Radar Tulungagung – Hasil Moto3 Belanda 2026 pada sesi Free Practice 1 (FP1), Jumat (26/6/2026), memang belum menempatkan pembalap Indonesia Feda Ega Pratama di papan atas. Rider Honda Team Asia itu mengakhiri latihan bebas pertama di posisi ke-20 dengan catatan waktu terbaik 1 menit 41,970 detik.
Meski demikian, hasil Moto3 Belanda 2026 tidak sepenuhnya mencerminkan performa sesungguhnya Feda. Sepanjang sesi, pembalap berjulukan The Rocket Boy justru lebih fokus membangun konsistensi lap dibanding melakukan time attack sejak awal. Strategi itu membuat ritme balapnya terlihat stabil dan terus mengalami peningkatan.
Bagi Feda, Moto3 Belanda 2026 menjadi kesempatan penting untuk melanjutkan tren positif musim debutnya di kelas Moto3. Berbekal pengalaman tampil di Assen saat Red Bull Rookies Cup, pembalap asal Gunungkidul itu diyakini masih berpeluang memperbaiki posisinya pada sesi Practice hingga kualifikasi.
Feda Pilih Bangun Ritme Sejak Awal
Berbeda dengan sejumlah rival yang langsung mengejar waktu tercepat, Feda menjalani FP1 dengan pendekatan yang lebih sabar.
Pada tiga putaran cepat pertamanya, waktu yang dibukukan terus membaik, mulai dari kisaran 1 menit 44 detik hingga akhirnya menembus 1 menit 42 detik. Setelah itu, ia mempertahankan ritme stabil dalam beberapa lap beruntun.
Strategi tersebut menunjukkan bahwa Honda Team Asia lebih memprioritaskan simulasi balapan dan adaptasi motor dibanding sekadar mengejar posisi pada latihan bebas pertama.
Hasilnya, Feda mampu menyelesaikan total 16 putaran tanpa mengalami kendala berarti.
Pengalaman di Assen Jadi Senjata
Sirkuit TT Assen bukanlah lintasan baru bagi Feda Ega Pratama. Pada Red Bull Rookies Cup 2024, pembalap Indonesia itu sempat mencuri perhatian dengan finis di posisi keempat dan ketujuh.
Bekal pengalaman tersebut terlihat membantu proses adaptasinya pada Moto3 musim ini. Ketika kembali ke lintasan pada run kedua, Feda langsung memangkas catatan waktunya secara signifikan.
Ia bahkan sempat menembus posisi ke-13 sebelum akhirnya turun ke urutan ke-20 karena hampir seluruh pembalap memperbaiki waktu pada menit-menit terakhir sesi.
Meski begitu, peningkatan performa sepanjang latihan menjadi sinyal positif menjelang sesi berikutnya.
Alvaro Carpe Kuasai FP1
Di sisi lain, Alvaro Carpe tampil sebagai pembalap tercepat setelah membukukan waktu 1 menit 40,869 detik.
David Almansa berada di posisi kedua, sedangkan pemimpin klasemen sementara Moto3, Maximo Quiles, menempati urutan ketiga.
Hakim Danish dan Brian Uriarte juga berhasil mengakhiri sesi di posisi ke-11 dan ke-12. Selisih waktu mereka dengan Feda hanya sekitar setengah detik, menandakan persaingan di kelas Moto3 musim ini berlangsung sangat rapat.
Dengan kondisi tersebut, perubahan posisi masih sangat mungkin terjadi pada sesi Practice maupun kualifikasi.
Peluang Bangkit Masih Terbuka
Meski belum mampu menembus 10 besar pada FP1, peluang Feda Ega Pratama untuk bangkit masih sangat besar.
Konsistensi lap yang ditunjukkan sepanjang latihan menjadi modal penting bagi Honda Team Asia untuk menyempurnakan setelan motor menjelang sesi berikutnya.
Jika mampu meningkatkan performa saat melakukan flying lap, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia itu dapat mengamankan posisi start yang lebih kompetitif pada balapan Moto3 Belanda 2026.
Akhir pekan di Assen sendiri masih menyisakan sesi Practice, FP2, kualifikasi, hingga balapan utama. Dengan progres yang ditunjukkan pada latihan bebas pertama, Feda Ega Pratama masih memiliki peluang besar untuk memberikan kejutan sekaligus mengincar tambahan poin penting dalam perburuan klasemen Moto3 musim 2026.
Editor : M. Helmi Nurhisam