Veda Ega Pratama Bikin Rival Tertekan, Hakim Danish Crash di Mugello Usai Coba Ikuti Ritmenya

Bachtiar Tatag P • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:35 WIB

 

Veda Ega Pratama tampil meyakinkan di Mugello. Honda membawa upgrade motor, sementara rivalnya Hakim Danish mengalami insiden saat latihan.
Veda Ega Pratama tampil meyakinkan di Mugello. Honda membawa upgrade motor, sementara rivalnya Hakim Danish mengalami insiden saat latihan.

 
JAKARTA
- Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan menjelang balapan Moto3 Italia 2026 di Sirkuit Mugello. Pembalap muda Indonesia tersebut disebut menunjukkan performa menjanjikan setelah Honda Team Asia membawa sejumlah pengembangan teknis yang diyakini mampu meningkatkan daya saing motor Honda NSF250RW.

Nama Veda Ega Pratama semakin banyak dibicarakan setelah sesi latihan di Mugello. Performa konsisten rider asal Gunungkidul itu disebut membuat sejumlah rival mulai berada di bawah tekanan, termasuk pembalap KTM asal Malaysia, Hakim Danish.

Sorotan terhadap Veda Ega Pratama tidak hanya datang dari catatan waktu di lintasan, tetapi juga dari perkembangan teknis motor Honda yang dikabarkan mengalami peningkatan signifikan. Kombinasi kemampuan pembalap dan peningkatan performa motor membuat peluang Veda bersaing di barisan depan semakin terbuka.

Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2026 Masuk Perpres, Benarkah Segera Cair? Ini Penjelasan Pemerintah

Hakim Danish Alami Insiden di Sesi Latihan

Dalam sesi practice Moto3 Italia, Hakim Danish dikabarkan mengalami insiden setelah berupaya memacu motornya secara agresif sejak awal sesi. Pembalap KTM itu disebut langsung mencari catatan waktu terbaik tanpa melalui proses pemanasan ban secara bertahap.

Situasi tersebut berujung pada hilangnya kontrol saat memasuki salah satu sektor teknis. Danish mengalami kecelakaan yang membuat sesi latihannya berakhir lebih cepat dari yang diharapkan.

Laporan dari paddock menyebut pembalap Malaysia itu beberapa kali berusaha mengikuti ritme dan jalur balap Veda Ega Pratama. Namun karakter motor yang berbeda membuat strategi tersebut tidak berjalan sesuai rencana.

Insiden tersebut menjadi perhatian karena terjadi di tengah rivalitas yang mulai berkembang antara kedua pembalap muda Asia tersebut sepanjang musim 2026.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2026 Masih Dikaji, Ini Syarat yang Dipertimbangkan Pemerintah

Honda Siapkan Pengembangan Mesin Baru

Selain insiden yang melibatkan rivalnya, perhatian utama di Mugello juga tertuju pada paket teknis baru yang dibawa Honda Team Asia.

Tim teknis Honda disebut menghadirkan pembaruan pada sektor pemetaan mesin atau engine mapping. Pengaturan terbaru tersebut dirancang untuk meningkatkan torsi pada putaran bawah hingga menengah, terutama saat motor keluar dari tikungan lambat.

Karakteristik Mugello yang memiliki lintasan lurus panjang membuat peningkatan akselerasi menjadi kebutuhan penting bagi setiap tim. Honda berharap pembaruan tersebut mampu mengurangi kesenjangan performa dengan motor-motor KTM yang selama ini dikenal unggul dalam kecepatan.

Data internal tim disebut menunjukkan adanya peningkatan respons tenaga yang lebih baik dibandingkan seri-seri sebelumnya. Hal itu membuat optimisme Honda meningkat menjelang balapan utama.

Baca Juga: Gaji Pensiunan Agustus 2026: 5 Golongan Ini Disebut Terima Nominal Terbesar

Suspensi Baru Jadi Senjata Rahasia

Tidak hanya mesin, Honda juga dikabarkan melakukan pengembangan pada sektor suspensi motor Veda Ega Pratama.

Sistem suspensi terbaru dirancang agar mampu meredam guncangan lebih efektif saat melintasi permukaan aspal Mugello yang terkenal bergelombang. Teknologi tersebut memungkinkan motor tetap stabil ketika dipacu dalam kecepatan tinggi.

Peningkatan stabilitas menjadi faktor penting karena Mugello memiliki kombinasi tikungan cepat dan perubahan elevasi yang menuntut keseimbangan motor secara maksimal.

Dengan setelan baru tersebut, Veda disebut mampu melakukan pengereman lebih agresif tanpa kehilangan traksi. Kemampuan ini menjadi salah satu keunggulan yang berpotensi membantu pembalap Indonesia itu saat menghadapi duel ketat di lintasan.

Baca Juga: APBN 2027 Dibuka Prabowo: Ekonomi Ditarget Tumbuh 6,5 Persen, Ini Prioritas Besarnya

Konsistensi Veda Jadi Ancaman Rival

Salah satu kekuatan terbesar Veda musim ini adalah konsistensi. Pembalap berusia muda itu mampu menjaga ritme balap dalam berbagai kondisi lintasan dan tetap kompetitif hingga lap-lap akhir.

Sejumlah pengamat menilai kombinasi keberanian, ketenangan, dan kemampuan membaca situasi balapan membuat Veda semakin matang sebagai pembalap Moto3. Faktor tersebut pula yang membuat banyak rival mulai memberikan perhatian khusus terhadap performanya.

Di tengah tekanan besar kompetisi Eropa, Veda justru menunjukkan sikap tenang dan fokus terhadap instruksi tim. Pendekatan tersebut dinilai menjadi modal penting dalam menghadapi persaingan panjang musim 2026.

Menjelang race utama Moto3 Italia, optimisme terhadap peluang Veda Ega Pratama terus meningkat. Jika pengembangan teknis Honda bekerja sesuai harapan dan performanya tetap konsisten, bukan tidak mungkin pembalap Indonesia itu kembali menjadi penantang serius dalam perebutan podium di Mugello.

Editor : Bachtiar Tatag P
Veda Ega Pratama Honda Team Asia Hakim Danish Moto3 Italia 2026 Mugello