JAKARTA - Nama Feda Ega Pratama kembali mengguncang paddock Moto3 2026 jelang seri Italia di Sirkuit Mugello. Pembalap muda Indonesia itu disebut sukses membuat bos besar Aspar Team terkejut setelah performanya di sesi latihan dan simulasi balapan mulai mengancam dominasi rider-rider Eropa pengguna motor KTM.
Performa Feda Ega Pratama di Mugello menjadi perhatian besar karena rider Honda Team Asia tersebut dinilai tampil sangat kompetitif di salah satu sirkuit paling teknikal dalam kalender MotoGP. Bahkan rumor soal upgrade mesin Honda mulai membuat tim-tim KTM panik karena potensi perubahan persaingan di Moto3 Italia 2026.
Sorotan terhadap Feda bukan muncul secara tiba-tiba. Pembalap asal Gunungkidul itu memang punya sejarah luar biasa di Mugello sejak masih tampil di Red Bull Rookies Cup. Pada musim 2025, Feda sukses menyapu bersih kemenangan race 1 dan race 2 di sirkuit legendaris Italia tersebut.
Mugello Jadi Trek Favorit Feda
Keberhasilan Feda di Mugello sebelumnya membuat banyak pengamat percaya karakter sirkuit tersebut sangat cocok dengan gaya balap agresifnya. Trek lurus panjang dipadukan tikungan cepat seperti Casanova dan Savelli dianggap sesuai dengan kemampuan late braking dan duel wheel to wheel milik rider Indonesia itu.
Bahkan saat debut di Red Bull Rookies Cup musim 2024, Feda sudah mampu bersaing di posisi lima besar dan bertarung melawan nama-nama seperti Alvaro Carpe hingga Maximo Quiles.
Karena itu, ketika Feda kembali tampil cepat di Mugello pada Moto3 2026, banyak pihak mulai melihat bahwa performanya bukan sekadar kejutan rookie semata.
Konsisten di Klasemen Moto3 2026
Saat ini Feda Ega Pratama berada di posisi lima besar klasemen sementara Moto3 2026 dengan koleksi 58 poin. Hasil tersebut membuatnya menjadi rookie terbaik musim ini dan mulai mendekati rider-rider elite Eropa.
Prestasi terbesar Feda sejauh ini adalah podium ketiga di GP Brasil. Selain itu, konsistensinya sepanjang musim juga menjadi pembeda dibanding banyak rookie lain.
Feda tercatat baru satu kali mengalami crash sepanjang musim, yakni di GP Amerika. Sementara rival-rival lain seperti David Almansa dan Guido Pini justru beberapa kali gagal finis akibat insiden di lintasan.
Salah satu penampilan paling impresif terjadi di Catalunya. Saat itu motor Honda miliknya mengalami kendala teknis dan membuatnya harus start dari posisi ke-20. Namun Feda mampu melakukan comeback luar biasa hingga finis di posisi kedelapan.
Baca Juga: Gaji 13 ASN dan Pensiunan Cair 2 Juni 2026, Taspen Tegaskan Tak Ada Rapelan dan Kenaikan Gaji
Honda Disebut Siapkan Upgrade Mesin
Di balik performa Feda, Honda Team Asia sempat mendapat kritik tajam usai GP Catalunya. Pengamat MotoGP menilai setup gearbox dan rasio gigi motor Honda NSF250RW milik Feda menjadi penyebab utama kurang maksimalnya akselerasi di lintasan lurus.
Kesalahan setup tersebut membuat motor Honda kalah top speed dibanding KTM saat keluar tikungan. Kritik itu kemudian memunculkan rumor bahwa Honda Racing Corporation atau HRC langsung menyiapkan paket upgrade khusus untuk Moto3 Italia 2026.
Upgrade tersebut disebut difokuskan pada peningkatan performa mesin dan gearbox agar Honda bisa lebih kompetitif di trek lurus Mugello yang terkenal sangat cepat.
Baca Juga: Gaji 13 Pensiunan Cair 2 Juni 2026, Taspen Tegaskan Tidak Ada Rapelan dan Kenaikan Gaji
Situasi ini langsung membuat tim-tim KTM mulai waspada. Sebab jika Honda berhasil meningkatkan top speed, maka kombinasi motor kompetitif dan kemampuan balap Feda bisa menjadi ancaman serius di Mugello.
Bos Aspar dan Ducati Mulai Tertarik
Performa Feda Ega Pratama ternyata juga mulai menarik perhatian tim-tim besar Eropa. Salah satu rumor yang berkembang di paddock menyebut bos Aspar Team memberikan pujian langsung terhadap gaya balap rider Indonesia tersebut.
Aspar disebut melihat Feda sebagai talenta yang memiliki potensi besar jika mendapat paket motor lebih kompetitif. Rumor lain bahkan menyebut tim asal Spanyol itu siap membuka pembicaraan untuk musim depan.
Baca Juga: Gaji 13 Pensiunan Cair 2 Juni 2026, Taspen Tegaskan Tidak Ada Rapelan dan Kenaikan Gaji
Tidak hanya Aspar, Ducati juga dikabarkan mulai memantau perkembangan Feda. Meski tidak memiliki tim resmi di Moto3, Ducati dikenal aktif mencari talenta muda untuk proyek jangka panjang menuju Moto2 dan MotoGP.
Karakter balap Feda yang agresif namun tenang dinilai cocok dengan filosofi motor Eropa modern. Beberapa petinggi Ducati bahkan disebut beberapa kali terlihat memantau aktivitas garasi Honda Team Asia di Mugello.
Di luar lintasan, Feda juga mendapat simpati publik internasional karena sikap rendah hatinya. Pembalap muda Indonesia itu disebut memilih menyerahkan bonus miliaran rupiah hasil prestasi balap kepada sang ibu di kampung halaman.
Kombinasi prestasi di lintasan dan sikap sederhana di luar balapan membuat nama Feda Ega Pratama kini semakin dicintai penggemar MotoGP dunia. Dan dengan performa yang terus meningkat di Moto3 2026, peluang rider Indonesia itu menuju level lebih tinggi semakin terbuka lebar.
Editor : Novica Satya Nadianti