RADAR TULUNGAGUNG - Nama Veda Ega Pratama kembali mengguncang paddock Moto3 Catalunya 2026 setelah pembalap muda asal Gunung Kidul itu harus memulai balapan dari posisi ke-21 akibat terjebak traffic pada sesi kualifikasi. Meski begitu, legenda MotoGP Valentino Rossi justru memuji gaya balap Veda dan menyebutnya sebagai rider “cerdas dan berbahaya” yang berpotensi menciptakan comeback besar di Catalunya.
Situasi di Sirkuit Catalunya, Barcelona, Sabtu 16 Mei 2026, memang berlangsung penuh drama. Temperatur lintasan yang dingin, angin kencang, dan minim grip membuat banyak pembalap kesulitan menemukan ritme terbaik. Namun perhatian publik justru tertuju kepada Veda Ega Pratama, rider muda Indonesia berusia 17 tahun yang kini membela Honda Team Asia di kelas Moto3.
Veda sebenarnya tampil cukup menjanjikan pada sesi Q1. Ia sempat mencatat waktu 1 menit 47,687 detik dan berada di posisi kedua. Namun pada percobaan terakhir, pembalap asal Wonosari, Gunung Kidul, itu gagal mendapatkan putaran bersih setelah terjebak kepadatan pembalap di lintasan.
Akibatnya, catatan waktu terbaik 1 menit 47,637 detik hanya mampu menempatkannya di posisi ketujuh Q1 dan membuatnya harus start dari grid ke-21 pada balapan utama.
Valentino Rossi Sebut Veda Ega Pratama Sangat Berbahaya
Drama posisi start belakang justru memunculkan komentar mengejutkan dari Valentino Rossi. Legenda hidup MotoGP itu dikabarkan melihat kemiripan gaya balap Veda dengan aksi comeback legendarisnya di GP Valencia 2015.
Kala itu Rossi start dari posisi ke-26 dan berhasil finis di posisi keempat setelah melakukan manuver agresif sepanjang balapan. Rossi menilai Veda memiliki kecerdasan balap dan keberanian yang jarang dimiliki pembalap muda.
“Saya melihat sesuatu yang berbeda di dalam diri Veda. Dia rider yang cerdas, unik, jenius, dan sangat berbahaya bagi lawannya,” ujar Rossi seperti dikutip dalam narasi video tersebut.
Rossi juga menyoroti kemampuan overtake Veda yang dinilai sangat presisi saat memanfaatkan celah di tikungan cepat Catalunya. Menurutnya, jika Honda Team Asia mampu menemukan setelan motor yang tepat untuk kondisi cuaca ekstrem Barcelona, peluang Veda menembus lima besar bahkan podium masih terbuka lebar.
Komentar Rossi tersebut langsung memicu reaksi besar di paddock Moto3. Banyak pengamat mulai menilai pembalap Indonesia itu memiliki mental bertarung yang berbeda dibanding rider rookie lainnya.
Traffic Brutal dan Cuaca Dingin Jadi Kendala Utama
Veda Ega Pratama mengakui sesi kualifikasi Catalunya berjalan sangat sulit. Faktor suhu lintasan yang rendah membuat grip ban menjadi minim dan mengurangi rasa percaya diri saat memasuki tikungan cepat.
Pada sesi latihan bebas FP1, Veda bahkan sempat tercecer di posisi ke-23 sebelum perlahan memperbaiki performa motor bersama Honda Team Asia.
“Kondisi lintasan sangat tricky sejak latihan bebas. Tapi kami terus melakukan evaluasi dan motor terasa lebih baik di sesi berikutnya,” ujar Veda.
Masalah terbesar datang saat time attack terakhir di Q1. Ketika sedang membangun putaran tercepat, jalur Veda tertutup beberapa pembalap yang melambat di racing line. Situasi itu membuat ritme balapnya terganggu dan gagal mempertajam waktu secara maksimal.
Di sisi lain, rival asal Malaysia Hakim Danish yang sebelumnya tampil dominan di sesi latihan bebas justru gagal memenuhi ekspektasi. Danish hanya mampu start dari posisi ke-10 meski sempat mencatat waktu tercepat pada FP1.
Hasil tersebut membuat banyak fans Moto3 menilai tekanan mental di sesi resmi jauh lebih berat dibanding latihan bebas biasa.
Veda Ega Pratama Dinilai Simpan Strategi Rahasia
Meski hanya start dari posisi ke-21, banyak pihak percaya Veda Ega Pratama masih menyimpan potensi besar untuk balapan utama Moto3 Catalunya 2026.
Legenda MotoGP Dani Pedrosa bahkan menyebut gaya bermain Veda sangat unik karena sering terlihat biasa saja di latihan bebas, namun mampu tampil agresif saat kualifikasi dan race utama.
“Dia selalu punya kejutan besar di setiap sirkuit,” kata Pedrosa.
Data klasemen sementara Moto3 juga memperlihatkan konsistensi Veda sepanjang musim 2026. Saat ini ia berada di posisi kelima klasemen dunia, sedangkan Hakim Danish masih tercecer di posisi ke-12.
Catatan itu menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia tersebut tidak hanya mengandalkan keberuntungan, tetapi juga memiliki stabilitas performa di tengah ketatnya persaingan Eropa.
Balapan utama Moto3 Catalunya 2026 sendiri akan berlangsung Minggu 17 Mei 2026. Start dari barisan belakang membuat Veda harus menjalankan strategi agresif sejak lap awal jika ingin mengejar zona poin atau bahkan menciptakan comeback sensasional.
“Saya akan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik saya untuk menyodok ke depan dan membuktikan Indonesia punya taji di level internasional,” tegas Veda.
Editor : Gita Dwi Nuraini