JAKARTA - Pasangan ganda putra Indonesia Raymond Indra dan Nikolaus Joakin semakin percaya diri menghadapi final Indonesia Open 2026. Setelah memastikan tempat di partai puncak turnamen BWF Super 1000, keduanya kini membidik gelar juara sekaligus memasang target baru menembus peringkat tujuh besar dunia.
Keberhasilan Raymond Indra dan Nikolaus Joakin lolos ke final Indonesia Open 2026 menjadi pencapaian penting dalam perjalanan karier mereka. Selain menjadi final Super 1000 pertama bagi pasangan tersebut, hasil ini juga mengantarkan mereka masuk jajaran 10 besar ranking dunia.
Dalam sesi konferensi pers usai semifinal, Raymond dan Joakin mengaku bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Mereka juga menyampaikan apresiasi kepada para pecinta bulu tangkis Indonesia yang setia memberikan dukungan hingga larut malam.
"Puji Tuhan kami bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan tidak ada yang cedera. Terima kasih kepada badminton lovers yang sudah menunggu sampai malam dan terus mendukung kami," ujar Raymond.
Sempat Ketat di Gim Kedua
Raymond mengakui pertandingan semifinal berjalan tidak mudah. Terutama pada gim kedua ketika skor sempat berjalan ketat hingga kedudukan imbang 16-16.
Meski demikian, ia terus meyakinkan dirinya bahwa kesempatan untuk menang tidak boleh disia-siakan.
"Di set kedua memang cukup ketat sampai 16 sama. Tapi saya terus percaya pada diri sendiri bahwa ini kesempatan yang harus dimanfaatkan. Saya terus bilang ke diri sendiri bahwa saya bisa," katanya.
Kepercayaan diri tersebut akhirnya menjadi salah satu faktor penting yang mengantar mereka meraih kemenangan dan mengamankan tiket final.
Derby Indonesia Jadi Modal Berharga
Pada semifinal, Raymond dan Joakin harus menghadapi sesama wakil Indonesia. Menurut mereka, duel antar pemain Indonesia selalu berlangsung menarik karena kedua pasangan sudah saling memahami karakter permainan masing-masing.
"Kalau lawan sesama Indonesia, kualitasnya sama-sama bagus. Kami sudah sering bertemu dan saling tahu permainan masing-masing," ujar Joakin.
Kemenangan tersebut menjadi modal berharga sebelum menghadapi pasangan Malaysia pada partai final Indonesia Open 2026.
Waspadai Pasangan Malaysia di Final
Menghadapi wakil Malaysia di partai puncak, Raymond dan Joakin mengaku sudah melakukan evaluasi dari pertemuan-pertemuan sebelumnya.
Mereka ingin tampil lebih baik dibandingkan pertandingan terdahulu dan berusaha mengeluarkan kemampuan terbaik saat final berlangsung.
"Kami akan evaluasi lagi pertandingan sebelumnya. Yang pasti kami ingin tampil lebih baik dan memberikan yang terbaik di final," kata Raymond.
Pasangan Indonesia itu juga berharap mendapat dukungan penuh dari publik tuan rumah saat bertanding di laga penentuan.
Target Baru Setelah Masuk Top 10 Dunia
Masuk 10 besar dunia sebenarnya menjadi target utama Raymond dan Joakin pada musim 2026. Namun setelah target tersebut tercapai lebih cepat dari perkiraan, keduanya langsung memasang sasaran yang lebih tinggi.
"Target awal kami memang masuk top 10 dunia tahun ini. Puji Tuhan sekarang sudah tercapai. Jadi target berikutnya tentu naik lagi menjadi top 7 atau top 8 dunia sampai akhir tahun," ungkap Joakin.
Pencapaian tersebut menjadi bukti perkembangan signifikan pasangan muda Indonesia yang terus menunjukkan konsistensi sepanjang musim.
Rahasia Chemistry di Luar Lapangan
Selain kemampuan teknis, kekompakan Raymond dan Joakin juga menjadi perhatian publik. Saat ditanya mengenai chemistry di luar lapangan, keduanya mengaku lebih sering menghabiskan waktu bersama saat mengikuti turnamen.
Menurut mereka, kebersamaan sederhana seperti makan bersama dan mengobrol menjadi cara efektif menjaga kekompakan sebagai pasangan ganda.
"Kalau saat turnamen kami sering makan bareng, ngobrol bareng. Kadang juga main game bersama. Itu yang membuat chemistry tetap terjaga," ujar Raymond sambil tersenyum.
Menjelang final Indonesia Open 2026, pasangan ini bertekad tampil tanpa beban meski mengakui tekanan sebagai wakil tuan rumah tetap ada. Mereka berharap bisa menutup perjalanan di turnamen bergengsi tersebut dengan gelar juara sekaligus mempersembahkan kebanggaan bagi bulu tangkis Indonesia.(*)
Editor : Anggi Septian A.P.