Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Veda Ega Pratama Bikin Italia Heboh, Alessandro Del Piero Sampai Kagum, Hakim Danish Malah Tuding Curang di Moto3 Mugello 2026

Gita Dwi Nuraini • Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:18 WIB
Veda Ega Pratama dipuji Alessandro Del Piero usai tampil impresif di Moto3 Mugello 2026, Hakim Danish malah tuding track limits.(Gemini AI)
Veda Ega Pratama dipuji Alessandro Del Piero usai tampil impresif di Moto3 Mugello 2026, Hakim Danish malah tuding track limits.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan usai tampil impresif pada sesi practice Moto3 Mugello 2026. Rider muda Indonesia itu sukses menempati posisi keempat dengan catatan waktu 1 menit 46,543 detik. Penampilan Veda Ega Pratama bahkan mendapat pujian dari legenda sepak bola Italia, Alessandro Del Piero, di tengah kontroversi tudingan track limits dari Hakim Danish.

Performa pembalap binaan Honda Team Asia tersebut langsung ramai dibahas media Italia dan penggemar MotoGP. Mugello yang dikenal sebagai salah satu lintasan paling teknis di kalender Grand Prix menjadi panggung pembuktian bagi Veda Ega Pratama.

Rider berusia 17 tahun itu tampil agresif dan konsisten sepanjang sesi practice Moto3 Mugello 2026. Hasil tersebut semakin memperkuat statusnya sebagai salah satu rookie paling menjanjikan musim ini.

Baca Juga: Jatim Pingpong Super League 2026 Digelar di Tulungagung, PTMSI Target Tembus Podium

Alessandro Del Piero Kagum dengan Veda Ega Pratama

Nama Veda Ega Pratama mendadak menjadi perbincangan di Italia setelah Alessandro Del Piero memberikan komentar mengejutkan. Legenda Juventus tersebut mengaku antusias melihat perkembangan rider muda Indonesia itu di Moto3 2026.

“Saya sangat antusias melihat Veda. Dia sedang menjadi sorotan karena penampilannya sangat impresif,” ujar Alessandro Del Piero dalam wawancara bersama media lokal Italia.

Komentar itu langsung viral di media sosial Indonesia dan Italia. Banyak penggemar merasa bangga karena Veda Ega Pratama mulai mendapat pengakuan dari figur besar olahraga dunia.

Del Piero menilai performa Veda berbeda dibanding rookie lain di Moto3 musim ini. Menurutnya, kemampuan adaptasi rider asal Indonesia tersebut sangat cepat, terutama di lintasan sulit seperti Mugello.

Tak hanya itu, Del Piero juga mengaku memiliki hubungan emosional dengan Indonesia setelah sempat berkunjung ke Tanah Air beberapa waktu lalu. Karena itu, kemunculan Veda di Grand Prix Dunia membuatnya kagum.

“Saya kaget sekaligus kagum. Ada rider asal Indonesia yang sekarang bersaing di level dunia,” katanya.

Pujian tersebut menjadi sinyal bahwa nama Veda Ega Pratama mulai menarik perhatian internasional. Apalagi Moto3 selama ini didominasi pembalap Eropa dan Amerika Latin.

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Tutup Total Mulai 29 Mei, Berikut Ini Jalur Alternatifnya

Hakim Danish Tuding Veda Lakukan Track Limits

Di tengah pujian untuk Veda Ega Pratama, drama justru muncul dari rival Asia Tenggara, Hakim Danish. Rider Malaysia itu terlihat kecewa setelah hanya finis di posisi keenam pada sesi practice Moto3 Mugello 2026.

Dalam wawancara dengan media paddock, Hakim Danish menuding hasil Veda seharusnya tidak sah karena diduga melakukan pelanggaran track limits.

“Kalau dilihat ulang, mungkin dia melewati batas trek. Harusnya posisinya tidak di situ,” ujar Hakim Danish.

Tak berhenti di situ, Danish kembali melontarkan komentar kontroversial. Ia bahkan menyebut Veda Ega Pratama seharusnya finis di posisi ke-10 jika aturan diterapkan dengan ketat.

Komentar tersebut langsung memancing reaksi netizen Indonesia. Banyak penggemar MotoGP menilai tudingan itu berlebihan karena Race Direction tidak memberikan penalti kepada Veda.

Kontroversi makin memanas lantaran tidak ada bukti resmi yang menunjukkan adanya pelanggaran track limits dari rider Indonesia tersebut. Sebaliknya, performa Veda dianggap murni hasil perkembangan pesat sepanjang Moto3 2026.

Musim ini Veda memang tampil cukup konsisten. Dalam enam seri awal Moto3 2026, ia beberapa kali mampu finis di zona poin meski start dari posisi belakang.

Pada Moto3 Catalunya 2026 misalnya, Veda start dari posisi ke-20 dan berhasil finis kedelapan. Sebelumnya di Moto3 Spanyol, ia juga melakukan comeback dari posisi ke-17 hingga finis keenam.

Baca Juga: GPM Tanggunggunung Tulungagung Digelar Dua Hari, Camat Pastikan Harga Pangan Masih Stabil Jelang Idul Adha

Maximo Quiles Bela Veda dan Bongkar Kelebihannya

Di tengah kontroversi tersebut, sahabat dekat Veda di paddock, Maximo Quiles, langsung memberikan pembelaan. Rider muda Spanyol itu menegaskan hasil Veda Ega Pratama di Mugello didapat lewat kerja keras.

“Veda memang cepat. Semua orang di paddock tahu itu,” ujar Maximo Quiles.

Menurut Quiles, Veda bukan tipe pembalap yang mencari keuntungan dengan cara curang di lintasan. Ia justru dikenal pekerja keras dan terus berkembang dari seri ke seri.

“Dia selalu bekerja keras untuk setiap lap,” katanya.

Quiles juga membocorkan salah satu kelebihan terbesar Veda Ega Pratama, yakni kemampuan adaptasi yang sangat cepat dibanding rookie lain.

“Orang-orang belum melihat kemampuan terbaiknya. Dia belajar sangat cepat dibanding banyak rookie lain,” ucap Quiles.

Pernyataan tersebut membuat banyak penggemar Indonesia semakin optimistis melihat masa depan Veda di Moto3 bahkan MotoGP. Pasalnya, kemampuan race pace, overtake, hingga kontrol emosi rider muda Indonesia itu terus mengalami peningkatan signifikan.

Jika mampu tampil konsisten dan memperbaiki posisi start di sesi kualifikasi, peluang Veda Ega Pratama untuk meraih podium bahkan kemenangan pertama di Moto3 2026 semakin terbuka lebar.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Hakim Danish #Moto3 Mugello 2026 #Alessandro Del Piero