JAKARTA – Ranking FIFA ASEAN 2024 kembali menjadi sorotan setelah peta persaingan sepak bola Asia Tenggara mengalami perubahan besar. Thailand masih menjadi tim dengan peringkat tertinggi di kawasan, tetapi Timnas Indonesia disebut sebagai negara dengan perkembangan paling pesat dalam lima tahun terakhir setelah melonjak dari peringkat 173 ke posisi 127 dunia.
Perubahan tersebut menunjukkan persaingan di Asia Tenggara semakin ketat. Beberapa negara mengalami peningkatan signifikan, sementara tim yang sebelumnya mendominasi justru mengalami penurunan peringkat FIFA.
Thailand Masih Memimpin, Indonesia Jadi Ancaman Baru
Thailand tetap menjadi tim dengan ranking FIFA terbaik di Asia Tenggara. Pada akhir 2024, Gajah Perang menempati peringkat ke-97 dunia atau satu-satunya wakil ASEAN yang masih bertahan di jajaran dua digit ranking FIFA.
Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru 2026 Resmi Dirilis, Spanyol Gusur Argentina Usai Juara Piala Dunia
Posisi tersebut meningkat dibanding 2019 ketika Thailand berada di peringkat 113 dunia. Keberhasilan itu dinilai tidak lepas dari sistem pembinaan pemain yang terus berjalan meski sejumlah pemain senior mulai memasuki penghujung karier.
Sementara itu, Timnas Indonesia mencatat peningkatan paling mencolok di kawasan. Dari posisi 173 dunia pada Desember 2019, skuad Garuda melesat ke peringkat 127 dengan koleksi sekitar 1.133 poin FIFA.
Dalam transkrip video disebutkan bahwa kebangkitan Indonesia dipicu oleh hasil positif pada FIFA Matchday, babak kualifikasi, serta kehadiran pemain diaspora dan pelatih Shin Tae-yong yang membawa perubahan signifikan terhadap performa tim nasional.
Baca Juga: Yamaha Fazzio Hadirkan Special Edition Sunset Blue, Tampilkan Nuansa Retro Summer yang Semakin Skena
“Dulu diremehkan, kini ditakuti,” demikian narasi yang disampaikan dalam video saat menggambarkan perkembangan Timnas Indonesia.
Vietnam Menurun, Malaysia Mulai Konsisten
Persaingan papan atas ASEAN juga diwarnai penurunan Vietnam. Tim yang sempat menjadi penguasa Asia Tenggara itu kini berada di peringkat 114 dunia, turun dari posisi ke-94 pada 2019.
Penurunan tersebut disebut mencerminkan berakhirnya era emas Vietnam. Generasi yang dipimpin Nguyen Quang Hai dan Nguyen Cong Phuong dinilai belum mampu mengembalikan dominasi seperti ketika masih dilatih Park Hang-seo.
Di sisi lain, Malaysia mulai menunjukkan perkembangan positif. Harimau Malaya naik dari peringkat 154 dunia pada 2019 menjadi posisi ke-132 pada akhir 2024.
Kehadiran pemain muda seperti Arif Aiman disebut memberikan warna baru bagi skuad Malaysia. Meski demikian, mereka masih dinilai kesulitan meraih kemenangan dalam pertandingan besar sehingga konsistensi tetap menjadi pekerjaan rumah.
Filipina justru mengalami tren berbeda. Setelah sempat menjadi kekuatan baru berkat banyaknya pemain keturunan Eropa, Filipina turun dari posisi 124 menjadi peringkat 150 dunia akibat regenerasi yang berjalan kurang maksimal.
Baca Juga: Tepis Dugaan Mark Up Belanja Pegawai, BPKAD Tulungagung Jelaskan Penyebab SiLPA Rp 477 Miliar
Negara Lain Masih Berjuang Bangkit
Di kelompok bawah ASEAN, Timor Leste masih menghuni peringkat ke-197 dunia. Posisi tersebut sedikit menurun dibanding 2019 saat berada di ranking 196 FIFA.
Laos juga belum mampu keluar dari papan bawah dengan menempati posisi ke-186 dunia. Meski menunjukkan perkembangan di level kelompok umur, tim senior masih kesulitan bersaing di level internasional.
Brunei Darussalam berada di peringkat 184 dunia atau naik dibanding posisi 191 pada 2019. Namun peningkatan tersebut belum diikuti prestasi yang signifikan di ajang resmi.
Kamboja menempati peringkat 180 dunia setelah sempat menikmati momentum saat menjadi tuan rumah SEA Games 2023. Namun performa mereka kembali menurun sehingga belum mampu bersaing secara konsisten.
Myanmar mengalami penurunan tajam dari posisi 136 menjadi 169 dunia. Dalam video dijelaskan kondisi politik dalam negeri ikut memengaruhi keberlangsungan pembinaan sepak bola nasional.
Persaingan ASEAN Diprediksi Semakin Ketat
Meski Thailand masih berada di puncak Asia Tenggara, persaingan diperkirakan akan semakin sengit dalam beberapa tahun ke depan. Indonesia terus menunjukkan tren positif, sementara Malaysia berusaha menjaga konsistensi dan Vietnam berupaya mengembalikan performa terbaiknya.
Video tersebut menilai ranking FIFA bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari perjalanan menuju target yang lebih besar, termasuk peluang tampil di Piala Dunia.
Dengan perkembangan yang ditunjukkan dalam lima tahun terakhir, Indonesia disebut memiliki peluang menjadi penantang utama Thailand dalam perebutan status sebagai tim terbaik Asia Tenggara apabila tren positif tersebut mampu dipertahankan.
Editor : Bachtiar Tatag P