JAKARTA - Gelandang muda andalan Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan, akhirnya kembali bergabung dalam pemusatan latihan setelah sempat menepi cukup lama akibat cedera panjang. Kembalinya motor serangan skuad Garuda ini langsung menghadirkan angin segar sekaligus cerita menarik di dalam internal tim. Tanpa ragu, pemain yang musim ini dipinjamkan oleh Oxford United ke AS Trencin tersebut blak-blakan membongkar sosok asli dan karakter dari pelatih anyar Indonesia, John Herdman.
Meskipun ini menjadi momen pertama kalinya mereka bekerja sama, Marselino Ferdinan mengaku langsung mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari juru taktik asal Inggris tersebut. Mantan penggawa Persebaya Surabaya ini memuji pendekatan komunikatif serta metode latihan berkualitas tinggi yang diterapkan oleh John Herdman di lapangan. Pendekatan humanis dan kedisiplinan taktik Eropa yang dibawa sang arsitek dinilai sukses membawa atmosfer baru demi membangun fondasi kokoh menuju target besar lolos Piala Dunia 2030 serta kompetisi ASEAN Mitsubishi Electric Cup 2026.
"Saya sangat yakin tim ini bisa menjadi tim yang jauh lebih baik untuk ke depannya," ujar Marselino Ferdinan dengan penuh optimisme. Hubungan awal yang manis antara pemain dan pelatih ini dipercaya menjadi kepingan teka-teki yang selama ini dicari untuk mengubah potensi besar skuad Garuda menjadi kekuatan menakutkan di level Asia.
Duel Sengit Konsol Game dengan Tom Haye
Di luar ketegangan taktik lapangan hijau, kehangatan internal skuad Garuda juga melahirkan cerita yang sangat menghibur publik. Momen seru tersebut pecah dalam acara kolaborasi antara Asport FC dan PSSI yang digelar di Bengkel Space, Jakarta. Sebelum acara inti dimulai, Marselino Ferdinan kedapatan asyik terlibat duel ketangkasan bermain video game sepak bola di konsol PS5 melawan gelandang senior, Tom Haye.
Tensi permainan mendadak meninggi karena keduanya sesekali saling melontarkan ejekan bernada candaan. Tom Haye yang menahkodai timnas Inggris terlibat perang urat syaraf yang sengit melawan Marselino yang mengandalkan skuad Portugal. Laga berjalan seimbang, namun ketenangan sang profesor teruji setelah Tom Haye secara dramatis sukses menjebol gawang Marselino di penghujung laga sekaligus mengunci kemenangan tipis 2-1. Marselino pun tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya karena kini ia bisa memainkan karakternya sendiri di dalam game tersebut.
Akselerasi Matthew Baker dan Kode Tristan Gooijer
Sementara itu, John Herdman juga mengambil langkah berani dalam sesi latihan taktis di Stadion Madya, Jakarta. Demi mempercepat regenerasi skuad, Herdman mendadak menarik bek muda berusia 17 tahun milik Melbourne City FC, Matthew Baker, untuk dipoles langsung di level senior. Padahal, Matthew Baker sendiri merupakan pilar utama Timnas U-19 besutan Nova Arianto yang sedang bersiap menghadapi Piala AFF U-19 dan kualifikasi Piala Asia U-20.
Baker sengaja dilibatkan dalam daftar 26 pemain senior untuk menyerap visi bermain dan kedewasaan taktik sejak dini, termasuk diuji berduel fisik satu lawan satu dengan penyerang sekelas Jens Raven. Kendati digembleng keras, tenaga Baker dipastikan disimpan dan tidak akan diturunkan saat tim senior bersua Oman serta Mozambik di FIFA Match Day demi menjaga kondisinya.
Di sisi lain, rencana penambahan amunisi baru berlabel kompetisi elit Eropa tampaknya makin dekat bagi Timnas Indonesia. Bek muda milik Ajax Amsterdam yang sempat dipinjamkan ke PEC Zwolle, Tristan Gooijer, baru-baru ini kedapatan melempar kode keras. Tristan terlihat menikmati suasana liburan di Bali dengan membaur bersama masyarakat lokal sambil bermain sepak bola jalanan. Kedekatan emosional ini dianggap suporter sebagai sinyal positif sebelum sang pemain menentukan masa depan internasionalnya melalui proses naturalisasi bersama PSSI.
Editor : Natasha Eka Safrina