Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Veda Ega Pratama Disebut Jadi Puzzle Terakhir Honda Team Asia, Digadang Bisa Bawa Indonesia Rutin Naik Podium Moto3

Gita Dwi Nuraini • Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:33 WIB
Veda Ega Pratama disebut jadi puzzle terakhir Honda Team Asia dan diprediksi mampu membawa Indonesia rutin naik podium Moto3 2026.(Gemini AI)
Veda Ega Pratama disebut jadi puzzle terakhir Honda Team Asia dan diprediksi mampu membawa Indonesia rutin naik podium Moto3 2026.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah disebut sebagai “kepingan puzzle terakhir” Honda Team Asia untuk melanjutkan tradisi pembalap Asia di Grand Prix dunia. Rider muda Indonesia itu dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di Moto3 2026 dan membawa Merah Putih rutin bertarung di papan depan.

Nama Veda Ega Pratama memang semakin diperbincangkan menjelang Moto3 2026. Pembalap asal Gunungkidul tersebut dianggap sebagai talenta terbaik Indonesia yang lahir dari sistem pembinaan Honda Team Asia sejak level junior.

Honda Team Asia sendiri dikenal sebagai program pengembangan pembalap Asia yang dibangun sejak 2013 oleh mantan juara dunia 250cc asal Jepang, Hiroshi Aoyama. Tim ini memiliki misi mencetak pembalap Asia agar mampu bersaing dengan dominasi rider Spanyol dan Italia di Grand Prix.

Baca Juga: Jatim Pingpong Super League 2026 Digelar di Tulungagung, PTMSI Target Tembus Podium

Honda Team Asia Dibangun untuk Cetak Juara Asia

Honda Team Asia bukan sekadar tim balap biasa. Program ini dibuat sebagai jalur pembinaan pembalap Asia dari level dasar hingga kejuaraan dunia MotoGP.

Hiroshi Aoyama mendirikan sistem tersebut setelah melihat sulitnya pembalap Asia menembus persaingan Eropa. Melalui Asia Talent Cup, Honda mulai mencari pembalap muda berbakat dari berbagai negara Asia.

Program itu kemudian melahirkan sejumlah nama besar seperti Ai Ogura dan Somkiat Chantra. Keduanya sukses menembus kelas Grand Prix dan menjadi simbol keberhasilan sistem pembinaan Honda Team Asia.

Indonesia juga ikut merasakan dampaknya. Sebelum Veda Ega Pratama, beberapa pembalap seperti Dimas Ekky, Andi Gilang, hingga Mario Suryo Aji lebih dulu mendapat kesempatan tampil di level dunia.

Kini perhatian tertuju kepada Veda yang dinilai memiliki potensi lebih besar dibanding generasi sebelumnya. Apalagi pembalap muda Indonesia itu tampil impresif sejak level junior.

Baca Juga: Jembatan Gondang 1 Tulungagung Tutup Total Mulai 29 Mei, Berikut Ini Jalur Alternatifnya

Veda Ega Dominan di Asia Talent Cup dan Rookies Cup

Veda Ega Pratama mulai mencuri perhatian ketika tampil dominan di Asia Talent Cup 2023. Dalam musim tersebut, ia berhasil meraih sembilan kemenangan dari total 12 balapan.

Catatan itu membuat Veda dianggap sebagai salah satu talenta muda terbaik Asia dalam beberapa tahun terakhir. Performanya berlanjut saat tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup di Eropa.

Banyak pihak awalnya meragukan kemampuan Veda beradaptasi dengan sirkuit Eropa dan cuaca dingin. Namun pembalap Indonesia itu justru mampu bersaing di grup depan melawan rider-rider muda dari Spanyol dan Italia.

Hasil tes pramusim Moto3 2026 di Jerez juga disebut menunjukkan perkembangan pesat Veda bersama motor Honda NSF250RW. Adaptasinya dinilai sangat cepat meski baru menjalani musim debut di kelas Grand Prix dunia.

“Veda bukan hanya cepat, tetapi juga punya kemampuan adaptasi yang sangat baik,” demikian narasi yang disampaikan dalam video tersebut.

Keberhasilan itu membuat ekspektasi terhadap Veda semakin tinggi. Banyak pengamat mulai memprediksi dirinya mampu bersaing dalam perebutan gelar Rookie of the Year Moto3 2026.

Baca Juga: PNM Siapkan Mental Wirausaha 2.700 Siswa SMK Se-Indonesia Lewat PNM Mengajar

Target Besar Veda Ega di Moto3 2026

Masuknya Veda Ega Pratama ke Honda Team Asia Moto3 2026 disebut bukan sekadar memberi slot untuk pembalap Indonesia. Keputusan tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk melanjutkan regenerasi pembalap Asia di Grand Prix.

Honda Team Asia dinilai membutuhkan pembalap yang mampu meneruskan tradisi podium setelah era Ai Ogura dan Somkiat Chantra. Veda kini dipandang sebagai kandidat terkuat untuk melanjutkan estafet tersebut.

Ekspektasi terhadap rider muda Indonesia itu juga sangat besar. Dunia balap Asia mulai berharap Veda mampu menjadi pembalap Indonesia pertama yang konsisten bersaing di grup depan Moto3.

Bahkan, sebagian pengamat percaya Veda berpotensi membawa Merah Putih rutin naik podium di ajang Grand Prix dunia jika mampu menjaga konsistensi performanya.

Moto3 2026 pun diprediksi menjadi awal penting perjalanan karier Veda Ega Pratama. Dukungan besar publik Indonesia kini mengiringi langkah pembalap muda tersebut untuk menghadapi persaingan ketat melawan rider-rider terbaik dunia.

Jika mampu tampil konsisten, Veda bukan hanya menjadi kebanggaan Indonesia, tetapi juga simbol kebangkitan pembalap Asia Tenggara di level Grand Prix internasional.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #Hiroshi Aoyama #Moto3 2026 #motogp indonesia