JAKARTA - Gelaran Moto3 di Sirkuit Sachsenring langsung menyuguhkan drama luar biasa bagi publik otomotif tanah air. Setelah sempat merosot dan diragukan penampilannya pada sesi latihan bebas pertama (FP1), pembalap muda andalan Indonesia, Feda Ega Pratama, sukses membalikkan semua prediksi. Dalam sesi Practice Moto3 Jerman yang berjalan jauh lebih krusial, rider kelahiran Gunung Kidul tersebut justru mengamuk dengan keluar sebagai pembalap tercepat nomor satu.
Kejutan besar dalam sesi Practice Moto3 Jerman ini menjadi tamparan keras bagi pihak yang sempat meremehkan talenta Merah Putih. Pada sesi pagi, Feda memang hanya mampu nangkring di posisi ke-23 yang membuat banyak penggemar cemas. Namun, begitu memasuki sesi latihan resmi yang menentukan tiket kelolosan otomatis menuju kualifikasi kedua (Q2), Feda yang mengendarai motor milik Honda Team Asia tersebut tampil kesetanan sejak menit-menit awal.
Strategi matang tim mekanik terbukti ampuh dalam mendongkrak performa Feda Ega di lintasan yang terkenal sangat teknis ini. Lap demi lap berhasil dipertajam dengan racing line yang sangat rapi. Keberhasilan Feda memuncaki sesi Practice Moto3 Jerman ini menjadi modal yang sangat berharga untuk menatap balapan utama pada hari Minggu besok.
Patahkan Keraguan dan Ungguli Rival Sengit di Sachsenring
Keberhasilan Feda Ega Pratama merebut urutan pertama diraih dengan perjuangan yang tidak mudah di atas aspal Sachsenring. Rider berusia 17 tahun tersebut menorehkan catatan waktu impresif yang gagal dilewati oleh barisan pembalap Eropa hingga bendera finish dikibarkan. Joel Esteban menjadi pembalap yang paling dekat menguntit di posisi kedua dengan selisih waktu yang luar biasa tipis, yakni hanya berkisar 0,08 detik saja.
Di belakang Feda dan Esteban, pembalap muda bertalenta Eddie O'Shea mengamankan tempat ketiga. Sementara itu, posisi keempat dan kelima masing-masing ditempati oleh Jesus Rios serta pembalap papan atas Alvaro Carpe. Lompatan masif Feda dari posisi ke-23 di FP1 menuju takhta tertinggi di sesi latihan resmi ini membuktikan bahwa dirinya memiliki mentalitas baja yang tidak mudah goyah oleh tekanan.
Gaya berkendara Feda yang tenang namun agresif saat melibas tikungan tajam Sachsenring bahkan memicu perbincangan hangat di kalangan pencinta balap dunia. Di media sosial, banyak penggemar yang mulai menyandingkan karakter balap Feda dengan legenda MotoGP asal Australia, Casey Stoner, saat masih muda. Fleksibilitas Feda dalam beradaptasi dengan setelan motor baru menjadi alasan mengapa dirinya layak disebut sebagai salah satu aset paling menjanjikan yang dimiliki Indonesia saat ini.
Baca Juga: Bukan Asal Pilih! Inilah Daftar 10 SMA Terbaik untuk Masuk PTN Paling Favorit di Indonesia
Menatap Peluang Podium di Balapan Hari Minggu
Dengan hasil latihan resmi yang sangat positif ini, peluang Feda Ega Pratama untuk memulai balapan dari barisan depan (front row) kini terbuka lebar. Namun, atmosfer balapan kelas Moto3 dikenal sangat kejam dan sulit ditebak. Pertarungan dalam rombongan besar (gregarious group), aksi saling curi angin (slipstream), hingga risiko insiden senggolan di lap-lap terakhir selalu menjadi faktor pembeda yang wajib diwaspadai.
Fokus utama Feda kini adalah menjaga konsistensi ritme berkendara sepanjang balapan yang menguras fisik. Jika manajemen ban dan strategi tim dapat dieksekusi dengan sempurna, bukan tidak mungkin podium tertinggi di Jerman akan menjadi milik Indonesia. Publik tanah air kini tinggal menunggu pembuktian lanjutan dari Feda di sesi kualifikasi nanti malam.
Editor : Natasha Eka Safrina