RADAR TULUNGAGUNG- Hasil FP1 Moto3 Belanda 2026 di Sirkuit Assen menghadirkan dominasi kuat dari pabrikan KTM yang langsung tancap gas sejak awal sesi latihan bebas pertama. Pembalap KTM, Alvaro Carpe, menjadi yang tercepat dengan catatan waktu impresif 1 menit 40,869 detik, menunjukkan superioritas motor Austria tersebut di lintasan cepat Assen.
Sejak awal sesi, FP1 Moto3 Belanda 2026 sudah memperlihatkan arah persaingan yang cukup jelas, di mana KTM menguasai hampir seluruh posisi teratas. Dari 10 besar, delapan posisi ditempati pembalap dengan motor KTM, sementara Honda hanya mampu menyelipkan dua nama yakni Joel Kelso dan Adrian Fernandez. Kondisi ini mempertegas keunggulan KTM dalam hal akselerasi dan kecepatan puncak di karakter sirkuit Assen yang penuh tikungan cepat.
Di tengah dominasi tersebut, sorotan publik Indonesia tertuju pada Veda Ega Pratama yang memperkuat Honda Team Asia. Pada sesi FP1 Moto3 Belanda 2026 ini, Veda harus puas mengakhiri sesi di posisi ke-20 dengan catatan waktu 1 menit 41,970 detik. Ia tertinggal lebih dari satu detik dari pemuncak sesi, sebuah gap yang terlihat besar di atas kertas, namun belum sepenuhnya mencerminkan potensi sebenarnya.
KTM Tunjukkan Superioritas di Sirkuit Assen
Dominasi KTM pada FP1 tidak terjadi secara kebetulan. Hampir seluruh pembalap KTM mampu tampil konsisten sejak awal sesi, termasuk David Almansa dan Maximo Quiles yang ikut mengisi papan atas klasemen latihan.
Hanya beberapa pembalap dari Honda yang mampu bersaing ketat di 10 besar. Joel Kelso berhasil finis kelima, sementara Adrian Fernandez menempati posisi ketujuh. Selebihnya, mayoritas pembalap Honda masih berada di luar 15 besar, menunjukkan bahwa keseimbangan motor masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim asal Jepang tersebut.
Kondisi ini memperlihatkan bahwa sejak awal akhir pekan, KTM sudah menemukan setelan motor yang lebih ideal untuk karakter lintasan Assen yang menuntut stabilitas di tikungan cepat serta traksi kuat saat keluar tikungan.
Veda Ega Pratama Masih dalam Tahap Adaptasi
Meski hasil FP1 Moto3 Belanda 2026 belum berpihak pada Veda Ega Pratama, situasi ini belum bisa dijadikan acuan utama performa sepanjang akhir pekan. Pembalap muda Indonesia tersebut masih berada dalam fase adaptasi setelan motor dan pengumpulan data lintasan.
Menariknya, Veda juga masih lebih baik dibanding beberapa rider Honda lainnya seperti Kie Ogorman, Zen Mitani, Jesus Rios, Leo Rammerstorfer, hingga Nicola Carraro. Hal ini menunjukkan bahwa permasalahan tidak hanya terjadi pada satu pembalap, tetapi juga pada paket teknis Honda secara keseluruhan di Assen.
Selain itu, Hakim Danish yang juga menjadi rival langsung Veda hanya terpaut sekitar enam persepuluh detik dari Alvaro Carpe, menandakan bahwa jarak antar pembalap di tengah grid masih sangat rapat.
Selisih Waktu Tipis, Peluang Masih Terbuka
Salah satu catatan penting dari FP1 Moto3 Belanda 2026 adalah rapatnya selisih waktu antar pembalap. Dari posisi pertama hingga ke-20 hanya terpaut sekitar 1,1 detik. Dalam dunia Moto3, selisih sekecil ini masih sangat mudah berubah hanya dengan perbaikan kecil pada setelan motor atau strategi slipstream.
Hal ini membuka peluang besar bagi Veda Ega Pratama untuk bangkit pada sesi berikutnya. Apalagi sepanjang musim 2026, Veda dikenal sebagai pembalap yang mampu meningkatkan performa secara signifikan setelah mendapatkan data lengkap dari sesi latihan awal.
Fokus Honda untuk Perbaikan Setelan
Kini fokus utama Honda Team Asia adalah menemukan setelan terbaik yang sesuai dengan karakter Sirkuit Assen. Trek ini dikenal menuntut keseimbangan motor yang sangat presisi, terutama pada sektor tikungan cepat dan perubahan arah yang agresif.
Jika Honda mampu melakukan penyempurnaan pada FP2 dan sesi kualifikasi, bukan tidak mungkin Veda Ega Pratama akan kembali bersaing di barisan tengah hingga depan seperti yang pernah ia tunjukkan sebelumnya.
Dengan masih banyaknya sesi tersisa, FP1 Moto3 Belanda 2026 hanya menjadi langkah awal dari rangkaian panjang akhir pekan balap. Semua peluang masih terbuka, termasuk bagi Veda untuk memperbaiki posisi dan kembali bersaing memperebutkan poin penting di Assen.
Editor : Cholifatun Nisak