TULUNGAGUNG – Persebaya juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung dalam laga final yang berlangsung penuh drama di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Kepastian itu diraih usai Bajul Ijo menang 6-5 melalui adu penalti setelah kedua tim gagal menentukan pemenang hingga babak tambahan waktu.
Keberhasilan Persebaya juara Piala Presiden 2026 menjadi penutup sempurna perjalanan mereka di turnamen pramusim bergengsi tersebut. Pertandingan berlangsung sengit sejak menit pertama dengan kedua tim menampilkan permainan terbuka dan saling menciptakan peluang berbahaya.
Laga Persebaya juara Piala Presiden 2026 juga diwarnai gol, peluang emas, kartu merah, hingga drama adu penalti yang membuat ribuan penonton di stadion terus dibuat tegang sampai tendangan terakhir.
Persib Tampil Menekan Sejak Awal
Persib Bandung mengawali pertandingan dengan intensitas tinggi. Tim asuhan Igor Tolic tetap mempertahankan komposisi pemain yang sukses mengalahkan Persija Jakarta pada babak semifinal.
Serangan demi serangan dibangun melalui kombinasi Adam Alis, Luka Menalo, dan lini tengah Persib. Skema bola langsung ke sisi sayap beberapa kali berhasil membuka ruang di pertahanan Persebaya.
Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Patricio Matricardi sukses mencetak gol setelah memanfaatkan umpan matang yang mengarah ke kotak penalti. Bek Persib itu memenangkan duel udara sebelum menaklukkan penjaga gawang Persebaya.
Gol tersebut membuat Maung Bandung semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan dan terus memberikan tekanan kepada lini belakang Bajul Ijo.
Persebaya Bangkit Berikan Perlawanan
Tertinggal lebih dahulu tidak membuat Persebaya kehilangan semangat. Tim asuhan Bernardo Tavares mulai menemukan ritme permainan dan perlahan keluar dari tekanan Persib.
Baca Juga: Feda Ega Pratama Raih P3 di FP1 Moto3 Inggris 2026, Catat Waktu 1:58,50 Detik
Beberapa peluang lahir melalui skema bola mati serta lemparan jauh yang memanfaatkan postur tinggi para pemain belakang. Situasi tersebut sempat membuat pertahanan Persib kesulitan mengantisipasi bola-bola udara.
Rivera menjadi salah satu pemain yang paling aktif membangun serangan dari lini kedua. Sementara Yuran Fernandes beberapa kali maju membantu tekanan ketika Persebaya mendapatkan situasi bola mati.
Meski sejumlah peluang berhasil diciptakan, penyelesaian akhir kedua tim masih belum maksimal sehingga pertandingan berlangsung semakin ketat.
Kartu Merah Jadi Titik Balik
Momen penting terjadi ketika wasit memberikan kartu merah langsung kepada salah satu pemain Persib akibat pelanggaran keras.
Keputusan tersebut langsung mengubah jalannya pertandingan. Persib harus bermain dengan 10 orang, sedangkan Persebaya semakin berani meningkatkan intensitas serangan.
Unggul jumlah pemain membuat Bajul Ijo lebih leluasa menguasai lini tengah. Mereka terus mencoba membongkar pertahanan Persib yang dipaksa bermain lebih bertahan demi menjaga peluang meraih kemenangan.
Namun hingga waktu normal berakhir, kedua tim belum mampu mencetak gol penentu sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak perpanjangan waktu.
Adu Penalti Penuh Ketegangan
Selama tambahan waktu 2x15 menit, baik Persib maupun Persebaya sama-sama memperoleh peluang. Akan tetapi, disiplin pertahanan kedua tim membuat skor tetap tidak berubah.
Pemenang akhirnya harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.
Eksekutor dari kedua kubu tampil cukup tenang dalam menjalankan tugasnya. Beberapa tendangan berhasil bersarang ke gawang, sementara penjaga gawang juga sempat melakukan penyelamatan penting yang membuat adu penalti berlangsung menegangkan.
Pada akhirnya, Persebaya tampil lebih efektif. Bajul Ijo memastikan kemenangan dengan skor 6-5 dalam adu penalti sekaligus mengunci gelar juara Piala Presiden 2026.
Bajul Ijo Tutup Turnamen dengan Gelar Juara
Keberhasilan mengangkat trofi menjadi bukti efektivitas strategi Bernardo Tavares yang berani melakukan perubahan komposisi pemain sejak awal pertandingan.
Sebaliknya, Persib Bandung harus puas menjadi runner-up meski sempat tampil dominan pada awal laga dan lebih dulu membuka keunggulan.
Saat peluit panjang dibunyikan, para pemain Persebaya langsung merayakan kemenangan bersama ofisial tim dan suporter. Momen tersebut menandai lahirnya juara baru Piala Presiden 2026 setelah perjuangan panjang yang berakhir dramatis melalui adu penalti.
Editor : Maylanni Diana Fitri