Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Hasil Moto3 Belanda 2026: Feda Ega Pratama Cuma Posisi 20 di FP1, tapi Ritmenya Bikin Optimistis, Siap Bikin Kejutan di Assen?

M. Helmi Nurhisam • Jumat, 26 Juni 2026 | 20:15 WIB
Hasil Moto3 Belanda 2026 FP1: Feda Ega Pratama finis posisi 20, namun ritmenya menjanjikan jelang Practice dan kualifikasi.(pinterest)
Hasil Moto3 Belanda 2026 FP1: Feda Ega Pratama finis posisi 20, namun ritmenya menjanjikan jelang Practice dan kualifikasi.(pinterest)

Radar TulungagungHasil Moto3 Belanda 2026 pada sesi latihan bebas pertama (FP1) memang belum berpihak kepada pembalap Indonesia Feda Ega Pratama. Rider Honda Team Asia itu hanya mengakhiri sesi di posisi ke-20. Namun, di balik hasil tersebut tersimpan sinyal positif yang membuat peluangnya tampil lebih kompetitif pada sesi berikutnya tetap terbuka.

Dalam hasil Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit TT Assen, Jumat (26/6/2026), Feda Ega lebih fokus mencari ritme balap dibanding mengejar catatan waktu tercepat. Strategi tersebut membuat pembalap berjulukan The Rocket Boy mampu mencatatkan putaran yang konsisten sepanjang sesi.

Meski hanya berada di peringkat ke-20, performa Feda dinilai mengalami perkembangan. Pembalap asal Gunungkidul itu terus memangkas waktu putarannya hingga menorehkan catatan terbaik 1 menit 41,970 detik, sebuah modal penting sebelum memasuki sesi Practice dan kualifikasi.

Fokus Cari Ritme, Bukan Kejar Time Attack

Sejak awal latihan bebas, Feda tidak langsung memaksakan diri memburu waktu tercepat. Pembalap berusia 17 tahun itu memilih memahami karakter lintasan Assen sambil membangun konsistensi lap demi lap.

Baca Juga: Arti Tibo Ratu hingga Tibo Pati Menurut Primbon Jawa, Kenali 6 Kategori Weton yang Diyakini Menentukan Arah Hidup

Pada tiga putaran cepat pertamanya, Feda mencatat waktu 1 menit 44 detik, kemudian meningkat menjadi 1 menit 44,3 detik sebelum akhirnya menembus 1 menit 42,7 detik.

Performa tersebut terus membaik selama sesi berlangsung. Bahkan pada run pertama, Feda mampu menjaga ritme di kisaran 1 menit 42 detik secara konsisten, meski saat itu masih berada di luar 15 besar.

Keputusan untuk mengutamakan simulasi balapan dibanding time attack menjadi strategi yang cukup masuk akal mengingat akhir pekan balapan masih panjang.

Pengalaman di Assen Jadi Modal Berharga

Lintasan TT Assen bukan tempat yang asing bagi Feda Ega Pratama. Pada ajang Red Bull Rookies Cup 2024, pembalap Indonesia itu pernah tampil cukup kompetitif dengan finis di posisi keempat dan ketujuh.

Pengalaman tersebut tampak membantu proses adaptasi pada Moto3 musim ini. Saat kembali ke lintasan sekitar 12 menit menjelang akhir sesi, Feda langsung menunjukkan peningkatan signifikan.

Dalam flying lap keduanya, ia membukukan waktu 1 menit 42,004 detik dan sempat naik ke posisi ke-13 sebelum akhirnya kembali turun akibat para rival juga memperbaiki catatan waktu.

Pada run terakhir, Feda kembali menjaga konsistensi selama tujuh lap beruntun dengan ritme 1 menit 42 detik sebelum akhirnya memperbaiki catatan terbaik menjadi 1 menit 41,970 detik.

Alvaro Carpe Tercepat, Persaingan Makin Ketat

Sementara itu, Alvaro Carpe tampil sebagai pembalap tercepat pada FP1 setelah membukukan waktu 1 menit 40,869 detik.

David Almansa dan Maximo Quiles menyusul di posisi kedua dan ketiga. Ketiganya langsung menunjukkan kecepatan sejak awal akhir pekan Moto3 Belanda 2026.

Di sisi lain, Hakim Danish dan Brian Uriarte juga tampil cukup kompetitif dengan finis di posisi ke-11 dan ke-12, sekitar setengah detik lebih cepat dibanding Feda.

Meski demikian, selisih waktu yang tidak terlalu jauh membuat peluang perubahan posisi masih sangat terbuka pada sesi berikutnya.

Modal Penting Jelang Practice dan Kualifikasi

Bagi Honda Team Asia, hasil FP1 lebih menjadi bahan evaluasi untuk menemukan setelan motor terbaik dibanding mengejar posisi klasemen sementara.

Konsistensi lap yang ditunjukkan Feda menjadi salah satu aspek positif yang bisa dimanfaatkan saat memasuki sesi Practice dan kualifikasi.

Jika mampu mempertahankan ritme sekaligus meningkatkan kecepatan satu lap, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia tersebut mampu menembus barisan depan dan bersaing memperebutkan posisi start yang lebih baik.

Moto3 Belanda 2026 sendiri masih menyisakan Practice, FP2, kualifikasi, hingga balapan utama yang akan digelar di Sirkuit TT Assen. Dengan perkembangan yang ditunjukkan pada FP1, peluang Feda Ega Pratama untuk bangkit masih terbuka lebar dan layak dinantikan para pecinta balap Tanah Air.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Honda Team Asia #Feda Ega Pratama #Hasil Moto3 Belanda 2026 #FP1 Moto3 Belanda #TT Assen Moto3 2026