RADAR TULUNGAGUNG - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, mencuri perhatian usai sukses merebut posisi start terdepan atau front row pada kualifikasi Moto3 GP Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Veda Ega Pratama mencatatkan waktu 2 menit 1,456 detik dan akan memulai balapan dari posisi ketiga di belakang Maximo Quiles dan Alvaro Carpe.
Penampilan impresif Veda Ega Pratama disebut sampai menarik perhatian legenda sepak bola dunia, David Beckham. Dalam narasi video yang beredar di YouTube, Beckham diklaim rela datang ke Italia demi menyaksikan langsung aksi pembalap muda asal Indonesia tersebut di Moto3 GP Italia 2026.
Namun di tengah euforia hasil kualifikasi itu, muncul kontroversi setelah pembalap Malaysia, Hakim Danish, mengalami kecelakaan pada sesi Q2 dan melontarkan tudingan keras kepada Veda Ega Pratama. Meski demikian, pada akhir video disebutkan bahwa sebagian cerita tersebut hanyalah karangan untuk edukasi mengenai maraknya berita palsu di media sosial.
Baca Juga: Jatim Pingpong Super League 2026 Digelar di Tulungagung, PTMSI Target Tembus Podium
Veda Ega Pratama Tampil Gemilang di Kualifikasi Moto3 Italia
Veda Ega Pratama tampil konsisten sepanjang sesi latihan bebas hingga kualifikasi Moto3 GP Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Pembalap berusia 17 tahun itu sukses menembus front row setelah mencatatkan waktu terbaik 2 menit 1,456 detik pada putaran terakhirnya.
Hasil tersebut membuat Veda akan start dari posisi ketiga di belakang Maximo Quiles dan Alvaro Carpe. Sementara sejumlah pembalap lain seperti Adrian Fernandez, David Munoz, dan Brian Uriarte juga diprediksi memberi persaingan ketat pada balapan utama yang dijadwalkan berlangsung 24 Mei 2026.
Dalam video tersebut, David Beckham disebut memberikan pujian terhadap kemampuan Feda Ega Pratama. Beckham mengaku kagum dengan kematangan balap pembalap muda Indonesia itu meski usianya masih sangat muda.
“Saya sering mendengar namanya dibicarakan di Eropa, tapi menyaksikan langsung di Mugello benar-benar membuka mata saya,” ujar Beckham dalam narasi video tersebut.
Tak hanya itu, Beckham juga diklaim tertarik menjajaki peluang investasi pada tim Honda Team Asia karena melihat potensi besar yang dimiliki Veda Ega Pratama di ajang Moto3.
Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Tutup Total Mulai 29 Mei, Berikut Ini Jalur Alternatifnya
Hakim Danish Crash dan Tuding Veda Ega Jadi Penyebab
Di sisi lain, sesi Q2 Moto3 GP Italia juga diwarnai insiden kecelakaan yang dialami Hakim Danish. Pembalap asal Malaysia itu disebut mengalami crash cukup parah hingga dipastikan absen pada balapan utama.
Kontroversi muncul setelah Hakim Danish menuding Veda Ega Pratama sebagai penyebab kecelakaan tersebut. Dalam video itu, Hakim mengaku merasa dihalangi hingga kehilangan kendali saat sedang melaju di lintasan Mugello.
“Saya tidak melakukan kesalahan. Veda Ega sengaja menghalangi jalur saya,” ujar Hakim Danish dalam narasi video tersebut.
Tudingan itu langsung memicu perdebatan di media sosial. Sebagian penggemar membela Veda Ega Pratama dan menilai insiden tersebut murni akibat risiko balapan di Sirkuit Mugello yang dikenal memiliki karakter cepat dan teknikal.
Sementara itu, pihak Honda Team Asia melalui manajernya, Hiroshi Aoyama, menegaskan Veda tetap fokus menghadapi balapan dan tidak terganggu oleh kontroversi yang berkembang.
“Veda adalah pembalap muda yang sangat profesional dan fokus pada balapan,” kata Aoyama dalam video tersebut.
Video Akui Cerita Beckham dan Konflik Veda Hanya Karangan
Menariknya, pada bagian akhir video, pembuat konten justru mengakui bahwa cerita mengenai David Beckham hingga konflik antara Hakim Danish dan Veda Ega Pratama hanyalah cerita fiksi untuk edukasi publik terkait maraknya hoaks di YouTube.
Narator menyebut penonton harus lebih berhati-hati sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait dunia olahraga yang sering menjadi sasaran konten sensasional.
Meski begitu, performa Veda Ega Pratama di Moto3 GP Italia tetap menjadi sorotan utama. Start dari front row membuka peluang besar bagi pembalap Indonesia itu untuk meraih hasil maksimal dan kembali mengharumkan nama Indonesia di ajang balap dunia.
Dukungan publik Indonesia terhadap Veda juga terlihat besar di media sosial. Nama Veda Ega Pratama terus menjadi perbincangan hangat seiring meningkatnya harapan publik terhadap kiprahnya di Moto3 musim 2026.
Editor : Gita Dwi Nuraini