MEDAN - Langkah berani dan tanpa kompromi langsung diambil oleh pelatih kepala Nova Arianto menjelang bergulirnya turnamen bergengsi Piala AFF U-19 2026. Demi memenuhi kuota regulasi turnamen, tiga nama resmi dicoret dari skuad Garuda Nusantara setelah melalui proses seleksi super ketat di Yogyakarta. Menariknya, ketegasan dari Coach Nova ini sampai memakan korban satu pemain diaspora, Igor Sanders, yang terpaksa tersisih bersama dua pilar lokal, Fahri dan Aliano.
Dengan tersisinya Igor Sanders, kini komposisi pemain keturunan yang bertahan di dalam tim nasional menyisakan enam pemain diaspora saja. Mereka dipersiapkan untuk segera diboyong menuju Medan, tempat berlangsungnya turnamen regional tersebut. Meskipun harus mengambil keputusan berat dengan mencoret beberapa nama potensial, Nova Arianto mengaku sangat puas dengan progres pesat yang ditunjukkan anak asuhnya sepanjang pemusatan latihan.
Ketegasan dalam meramu taktik ini menjadi cerminan nyata bagaimana mentalitas Nova Arianto bawa Garuda Nusantara ke Piala Asia U-20 dengan pondasi tim yang jauh lebih kuat serta disiplin tinggi. Mantan asisten pelatih Shin Tae-yong tersebut sengaja menanamkan standar tinggi di dalam tim. Targetnya tidak main-main, Indonesia harus lolos ke putaran final Piala Asia U-2027 di China dengan status terhormat, sekaligus menghapus memori kelam edisi sebelumnya ketika skuad Merah Putih gugur di fase grup.
Arkan Kaka Jadi Predator Mematikan
Sebagai ujian awal sebelum bertarung di level benua, kolektivitas tim racikan Nova Arianto sudah memperlihatkan lompatan performa yang sangat memukau. Timnas U-19 tampil begitu bersinar di laga uji coba terbaru seiring makin tajamnya Arkan Kaka sebagai predator mematikan di lini depan. Ketangguhan striker jangkung setinggi 188 cm milik Persis Solo tersebut terbukti lewat sumbangan gol krusialnya saat skuad Garuda Nusantara mengandaskan klub Liga 4 Persebi Boyolali dengan skor 2-1, serta kala melumat Persak Kebumen enam gol tanpa balas.
Modal mewah kombinasi materi pemain jebolan Piala Dunia U-17, mulai dari Welber Jardim, Amar Brkic, hingga Evandra Florasta dan Matthew Baker, dinilai lebih dari cukup untuk mempertahankan trofi juara. Ketangguhan sang predator dan kolektivitas tim ini akan langsung diuji pada partai pembuka Grup A kontra Myanmar pada Senin, 1 Juni 2026, disusul laga melawan Timor Leste dan duel penentu kontra Vietnam.
Kabar Rumit Mees Hilgers di Eropa
Sementara fokus pembinaan usia muda di bawah arahan Nova Arianto berjalan sesuai rencana, kabar mengejutkan justru datang dari kancah sepak bola Eropa mengenai masa depan benteng pertahanan Timnas Indonesia senior. Rencana besar bek tangguh, Mees Hilgers, untuk hengkang ke klub baru di bursa transfer musim panas ini dipastikan berantakan. Kronologi perpanjangan kontrak otomatis sang pemain di FC Twente akhirnya terbongkar ke publik dan memicu perbincangan hangat.
Berdasarkan laporan media Belanda Twente Update, kontrak bek berusia 25 tahun berharga 4 juta euro tersebut otomatis bertambah satu musim hingga pertengahan 2027 karena regulasi profesional setempat. Pihak manajemen klub tidak melayangkan surat pembatalan sebelum tenggat waktu 1 April, sementara agen Mees Hilgers murni melewatkan batas waktu pemutusan kontrak pada 16 Mei. Akibat kelalaian tersebut, peluang Hilgers untuk bergabung dengan klub Ligue 1 Prancis, Stade Brestois 29, yang hampir terealisasi harus kandas di detik-detik akhir. Kendati demikian, publik tanah air tetap berharap pilar utama Timnas Indonesia ini bisa segera bangkit mengembalikan performa terbaiknya di lapangan hijau.
Editor : Natasha Eka Safrina