TULUNGAGUNG - Penampilan luar biasa diperlihatkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 saat melakoni laga pembuka grup. Skuad Garuda sukses menggulung Kamboja dengan skor telak 5-1. Hasil impresif ini tidak hanya memicu euforia pendukung tanah air, tetapi juga langsung mengirim sinyal bahaya ke seluruh rival di kawasan Asia Tenggara.
Reaksi kewaspadaan tinggi langsung terpancar dari ruang persiapan lawan pasca kemenangan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026 tersebut. Pelatih Vietnam, Kim Sang-sik, terang-terangan mengaku terkejut melihat lonjakan kualitas permainan anak asuh John Herdman. Ia menilai Indonesia kini telah menjelma menjadi salah satu kandidat terkuat penantang gelar juara.
Kekhawatiran sang pelatih asal Korea Selatan itu semakin beralasan melihat aksi panggung para pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Salah satu sosok yang menjadi perhatian utama adalah bomber naturalisasi anyar, Mitchel Bakker. Penyerang berusia 19 tahun itu tampil bak monster gawang dengan mencetak hat-trick mendebarkan pada laga debut resminya.
Baca Juga: Tempat Wisata di Jawa Timur Paling Favorit dan Hits, Ada Pulau Oksigen Hingga Api Biru Ijen!
Kejutan Mitchel Bakker dan Pujian Pelatih Vietnam
Kim Sang-sik bahkan tak segan memuji kualitas penyerang muda Merah Putih tersebut. Menurutnya, gaya bermain Mitchel Bakker mengingatkan dirinya pada penyerang elit kelas dunia seperti Erling Haaland. Ketenangan, kekuatan fisik, serta kecerdasannya dalam memanfaatkan ruang kosong dinilai berada di atas rata-rata pemain Asia Tenggara.
Bagi pelatih Vietnam, ketajaman Bakker bukan sekadar faktor keberuntungan semata, melainkan buah dari naluri gol berkelas tinggi. Kapan pun bola dialirkan ke lini depan, Bakker selalu tahu posisi terbaik untuk melepaskan diri dari kawalan bek lawan. Jika performa konsisten ini terus terjaga, Bakker diprediksi kuat bakal menyabet gelar pemain terbaik turnamen.
Namun, Kim Sang-sik juga menggarisbawahi bahwa kekuatan Garuda bukan cuma bertumpu pada Bakker seorang. Kunci permainan mematikan ini terletak pada kolektivitas tim yang makin matang serta kehadiran gelandang visioner, Thom Haye. Haye dianggap sebagai motor penggerak utama yang mampu mengatur ritme permainan sekaligus memanjakan barisan penyerang lewat umpan-umpan terobosannya yang presisi.
Jalannya Pertandingan: Dominasi Tanpa Ampun
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan dan menekan garis pertahanan Kamboja. Laga baru berjalan enam menit, papan skor sudah berubah. Berawal dari eksekusi bola mati nan akurat dari Thom Haye, Mitchel Bakker melompat tinggi menyundul bola hingga merobek jala gawang Kamboja.
Tekanan bergelombang membuat barisan belakang Kamboja kian kocar-kacir. Kombinasi apik antara Marc Klok dan Eliano Reinders berbuah umpan silang matang yang diselesaikan dengan dingin oleh Bakker untuk mengemas gol keduanya. Dominasi Indonesia makin tak terbendung setelah sundulan tajam Sandy Walsh memanfaatkan umpan sepak pojok Thom Haye mengubah skor menjadi 3-0.
Memasuki babak kedua, Kamboja sempat memperkecil kedudukan menjadi 3-1 lewat tembakan spekulasi jarak jauh yang gagal dihalau Nadeo Argawinata. Kendati demikian, gol balasan tersebut tak sedikit pun meruntuhkan mentalitas bertanding pasukan Garuda.
Baca Juga: Wisata Pantai di Jawa Timur Paling Eksotis dan Hits, Ada Seruling Laut Hingga Ombak Surfing Dunia!
Indonesia merespons dengan kembali meningkatkan tempo permainan. Thom Haye lagi-lagi menunjukkan kelasnya lewat umpan terobosan terukur yang langsung dimaksimalkan oleh Bakker. Eksekusi tenang penyerang bernomor punggung tinggi itu menggenapkan catatan hat-trick fenomenal pada malam debutnya.
Pesta gol Indonesia akhirnya ditutup oleh aksi sigap penyerang muda Jens Raven. Memanfaatkan bola liar di mulut gawang Kamboja, sontekan terarahnya memastikan papan skor berubah menjadi 5-1 hingga laga usai.
Menatap Duel Sengit Kontra Vietnam
Kemenangan meyakinkan ini menjadi modal berharga sekaligus psywar terbuka menjelang pertarungan sengit melawan Vietnam pada 3 Agustus 2026 mendatang. Kim Sang-sik sendiri mengakui bahwa timnya harus bekerja ekstra keras dan menyiapkan strategi khusus untuk membendung gempuran skuad Indonesia.
Dengan koordinasi lini tengah yang solid, ketajaman lini depan, serta mentalitas bertanding yang terus menanjak, Indonesia siap membuktikan diri bukan lagi sekadar pelengkap turnamen. Seluruh kontestan kini wajib waspada karena Garuda datang dengan misi tunggal: memboyong trofi juara ke tanah air.
Editor : Natasha Eka SafrinaSumber : Garuda Aktif