John Herdman Dikritik Usai Indonesia Dibantai Vietnam, Laga Kontra Singapura Jadi Penentu Masa Depan Timnas

Bachtiar Tatag P • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 11:45 WIB
John Herdman mendapat kritik usai Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam. Laga melawan Singapura disebut menjadi penentu masa depannya.
John Herdman mendapat kritik usai Indonesia kalah 0-3 dari Vietnam. Laga melawan Singapura disebut menjadi penentu masa depannya.

 
JAKARTA
– John Herdman menjadi sorotan setelah Timnas Indonesia menelan kekalahan telak 0-3 dari Vietnam pada ajang Piala AFF 2026. Sejumlah pengamat menilai pelatih asal Kanada tersebut melakukan kesalahan strategi, sementara pertandingan melawan Singapura disebut sebagai kesempatan terakhir untuk membuktikan kapasitasnya.

Meski demikian, para narasumber dalam podcast sepakat Herdman belum layak dipecat. Mereka menilai pelatih tersebut masih pantas diberi waktu hingga Piala Asia 2027 sebelum dilakukan evaluasi menyeluruh.

Strategi John Herdman Dinilai Jadi Penyebab Kekalahan

Pengamat sepak bola Tio Nugroho menilai kekalahan dari Vietnam lebih banyak dipengaruhi keputusan taktis yang kurang tepat.

Menurutnya, Indonesia menerapkan garis pertahanan tinggi (high defensive line) saat menghadapi lawan yang dikenal memiliki kecepatan transisi dan efektivitas serangan balik.

Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru 2026: Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118, Makin Dekat Tembus 100 Besar usai Piala Dunia

“Sudah tahu Vietnam bermain cepat dan kuat menguasai bola, tetapi tetap memakai high defensive line. Itu bunuh diri,” ujarnya.

Ia juga mempertanyakan perubahan komposisi lini belakang yang sebelumnya tampil cukup solid saat menghadapi Kamboja.

Dalam pandangannya, perubahan tersebut justru menghilangkan keseimbangan permainan Indonesia sehingga koordinasi antarpemain belakang menjadi lemah.

Selain strategi, pemilihan posisi beberapa pemain juga dikritik. Jordi Amat, misalnya, dinilai kurang ideal dimainkan sebagai bek tengah karena di level klub lebih sering beroperasi sebagai gelandang bertahan setelah mengalami penurunan akselerasi akibat cedera hamstring.

Absennya Pemain Inti Dinilai Mengubah Kekuatan Timnas

Narasumber juga menilai kualitas permainan Indonesia jauh berbeda dibanding FIFA Matchday sebelumnya.

Saat itu, skuad Merah Putih mampu mencatat empat pertandingan dengan hanya sekali kebobolan melalui penalti dan mencetak delapan gol.

Perbedaan tersebut disebut terjadi karena Indonesia kehilangan sejumlah pemain inti seperti Emil Audero, Maarten Paes, Calvin Verdonk, Kevin Diks, Ole Romeny, hingga Justin Hubner.

Mereka menilai absennya enam hingga tujuh pemain kunci membuat karakter permainan Indonesia berubah drastis.

Selain itu, kondisi fisik para pemain juga dianggap belum berada pada level terbaik karena sebagian besar masih menjalani masa pramusim bersama klub masing-masing.

Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru 2026: Timnas Indonesia Naik ke Posisi 118, Makin Dekat Tembus 100 Besar usai Piala Dunia

Namun alasan tersebut tidak sepenuhnya diterima pengamat. Mereka menilai pelatih seharusnya memahami karakter kompetisi Indonesia yang menuntut pemain cepat beradaptasi meski baru memasuki pramusim.

Dalam diskusi juga muncul kritik terhadap keputusan tidak memanggil beberapa pemain lokal yang dianggap sedang tampil konsisten, seperti Adam Alis, Ricky Kambuaya, dan Teja Paku Alam.

Laga Melawan Singapura Jadi Penentu

Meski pesimistis melihat performa Indonesia saat menghadapi Vietnam, para narasumber tetap berharap Tim Garuda mampu bangkit saat melawan Singapura.

Pertandingan tersebut dinilai menjadi momentum penting, bukan hanya untuk menjaga peluang lolos ke semifinal Piala AFF 2026, tetapi juga mengembalikan kepercayaan publik terhadap tim.

Tio Nugroho menyarankan Herdman mengubah pendekatan taktik dengan menggunakan formasi yang lebih defensif, seperti 5-4-1, kemudian mengandalkan serangan balik melalui pemain-pemain cepat.

Ia juga mendorong agar pemain seperti Reza Eka, Saddil Ramdani, dan Beckham Putra mendapat kesempatan bermain sejak menit awal karena dinilai mampu menjadi pembeda.

Selain persoalan taktik, faktor mental pemain juga disebut menjadi tantangan besar.

Indonesia datang ke Singapura setelah kekalahan telak dari Vietnam, sementara waktu pemulihan fisik dinilai sangat terbatas akibat padatnya jadwal perjalanan.

Meski demikian, para pengamat menegaskan Herdman sebaiknya tetap dipertahankan apa pun hasil pertandingan nanti.

Mereka beralasan pergantian pelatih secara terburu-buru justru berpotensi menghambat proses pembangunan tim yang sedang berjalan.

Baca Juga: Ranking FIFA Terbaru 2026 Resmi Dirilis, Spanyol Gusur Argentina Usai Juara Piala Dunia

“Kasih kesempatan sampai Piala Asia 2027. Setelah itu baru dievaluasi apakah layak dilanjutkan atau tidak,” ujar salah satu narasumber dalam diskusi.

Di luar pembahasan Timnas Indonesia, diskusi juga menyinggung kualitas kompetisi domestik. Para narasumber menilai pembenahan operator liga, peningkatan kualitas kompetisi, serta konsistensi pembinaan menjadi faktor penting agar prestasi tim nasional dapat meningkat secara berkelanjutan.

Mereka berharap evaluasi tidak hanya diarahkan kepada pelatih, tetapi juga menyentuh sistem kompetisi nasional yang menjadi fondasi pembentukan pemain Indonesia di masa depan.

Editor : Bachtiar Tatag P
Indonesia vs Singapura ASEAN Championship 2026 piala aff 2026 John Herdman Timnas Indonesia indonesia vs vietnam