TULUNGAGUNG – Persebaya juara Piala Presiden 2026 setelah menaklukkan Persib Bandung melalui drama adu penalti pada partai final di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Bajul Ijo memastikan gelar juara usai menang dalam babak tos-tosan setelah pertandingan berlangsung sengit hingga waktu tambahan.
Keberhasilan Persebaya juara Piala Presiden 2026 diraih lewat perjuangan panjang. Kedua tim saling bergantian menciptakan peluang sejak babak pertama, bahkan pertandingan diwarnai gol balasan, kartu merah, hingga penyelamatan krusial dari kedua penjaga gawang.
Laga Persebaya juara Piala Presiden 2026 juga menjadi panggung bagi Ramadan Sananta dan Patricio Matricardi yang sama-sama mencatatkan nama di papan skor sebelum duel harus ditentukan melalui adu penalti.
Ramadan Sananta Pecah Kebuntuan
Persebaya membuka keunggulan melalui Ramadan Sananta setelah memanfaatkan kerja sama apik dari lini kedua.
Gol berawal dari pergerakan Rahmat Irianto yang datang dari belakang tanpa pengawalan. Dengan cermat, ia mengirimkan bola ke arah Ramadan Sananta yang juga muncul dari lini kedua sebelum menuntaskannya menjadi gol.
Gol tersebut menunjukkan kecerdikan Persebaya memanfaatkan ruang kosong di pertahanan Persib. Lini belakang Maung Bandung dinilai kurang mengantisipasi pergerakan pemain yang datang dari second line sehingga Sananta mampu mencetak gol pembuka.
Usai unggul 1-0, Persebaya semakin percaya diri mengembangkan permainan. Miguel beberapa kali merepotkan sisi kanan pertahanan Persib lewat kecepatan yang sulit dihentikan.
Patricio Matricardi Samakan Kedudukan
Persib tidak membutuhkan waktu lama untuk merespons ketertinggalan.
Serangan yang dibangun melalui Adam Alis dan Luka Menalo akhirnya menghasilkan gol penyama kedudukan. Bola hasil umpan silang mampu dikontrol dengan baik oleh Patricio Matricardi sebelum melepaskan tendangan keras yang gagal dibendung kiper Persebaya.
Gol tersebut membuat skor berubah menjadi 1-1.
Lemahnya koordinasi lini belakang Persebaya menjadi sorotan pada momen itu. Patricio Matricardi mendapatkan ruang terlalu bebas untuk mengontrol bola dan melepaskan tembakan tanpa tekanan berarti dari pemain lawan.
Momentum itu membuat Persib tampil lebih percaya diri. Adam Alis menjadi motor permainan dengan sejumlah umpan matang yang terus mengancam pertahanan Bajul Ijo.
Duel Ketat dan Peluang Silih Berganti
Setelah skor kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka.
Persebaya memperoleh beberapa peluang melalui Rivera, Miguel, hingga Toni Firmansyah. Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat peluang emas gagal berbuah gol.
Di kubu Persib, Luka Menalo dan Adam Alis beberapa kali membangun serangan cepat yang memaksa lini belakang Persebaya bekerja keras.
Persib bahkan nyaris membalikkan keadaan ketika kesalahan Rivera dalam menguasai bola berhasil dimanfaatkan lawan. Beruntung bagi Persebaya, peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Sementara itu, Risto Mitreski hampir membawa Persebaya kembali unggul melalui tendangan bebas langsung. Bola meluncur dengan arah yang sulit dijangkau, tetapi masih melebar tipis dari sasaran.
Kartu Merah Peralta Jadi Titik Balik
Pertandingan memasuki babak krusial ketika wasit Rio Permana Putra meninjau sebuah pelanggaran melalui VAR.
Setelah melakukan review, wasit memutuskan memberikan kartu merah langsung kepada Mariano Peralta karena dianggap melakukan tekel berbahaya menggunakan bagian bawah sepatu.
Keputusan tersebut membuat Persib harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.
Unggul jumlah pemain, Persebaya semakin agresif menekan pertahanan lawan. Namun hingga waktu normal dan babak tambahan usai, skor tetap bertahan 1-1 sehingga pemenang harus ditentukan melalui adu penalti.
Adu Penalti Dramatis Antar Dua Raksasa
Babak adu penalti berlangsung penuh ketegangan.
Eksekutor kedua tim bergantian mencetak gol, sementara para penjaga gawang juga tampil gemilang dengan sejumlah penyelamatan penting.
Drama terjadi ketika Yuran Fernandes yang dipercaya menjadi salah satu penendang Persebaya gagal menaklukkan kiper lawan. Kegagalan tersebut sempat membuka peluang Persib untuk memperpanjang persaingan.
Namun pada giliran berikutnya, eksekutor Persib, Nasril, juga gagal mencetak gol setelah tendangannya berhasil dihentikan Fitra Maulana.
Penyelamatan tersebut memastikan kemenangan Persebaya sekaligus mengantarkan Bajul Ijo menjadi juara baru Piala Presiden 2026. Para pemain langsung merayakan keberhasilan mereka di tengah lapangan bersama jajaran pelatih dan pendukung yang memenuhi stadion.
Editor : Maylanni Diana Fitri