RADAR TULUNGAGUNG- Moto 3 2026 Feda Ega Pratama kembali menjadi sorotan utama setelah terjadi perubahan besar dalam klasemen sementara Kejuaraan Dunia Moto 3 musim 2026. Dalam Moto 3 2026 Feda Ega Pratama, pembalap Indonesia tersebut mendapatkan keuntungan signifikan usai rival utamanya, Brian Uriarte, resmi didiskualifikasi dari hasil Grand Prix Catalunya akibat pelanggaran teknis.
Kejadian dalam Moto 3 2026 Feda Ega Pratama ini bermula dari temuan penggunaan pelumas ilegal pada motor Uriarte saat pemeriksaan acak oleh FIM Stewards. Pelanggaran tersebut langsung mengubah peta persaingan karena seluruh hasil balapan dan kualifikasi sang pembalap Spanyol itu dibatalkan secara resmi.
Skandal Teknis di GP Catalunya
Menurut laporan resmi yang beredar, motor Brian Uriarte terpilih dalam pemeriksaan acak yang dilakukan oleh FIM di sela Grand Prix Italia sebelum hasilnya dikonfirmasi di sidang resmi di Hungaria.
Hasil uji laboratorium menunjukkan adanya ketidaksesuaian pada pelumas yang digunakan, yang tidak berasal dari pemasok resmi kejuaraan. Dalam regulasi Moto 3, seluruh tim wajib menggunakan pelumas tunggal yang disuplai oleh Repsol sebagai standar kompetisi.
Setelah pemeriksaan sampel A dan B, hasil tetap menguatkan adanya pelanggaran. FIM kemudian menjatuhkan hukuman diskualifikasi penuh terhadap Uriarte dari GP Catalunya 2026, termasuk posisi start ketiga dan finis keempat yang sebelumnya ia raih.
Dampak Besar ke Klasemen Moto 3 2026
Keputusan ini memberikan dampak besar dalam persaingan Moto 3 2026 Feda Ega Pratama di papan klasemen dunia. Pembalap Indonesia tersebut naik satu peringkat dalam hasil GP Catalunya, dari posisi kedelapan menjadi ketujuh, yang membuatnya mendapatkan tambahan poin penting.
Sementara itu, Brian Uriarte kehilangan 13 poin sekaligus, yang langsung membuat posisinya di klasemen merosot ke peringkat delapan dengan 54 poin.
Sebaliknya, Feda Ega Pratama kini melesat ke peringkat empat klasemen sementara dengan total 67 poin. Perubahan ini sekaligus mengangkat statusnya sebagai rookie terbaik musim 2026, menggeser Uriarte dari posisi tersebut.
Persiapan Ketat Menuju GP Hungaria
Menjelang seri berikutnya di Balaton Park, Hungaria, sorotan kini tertuju pada Moto 3 2026 Feda Ega Pratama. Pembalap Honda Team Asia itu disebut menjalani program latihan intensif yang jauh lebih keras dibanding rivalnya.
Feda menghabiskan waktu dengan latihan fisik bersepeda berintensitas tinggi di siang hari, sementara malamnya digunakan untuk mempelajari karakter sirkuit melalui simulator dan konsol permainan.
Sirkuit Balaton Park menjadi tantangan baru karena belum pernah ia jajal sebelumnya. Namun pendekatan adaptasi cepat yang dilakukan Feda membuat tim Honda terkejut sekaligus kagum dengan dedikasinya.
Daya Juang dan Perhatian Dunia
Sikap kerja keras tersebut membuat banyak pihak di paddock Moto 3 memberikan perhatian khusus kepada Moto 3 2026 Feda Ega Pratama. Bahkan seorang wartawan Dorna dilaporkan terkesan dengan disiplin latihan Feda yang nyaris tanpa jeda.
Ia menilai Feda bukan hanya mengandalkan bakat, tetapi juga kerja keras dan mentalitas belajar yang kuat, yang menjadi modal penting dalam persaingan ketat kelas Moto 3.
Dengan kondisi ini, persaingan menuju gelar rookie terbaik dan klasemen papan atas Moto 3 2026 diprediksi semakin panas, terutama setelah perubahan besar akibat diskualifikasi Uriarte.
Editor : Cholifatun Nisak