RADAR TULUNGAGUNG– Di balik gemilangnya performa Daejeon JungKwanJang Red Sparks di Liga Voli Korea (KOVO), terdapat sosok pemimpin yang memiliki rekam jejak karier penuh liku. Yum Hye-seon, sang kapten yang kini menjadi komandan di lapangan, telah melewati perjalanan panjang yang menguji mentalnya sebelum akhirnya menemukan rumah di Red Sparks.
Perjalanan profesional Yum Hye-seon dimulai dengan gemilang di Hyundai Hillstate. Ia adalah bagian dari skuad juara yang sukses mengantarkan tim tersebut meraih gelar liga voli Korea sebanyak dua kali. Namun, dunia voli profesional tidak selalu mulus. Pada 2017, ia berstatus bebas transfer (free agent) setelah negosiasi dengan Hyundai Hillstate tidak menemui titik temu.
Menjadi "Kartu Perdagangan"
Keputusan hengkang membawanya bergabung dengan Hwaseong IBK Altos. Sayangnya, performanya sempat mengalami pasang surut hingga ia harus rela menjadi setter cadangan ketika persaingan di posisi tersebut semakin ketat.
Puncak ketidakpastian kariernya terjadi pada akhir musim 2018-2019. Yum ditunjuk sebagai pemain kompensasi untuk Pyo Seung-ju dan dipindahkan ke GS Caltex. Saat itu, banyak pengamat memprediksi perpindahannya hanyalah sekadar "kartu perdagangan". Pasalnya, GS Caltex saat itu sudah memiliki setter mumpuni seperti Lee Go-eun dan An Hye-jin yang tampil solid.
Benar saja, hanya berselang sebulan, terjadi perdagangan 2 banding 1 antara GS Caltex dengan KGC Ginseng Corporation (kini Red Sparks). Yum Hye-seon ditukar ke KGC untuk mendatangkan pemain lain. Siapa sangka, perpindahan yang awalnya dipandang sebelah mata itu justru menjadi titik balik karier terbaik bagi sang setter veteran.
Jiwa Pemimpin di Red Sparks
Kepercayaan yang diberikan pelatih Ko Hee-jin untuk menjabat sebagai kapten tim Red Sparks setelah kepergian Lee So-young terbukti menjadi keputusan yang sangat tepat. Yum tidak hanya memberikan kontribusi lewat umpan-umpan matangnya, tetapi juga melalui jiwa kepemimpinan yang ditunjukkannya saat tim dalam kondisi tertekan.
Salah satu momen yang membuktikan dedikasinya terjadi saat Red Sparks berjumpa pemuncak klasemen, Pink Spiders, di putaran pertama. Meski harus absen karena cedera dan hanya bisa mendampingi rekan-rekannya dari bangku cadangan, kehadirannya tetap memberikan dampak psikologis yang besar. Laga tersebut sekaligus menjadi pembuktian bahwa Red Sparks benar-benar merasakan "kehilangan" besar setiap kali Yum tidak berada di lapangan.
Kini, Yum Hye-seon telah membuktikan bahwa status sebagai pemain yang sempat berpindah-pindah klub tidak mematahkan semangatnya. Ia berhasil membungkam kritik dengan konsistensi dan tanggung jawab yang ia pikul sebagai kapten. Perjalanan kariernya kini menjadi inspirasi bagi banyak pemain muda tentang arti ketangguhan, kesabaran, dan kemampuan bangkit dari situasi tersulit dalam dunia olahraga profesional.
Baca Juga: Profil Yum Hye-seon, Maestro Setter Korea di Balik Kedigdayaan Megawati Hangestri di Red Sparks