Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Veda Ega Pratama Dipaksa Lewat Q1 Moto3 Catalunya 2026, Tapi Justru Bikin Padock Eropa Ketar-ketir

Gita Dwi Nuraini • Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:57 WIB
Veda Ega Pratama dipaksa lewat Q1 Moto3 Catalunya 2026, namun performanya justru bikin rival Eropa dan KTM mulai ketar-ketir.(Gemini AI)
Veda Ega Pratama dipaksa lewat Q1 Moto3 Catalunya 2026, namun performanya justru bikin rival Eropa dan KTM mulai ketar-ketir.(Gemini AI)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Veda Ega Pratama menjadi sorotan utama Moto3 Catalunya 2026 setelah dipaksa memulai perjuangan dari jalur kualifikasi Q1. Meski hanya finis di posisi ke-13 pada sesi FP2, pembalap muda Indonesia itu justru mendapat pujian dari komentator MotoGP Mateo Guerinoni dan mulai dianggap ancaman serius oleh rival-rival Eropa.

Rider asal Gunung Kidul tersebut mencatat waktu terbaik 1 menit 48,152 detik pada sesi FP2 di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Sabtu 16 Mei 2026. Hasil itu membuat Veda Ega Pratama harus berjuang lewat Q1 setelah sebelumnya lap terbaiknya dibatalkan akibat track limit dan terhambat traffic padat pada putaran terakhir.

Situasi itu membuat nama Veda Ega Pratama semakin ramai dibicarakan di paddock Moto3 Catalunya 2026. Banyak pengamat menilai pembalap Honda Team Asia tersebut masih memiliki peluang besar menembus podium karena dikenal kuat saat race utama berlangsung.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Resmi Naik Moto3 2026, Indonesia Cetak Sejarah Baru di Grand Prix Bersama Honda Team Asia

Veda Ega Pratama Tunjukkan Progres Kecepatan di Catalunya

Pada awal sesi FP2, Veda Ega Pratama sempat tercecer hingga posisi ke-21 dengan catatan waktu sementara 1 menit 49 detik. Namun, menjelang akhir sesi, dia mampu memperbaiki performa lewat time attack agresif hingga naik ke posisi ke-13.

Catatan waktunya juga mengalami peningkatan dibanding FP1 yang berada di angka 1 menit 50,142 detik. Sementara posisi tercepat FP2 ditempati Adrian Fernandez dari Leopard Racing dengan torehan 1 menit 47,412 detik.

Komentator MotoGP, Matteo Guerinoni, menyebut Veda sebagai pembalap muda yang memiliki kecerdasan taktik di atas rata-rata. Menurutnya, hasil latihan tidak bisa dijadikan patokan utama untuk menilai kemampuan rider Indonesia tersebut.

“Veda Ega pernah start dari posisi ke-17 di Jerez dan berhasil finis keenam. Itu bukti dia sangat cerdas secara taktis,” ujar Matteo Guerinoni dalam ulasan balapan Moto3 Catalunya 2026.

Veda saat ini juga berada di posisi kelima klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 50 poin. Dia hanya terpaut tiga angka dari posisi tiga besar klasemen dunia.

Baca Juga: Veda Ega Pratama Resmi Naik Moto3 2026, Indonesia Cetak Sejarah Baru di Grand Prix Bersama Honda Team Asia

Rival Eropa Mulai Waspadai Ancaman Veda Ega

Penampilan Veda Ega Pratama ternyata membuat kubu KTM mulai waspada. Bos KTM bahkan secara terbuka mengaku tidak ingin meremehkan kemampuan pembalap Indonesia tersebut meski harus melalui jalur Q1.

KTM sedang mengalami situasi sulit setelah pembalap mereka, Alvaro Carpe, beberapa kali mengalami crash sejak seri Le Mans. Pada FP2 Catalunya, Carpe kembali terjatuh dua kali.

Menurut kubu KTM, Veda Ega tetap berbahaya karena mampu tampil efektif dalam balapan penuh tekanan. Mereka menilai Sirkuit Catalunya yang lebar memberi banyak peluang untuk melakukan overtake saat race berlangsung.

Di sisi lain, rival regional dari Malaysia, Hakim Danish, tampil dominan pada sesi practice dengan catatan waktu tercepat 1 menit 46,493 detik. Namun statistik musim ini justru menunjukkan Veda lebih unggul.

Veda sudah mengumpulkan 50 poin musim ini, sedangkan Hakim Danish baru meraih 18 poin dan berada di posisi ke-15 klasemen sementara Moto3 2026. Dalam perebutan gelar rookie of the year, Veda juga unggul telak dengan selisih 32 poin.

Data tersebut memperlihatkan konsistensi Veda sebagai rookie yang mampu bersaing di barisan depan Moto3 musim ini.

Baca Juga: Kritik Mekanik Honda Team Asia Menggema, Veda Ega Pratama Justru Dipuji Usai Tampil Konsisten di Moto3 2026

Cuaca Dingin dan Track Limit Jadi Kendala Honda Team Asia

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengungkapkan bahwa kondisi cuaca dingin di Catalunya menjadi masalah besar bagi timnya.

Menurut Aoyama, temperatur rendah membuat grip ban depan menurun drastis sehingga pembalap kesulitan mendapatkan feeling maksimal saat menikung. Rekan setim Veda bahkan mengalami dua kecelakaan akibat kehilangan cengkeraman ban depan.

Selain faktor cuaca, Veda juga dirugikan oleh track limit dan kepadatan lintasan pada lap terakhir. Hal itu membuat catatan waktunya gagal menembus posisi aman menuju Q2.

Meski demikian, peluang Veda Ega Pratama masih terbuka lebar. Karakter Sirkuit Catalunya yang memiliki trek lurus sepanjang 1.047 meter dinilai cocok dengan gaya balap agresifnya.

Balapan utama Moto3 Catalunya 2026 digelar Minggu, 17 Mei 2026. Sebelumnya, sesi Q1 berlangsung pukul 17.45 WIB dan menjadi penentuan penting bagi Veda untuk merebut tiket menuju Q2.

Jika mampu lolos dari Q1 dan mendapatkan posisi start ideal, Veda diprediksi bisa kembali membuat kejutan seperti saat finis keenam dari posisi ke-17 di Jerez. Dengan performa yang terus meningkat, pembalap muda Indonesia itu kini menjadi salah satu ancaman serius bagi dominasi rider Eropa di Moto3 2026.

Editor : Gita Dwi Nuraini
#Veda Ega Pratama #Moto3 Catalunya 2026 #Honda Team Asia #Veda Ega Q1 Catalunya #Matteo Guerinoni