RADAR TULUNGAGUNG - Nama Veda Ega Pratama kembali mengguncang jagat Moto3 2026 setelah pembalap muda asal Gunung Kidul itu tampil luar biasa di tengah tekanan brutal balapan Eropa. Performa Veda Ega Pratama di Mugello bahkan memunculkan perbandingan dengan legenda MotoGP, Valentino Rossi, karena gaya balap agresif dan keberaniannya saat duel di tikungan cepat.
Pembalap rookie Honda Team Asia tersebut menjadi sorotan utama di paddock Moto3 musim 2026. Banyak pengamat menyebut Veda bukan sekadar pendatang baru, melainkan ancaman nyata bagi dominasi pembalap Eropa di kelas ringan Grand Prix.
Sorotan terhadap Veda Ega Pratama semakin besar setelah data telemetri Honda Team Asia menunjukkan kemampuan teknis yang tidak lazim untuk ukuran rookie. Di usia yang masih sangat muda, Veda mampu mencatat performa pengereman ekstrem dan corner speed tinggi yang membuat para mekanik Jepang terpukau.
Telemetri Veda Ega Pratama Bikin Insinyur Moto3 Terkejut
Performa Veda Ega Pratama mulai menarik perhatian sejak awal musim Moto3 2026. Motor Honda NSF250RW yang terkenal sulit dikendalikan justru mampu dijinakkan dengan cepat oleh pembalap Indonesia tersebut.
Dalam data telemetri tim, Veda disebut memiliki teknik late braking yang sangat agresif. Ia mampu menekan tuas rem lebih dalam dibanding beberapa pembalap senior yang sudah tiga musim berlaga di Moto3.
Tidak hanya itu, kemampuan corner speed Veda juga dianggap sangat matang. Saat motor berada di titik kemiringan maksimal, ia tetap bisa menjaga racing line tanpa kehilangan keseimbangan.
“Catatan datanya tidak terlihat seperti rookie,” ungkap salah satu narasi yang ramai dibahas di paddock Moto3 2026.
Kecepatan adaptasi Veda membuat banyak pihak mulai membandingkannya dengan gaya balap muda Valentino Rossi di era 125cc. Aura tenang, keberanian mengambil risiko, serta kecerdasan membaca situasi balapan dianggap menjadi kombinasi langka yang jarang dimiliki pembalap debutan.
Musim ini, Veda juga tercatat sebagai salah satu rookie paling konsisten di Moto3. Ia mampu bersaing di papan tengah hingga barisan depan meski menghadapi tekanan besar dari pembalap-pembalap Eropa.
Sirkuit Mugello Jadi Arena Pembuktian Veda Ega Pratama
Sirkuit Mugello, Italia, menjadi salah satu ujian terbesar bagi Veda Ega Pratama musim ini. Trek sepanjang 5,2 kilometer tersebut terkenal sangat teknis dengan 15 tikungan cepat dan lintasan lurus lebih dari 1 kilometer.
Mugello sebenarnya bukan tempat asing bagi Veda. Pada musim 2025 di ajang Red Bull Rookies Cup, pembalap asal Gunung Kidul itu sukses mencetak kemenangan ganda yang membuat namanya mulai dikenal di Eropa.
Karakter sirkuit yang mengalir dan penuh tikungan cepat dinilai cocok dengan gaya balap Veda yang agresif namun tetap presisi.
Namun balapan Moto3 2026 di Mugello berlangsung jauh lebih brutal. Sejak lap pertama, Veda harus menghadapi tekanan besar akibat taktik slipstream para rival Eropa yang berusaha mengunci pergerakannya.
Situasi semakin menegangkan ketika motornya mengalami senggolan keras di tikungan Bucine. Insiden tersebut membuat posisi Veda sempat terlempar dari grup depan dan menjauh dari perebutan podium.
Di dalam garasi Honda Team Asia, suasana disebut sempat tegang. Para mekanik khawatir tekanan atmosfer Italia akan menghancurkan momentum rookie Indonesia tersebut.
Namun dalam dua lap terakhir, Veda justru tampil luar biasa. Ia melakukan manuver late braking agresif di tikungan San Donato dan berhasil melewati beberapa rival sekaligus dalam satu pengereman bersih.
Aksi nekat itu membuat komentator internasional terpukau karena dilakukan di area yang sangat berbahaya dengan kecepatan lebih dari 200 km/jam.
Veda Ega Pratama Satukan Fans Rossi dan Marc Marquez
Fenomena Veda Ega Pratama ternyata tidak hanya terjadi di lintasan balap. Di media sosial, pembalap Indonesia itu juga menciptakan momen unik yang jarang terjadi di dunia MotoGP.
Veda sempat mengaku bahwa idolanya adalah Marc Marquez, bukan Valentino Rossi. Alasannya sederhana karena Rossi dianggap berasal dari generasi berbeda.
Pernyataan itu sempat memancing reaksi media Italia yang dikenal sangat fanatik terhadap Rossi. Namun di luar dugaan, banyak fans MotoGP justru mulai memberikan dukungan besar kepada Veda.
Bahkan fans fanatik Rossi dan Marquez yang selama ini terkenal sering berseteru disebut mulai bersatu demi mendukung perjuangan pembalap Indonesia di Moto3 2026.
Performa heroik Veda di Mugello menjadi simbol bahwa pembalap Indonesia kini tidak lagi dipandang sebelah mata di level dunia. Dari Gunung Kidul hingga lintasan sakral Italia, Veda Ega Pratama perlahan menulis sejarah baru bagi balap motor Indonesia.
Editor : Gita Dwi Nuraini