenam meski memulai balapan dari grid ke-17, sebuah hasil yang membuat Honda Team Asia dan pengamat internasional mulai melihat Veda sebagai calon bintang besar Moto3.

Performa Veda Ega Pratama di Sirkuit Jerez benar-benar menjadi perhatian utama pada Moto3 musim 2026. Pembalap asal Gunung Kidul tersebut menunjukkan kemampuan luar biasa dalam melakukan comeback dan bersaing melawan rider-rider Eropa yang lebih berpengalaman.

Hasil impresif di Jerez sekaligus mempertegas posisi Veda sebagai andalan baru Honda Team Asia. Dalam empat seri awal Moto3 2026, pembalap Indonesia itu tampil jauh lebih konsisten dibanding banyak rookie lainnya.

Baca Juga: Jatim Pingpong Super League 2026 Digelar di Tulungagung, PTMSI Target Tembus Podium

Hiroshi Aoyama Puji Mental dan Gaya Balap Veda

Manajer Honda Team Asia Hiroshi Aoyama mengaku sangat terkesan dengan performa Veda Ega Pratama sepanjang balapan di Jerez. Menurut eks juara dunia GP250 tersebut, Veda memiliki kematangan balap yang jarang dimiliki pembalap debutan.

Veda sebenarnya menghadapi situasi sulit karena harus start dari posisi ke-17 akibat kecelakaan saat sesi kualifikasi. Namun saat lampu start padam, ia langsung tampil agresif dan perlahan menembus barisan depan.

Pembalap Indonesia itu berhasil melewati 11 rider dan akhirnya finis di posisi keenam. Sementara rekan setimnya, Zen Mitani, yang start dari posisi ke-23 hanya mampu menyelesaikan balapan di urutan ke-21.

Perbedaan performa tersebut membuat Hiroshi Aoyama semakin yakin bahwa Veda memiliki bakat istimewa.

“Aama menyebut Veda punya kemampuan manajemen balap yang sangat matang dan jarang dimiliki rookie,” demikian pengakuan dari internal Honda Team Asia.

Gaya balap Veda juga disebut sangat agresif namun tetap rapi. Karakter itu dianggap mirip dengan pembalap-pembalap Eropa yang terbiasa bertarung di grup depan Moto3.

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Tutup Total Mulai 29 Mei, Berikut Ini Jalur Alternatifnya

Veda Ega Pratama Lampaui Rekor Senior Honda Team Asia

Performa Veda Ega Pratama musim ini dinilai lebih cepat berkembang dibanding para senior Honda Team Asia sebelumnya seperti Taiyo Furusato maupun Mario Aji.

Taiyo Furusato baru meraih podium pertamanya pada musim kedua Moto3 tahun 2023. Sementara Mario Aji belum pernah merasakan podium selama berkarier di grand prix.

Sebaliknya, Veda langsung mencetak podium ketiga pada seri kedua Moto3 Brasil 2026. Hasil itu terasa sangat spesial karena lintasan Brasil merupakan trek baru bagi pembalap asal Gunung Kidul tersebut.

Hingga memasuki seri kelima musim ini, Veda sudah mengoleksi 37 poin dan menempati posisi keenam klasemen sementara Moto3 2026.

Konsistensi itu membuat Honda Team Asia mulai menjadikan Veda sebagai tulang punggung tim untuk mendulang poin di setiap seri balapan.

Bahkan banyak media internasional mulai menyebut Veda sebagai salah satu rookie paling menjanjikan di Moto3 musim ini berkat kemampuan adaptasinya yang sangat cepat.

Baca Juga: GPM Tanggunggunung Tulungagung Digelar Dua Hari, Camat Pastikan Harga Pangan Masih Stabil Jelang Idul Adha

Honda Team Asia Fokus Persiapkan Veda untuk Moto3 Prancis

Setelah tampil impresif di Jerez, Veda Ega Pratama langsung menjalani sesi tes resmi pada 28 April 2026 di sirkuit yang sama. Dalam tes tersebut, ia mencatat hasil cukup mengesankan dengan finis di posisi keenam keseluruhan setelah melahap 58 lap.

Honda Team Asia memanfaatkan tes itu untuk mengembangkan beberapa komponen baru pada motor Honda NSF250RW milik Veda. Fokus pengembangan mencakup sektor aerodinamika, swingarm baru, dan penyempurnaan setting motor.

Persiapan tersebut dilakukan untuk menghadapi Moto3 Prancis 2026 di Sirkuit Bugatti Le Mans pada 8–10 Mei mendatang.

Veda sendiri memiliki pengalaman cukup baik di Le Mans. Pada JuniorGP 2025, ia finis posisi ke-10, sementara di Red Bull Rookies Cup 2024 ia berhasil mengakhiri balapan di posisi ketujuh.

Menariknya, dua rival lama Veda yakni Brian Uriarte dan Hakim Danish kini justru berada di bawahnya pada klasemen Moto3 2026. Situasi itu membuat kepercayaan diri Feda semakin meningkat menjelang seri Prancis.

Dengan performa stabil, dukungan penuh Honda Team Asia, serta pujian langsung dari Hiroshi Aoyama, Veda Ega Pratama kini mulai dipandang sebagai salah satu ancaman serius di Moto3 musim 2026.

Jika mampu menjaga konsistensi, bukan tidak mungkin pembalap muda Indonesia tersebut akan kembali menciptakan kejutan besar di Le Mans.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Hiroshi Aoyama #Moto3 Jerez 2026 #Moto3 Prancis 2026