TULUNGAGUNG - Ganda putra China kembali menjadi sorotan setelah dua pasangan mereka disingkirkan wakil Jepang di Korea Masters 2026. Kekalahan ini memicu kekecewaan fans yang menilai sektor tersebut sedang menghadapi masalah serius.
Ganda putra China unggulan pertama, He Jiting/Ren Xiangyu, harus tersingkir pada babak kedua setelah kalah dari pasangan Jepang Haruki Kawabe/Kenta Matsukawa. Laga berlangsung sengit hingga rubber game dengan skor 15-21, 21-17, 19-21.
Kegagalan tersebut membuat ganda putra China kembali menjadi bahan perbincangan. Terlebih, Kawabe/Matsukawa selanjutnya harus menghadapi rekan senegaranya, Suntaro Sazaki/Yuta Oku, yang juga sukses menyingkirkan pasangan China.
Baca Juga: Manfaat Olahraga Badminton di Sore Hari, Cara Seru Menjaga Kebugaran Tubuh dari Rutinitas Harian
Fans Soroti Mental dan Kesalahan
Kekalahan wakil China memunculkan beragam komentar dari penggemar bulu tangkis Negeri Tirai Bambu. Salah satu sorotan terbesar mengarah pada banyaknya kesalahan yang dilakukan pemain China ketika berada dalam situasi penting.
Fans menilai persoalan bukan sekadar teknik. Mental bertanding juga dianggap menjadi masalah ketika pemain tertinggal beberapa angka.
Ada anggapan pemain kehilangan motivasi setelah tertinggal pada awal game kedua. Situasi tersebut membuat permainan semakin tidak stabil dan keputusan di lapangan menjadi kurang tepat.
Baca Juga: Asal Usul dan Sejarah Badminton, Olahraga Populer yang Bikin Indonesia Disegani Dunia
Performa di poin-poin kritis juga menjadi perhatian. Kesalahan servis dan pengambilan keputusan pada penghujung pertandingan disebut membuat peluang kemenangan kembali terlepas.
Kondisi ini dinilai kontras dengan performa para pemain inti China yang sudah mampu menunjukkan kualitas ketika masih berusia muda.
Regenerasi Ganda Putra China Dipertanyakan
Kekalahan di Korea Masters 2026 kemudian melebar menjadi pembahasan mengenai regenerasi. Fans mempertanyakan kemampuan pemain lapis kedua dan cadangan China untuk bersaing di turnamen level internasional.
Baca Juga: Juara Asia Mixed Team Championship 2025 di Qingdao, Badminton Indonesia Ukir Sejarah!
Sejumlah komentar bahkan menyebut kekuatan sektor ganda putra saat ini belum cukup meyakinkan. Para pemain senior dianggap tidak konsisten, sementara pemain muda belum menunjukkan perkembangan sesuai harapan.
Persoalan tersebut semakin terasa karena Jepang mulai memiliki beberapa pasangan ganda putra yang kompetitif. Dua kekalahan dari wakil Jepang di Korea Masters menjadi salah satu indikator yang membuat fans semakin khawatir.
Ada pula kritik terhadap pola latihan dan pembinaan. Pemain muda dinilai tampil menjanjikan ketika masih berada di level junior, tetapi performanya menurun setelah masuk ke tim nasional.
Fans mempertanyakan apakah sistem latihan, strategi pertandingan, hingga pendampingan pelatih perlu dievaluasi. Mereka bahkan mendorong adanya perubahan dalam tim kepelatihan ganda putra.
Poin Kritis Jadi Pekerjaan Rumah
Salah satu persoalan yang paling sering muncul dalam komentar adalah kemampuan menghadapi poin-poin penting. Pemain China disebut memiliki kualitas teknik, tetapi belum mampu mempertahankan ketenangan ketika pertandingan memasuki fase penentuan.
Kesalahan pada dua poin terakhir, pilihan pukulan yang kurang tepat, hingga permainan net menjadi contoh yang disorot. Permainan bertahan dan serangan balik juga dianggap masih perlu diperbaiki.
Situasi tersebut membuat fans meminta evaluasi menyeluruh. Bukan hanya pemain, tetapi juga strategi, pola latihan, pemilihan pukulan, serta pendekatan pelatih dalam mempersiapkan pertandingan.
Kekalahan dari Jepang di Korea Masters 2026 menjadi alarm bagi sektor ganda putra China. Apalagi, persaingan menuju turnamen besar semakin ketat dan negara-negara lain terus melahirkan pasangan baru.
Bagi China, kegagalan di Korea Masters seharusnya menjadi momentum untuk membenahi sektor tersebut. Regenerasi, konsistensi, mental bertanding, dan kemampuan mengelola poin krusial menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : CDL SPORTS CHANNEL