Persebaya Juara Piala Presiden 2026! Kalahkan Persib Bandung Lewat Adu Penalti Dramatis

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Persebaya juara Piala Presiden 2026 usai mengalahkan Persib Bandung lewat adu penalti 6-5. Final berlangsung dramatis dengan gol, kartu merah, dan perpanjangan waktu.(pinterest)
Persebaya juara Piala Presiden 2026 usai mengalahkan Persib Bandung lewat adu penalti 6-5. Final berlangsung dramatis dengan gol, kartu merah, dan perpanjangan waktu.(pinterest)

TULUNGAGUNG Persebaya juara Piala Presiden 2026 setelah menumbangkan Persib Bandung dalam laga final yang berlangsung dramatis di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali. Kepastian tersebut diraih usai Bajul Ijo memenangkan adu penalti dengan skor 6-5 setelah kedua tim bermain imbang hingga babak perpanjangan waktu.

Laga Persebaya juara Piala Presiden 2026 berlangsung sengit sejak menit awal. Persib Bandung tampil dengan komposisi yang sama seperti saat mengalahkan Persija Jakarta di semifinal. Sementara Persebaya Surabaya melakukan tiga perubahan dalam starting line-up demi meredam permainan agresif Maung Bandung.

Momen Persebaya juara Piala Presiden 2026 tidak diraih dengan mudah. Kedua tim saling menyerang sepanjang pertandingan, bahkan laga sempat diwarnai gol, peluang emas, kartu merah, hingga drama adu penalti yang membuat tensi pertandingan mencapai puncaknya.

Patricio Matricardi Buka Keunggulan Persib

Persib Bandung lebih dulu menunjukkan dominasinya melalui permainan cepat yang dibangun dari lini tengah. Umpan-umpan langsung ke sektor sayap menjadi salah satu senjata utama yang merepotkan pertahanan Persebaya.

Baca Juga: TPG Maret 2026 Berpotensi Cair Lebih Cepat, Guru ASN dan Non ASN Bersiap Terima Tunjangan serta THR

Gol pertama akhirnya lahir melalui Patricio Matricardi. Bek Persib tersebut sukses memaksimalkan umpan matang yang berawal dari pergerakan Luka Menalo. Sundulan kerasnya gagal diantisipasi lini belakang maupun penjaga gawang Persebaya sehingga membawa Persib unggul.

Keunggulan tersebut membuat Persib semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan. Adam Alis terus mengatur ritme permainan, sementara Luka Menalo berkali-kali menciptakan ancaman dari sisi lapangan.

Persebaya Berkali-kali Mengancam

Meski tertinggal, Persebaya tidak tinggal diam. Tim asuhan Bernardo Tavares terus berupaya membongkar pertahanan Persib melalui bola-bola mati dan lemparan jauh yang beberapa kali menciptakan situasi berbahaya.

Baca Juga: Gerhana Matahari Total Agustus 2026 Terjadi 13 Agustus, Indonesia Tak Bisa Menyaksikan

Salah satu peluang terbaik hadir ketika bola liar gagal dikontrol sempurna oleh lini belakang Persib. Rivera nyaris memanfaatkan kesalahan tersebut, tetapi Teja Paku Alam masih mampu mengamankan situasi.

Persebaya juga memperoleh beberapa kesempatan melalui Yuran Fernandes yang aktif membantu serangan. Namun, penyelesaian akhir belum mampu mengubah keadaan sehingga pertandingan tetap berlangsung ketat.

Kartu Merah Ubah Jalannya Pertandingan

Drama terjadi ketika salah satu pemain Persib melakukan pelanggaran keras yang dinilai berbahaya oleh wasit.

Setelah melihat insiden tersebut, wasit langsung mengeluarkan kartu merah langsung (straight red card). Keputusan itu membuat Persib harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain lebih sedikit.

Unggul jumlah pemain membuat Persebaya semakin percaya diri menekan pertahanan lawan. Bajul Ijo terus meningkatkan intensitas serangan untuk memanfaatkan keunggulan tersebut.

Namun hingga waktu normal berakhir, kedua tim masih belum mampu memastikan kemenangan sehingga pertandingan harus dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.

Adu Penalti Tentukan Juara

Tambahan waktu 2x15 menit tetap gagal menghasilkan pemenang. Kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga laga akhirnya ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Drama kembali tersaji ketika beberapa eksekutor berhasil menjalankan tugasnya dengan sempurna. Kiper kedua tim juga sempat melakukan penyelamatan penting yang membuat persaingan semakin menegangkan.

Pada akhirnya, Persebaya tampil lebih tenang dalam momen krusial. Bajul Ijo berhasil memenangkan adu penalti dengan skor 6-5, sekaligus memastikan diri menjadi juara baru Piala Presiden 2026.

Keberhasilan tersebut langsung disambut selebrasi para pemain, staf pelatih, dan suporter yang memadati stadion. Trofi Piala Presiden 2026 pun resmi menjadi milik Persebaya Surabaya setelah melewati laga final penuh drama melawan Persib Bandung.

Kemenangan Bersejarah untuk Bajul Ijo

Gelar ini menjadi pencapaian penting bagi Persebaya yang mampu melewati perjalanan berat sepanjang turnamen. Keputusan Bernardo Tavares melakukan perubahan komposisi pemain terbukti efektif, terutama dalam menjaga keseimbangan permainan hingga laga berakhir.

Sementara bagi Persib Bandung, kekalahan melalui adu penalti menjadi akhir yang pahit setelah tampil konsisten sejak fase awal turnamen. Meski sempat unggul lebih dahulu, Maung Bandung harus mengakui ketangguhan Persebaya dalam duel yang berlangsung hingga titik darah penghabisan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Final Piala Presiden 2026 Persebaya Juara Piala Presiden 2026 persib bandung Bernardo Tavares adu penalti