Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Heboh GP Belanda 2026! Veda Ega Pratama Diserbu Fans di Assen, Lautan Merah Putih Bikin Eropa Terpukau, Popularitas Rider Indonesia Meledak

M. Helmi Nurhisam • Jumat, 26 Juni 2026 | 21:10 WIB
Veda Ega Pratama disambut ribuan fans di Assen jelang Moto3 GP Belanda 2026. Lautan Merah Putih warnai sirkuit, popularitasnya terus melejit.(pinterest)
Veda Ega Pratama disambut ribuan fans di Assen jelang Moto3 GP Belanda 2026. Lautan Merah Putih warnai sirkuit, popularitasnya terus melejit.(pinterest)

Radar TulungagungVeda Ega Pratama belum mengaspal di Moto3 GP Belanda 2026, tetapi namanya sudah lebih dulu mengguncang Sirkuit Assen. Kedatangan pembalap muda Indonesia itu langsung mencuri perhatian publik, media, hingga komunitas pecinta balap motor yang memadati kawasan sirkuit menjelang putaran ke-10 Moto3 World Championship 2026.

Sorotan terhadap Veda Ega Pratama kali ini bukan hanya datang karena performanya yang terus menanjak sepanjang musim, melainkan juga gelombang dukungan luar biasa dari ribuan penggemar Indonesia yang tinggal di Belanda maupun negara-negara Eropa lainnya. Bendera Merah Putih mulai bermunculan di berbagai sudut Assen, menciptakan atmosfer yang jarang terlihat untuk seorang pembalap Moto3 asal Asia.

Popularitas Veda memang sedang berada di titik tertinggi. Setelah beberapa kali tampil kompetitif dan sukses menembus barisan depan Moto3 musim ini, nama pembalap Honda Team Asia tersebut semakin sering menjadi pembahasan di berbagai komunitas balap internasional. Banyak penggemar penasaran apakah kejutan berikutnya akan kembali lahir dari tangan rider berusia 17 tahun itu.

Meski menjadi pusat perhatian, Veda tetap menunjukkan karakter yang selama ini membuatnya dihormati. Tidak ada selebrasi berlebihan, tidak ada euforia yang mengganggu fokus. Begitu tiba di Belanda, pembalap asal Gunungkidul itu langsung menjalani agenda adaptasi bersama tim untuk mempersiapkan motor menghadapi karakter cepat dan teknis Sirkuit Assen.

Seluruh kru Honda Team Asia bekerja sejak hari pertama. Analisis data lintasan, simulasi setelan motor, evaluasi ban hingga prediksi perubahan cuaca menjadi fokus utama agar Veda mendapatkan paket terbaik ketika sesi latihan resmi dimulai.

Di luar paddock, suasana justru semakin meriah. Komunitas diaspora Indonesia dari berbagai kota di Belanda datang membawa atribut Merah Putih untuk memberikan dukungan langsung. Tak sedikit yang rela menempuh perjalanan berjam-jam hanya untuk melihat Veda menjalani sesi latihan maupun menyapa para pendukung.

Fenomena tersebut membuat banyak pengamat balap terkejut. Sebab, antusiasme sebesar itu biasanya hanya dinikmati para pembalap papan atas MotoGP. Kini, seorang pembalap muda Indonesia mampu menghadirkan atmosfer serupa di ajang Moto3.

Gelombang dukungan itu juga merambah media sosial. Foto kedatangan Veda, aktivitas di paddock, hingga persiapan menuju GP Belanda ramai dibagikan oleh para penggemar. Nama Veda Ega Pratama terus menjadi bahan perbincangan, memperlihatkan bahwa basis pendukungnya berkembang pesat, bukan hanya di Indonesia tetapi juga di Eropa.

Baca Juga: Hari Baik Hajatan Juni 2026 Menurut Primbon Jawa, Ini Daftar Tanggal yang Diyakini Cocok untuk Pernikahan dan Sunatan

Efek kehadiran Veda bahkan disebut mulai terasa di sektor komersial. Sejumlah area tribun dilaporkan dipenuhi penonton lebih cepat dibanding perkiraan awal. Stan penjualan merchandise juga ramai didatangi pengunjung yang berburu berbagai atribut balap, mulai dari topi, kaus hingga perlengkapan tim.

Pemandangan paling mencolok tentu hadir dari lautan bendera Merah Putih yang berkibar di kawasan Assen. Warna merah dan putih menghiasi tribun, menciptakan suasana yang membuat banyak orang menyebut GP Belanda tahun ini terasa seperti balapan kandang bagi Veda Ega Pratama.

Bagi seorang pembalap, dukungan ribuan penonton memiliki arti yang sangat besar. Sorakan dari tribun sering kali menjadi suntikan motivasi tambahan saat harus bertarung dalam balapan yang berlangsung sangat ketat. Momentum inilah yang diharapkan mampu dimanfaatkan Veda untuk kembali tampil kompetitif di lintasan.

Sejumlah pengamat menilai Veda kini telah memasuki babak baru dalam karier profesionalnya. Ia bukan lagi sekadar pembalap debutan yang sedang mencari pengalaman, melainkan mulai menjelma menjadi ikon baru balap motor Indonesia di panggung internasional.

Performa yang terus meningkat, mental bertanding yang matang, serta dukungan fanatik dari para penggemar menjadi modal penting bagi Veda untuk melangkah lebih jauh. Jika mampu mengubah energi besar dari tribun menjadi hasil maksimal di lintasan Assen, bukan tidak mungkin pembalap Honda Team Asia itu kembali menghadirkan kejutan sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan di Moto3 World Championship 2026.

Kini semua mata tertuju ke Assen. Publik Indonesia menanti apakah Veda Ega Pratama mampu membayar kepercayaan ribuan pendukungnya dengan penampilan gemilang dan kembali mengibarkan nama Indonesia di panggung balap dunia.

Editor : M. Helmi Nurhisam
#Veda Ega Pratama #Honda Team Asia #pembalap Indonesia #Moto3 GP Belanda 2026 #Assen Belanda