Veda Ega Pratama Bikin Rival Cemas, Modal Game Balap Jadi Senjata Rahasia di Moto3 Amerika 2026

Bachtiar Tatag P • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 14:55 WIB
Veda Ega Pratama siap hadapi Moto3 Amerika 2026. Modal game balap, motor Honda lebih garang, dan peluang naik podium kembali terbuka.
Veda Ega Pratama siap hadapi Moto3 Amerika 2026. Modal game balap, motor Honda lebih garang, dan peluang naik podium kembali terbuka.

 

JAKARTA
– Nama Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan menjelang Moto3 Amerika 2026 di Circuit of The Americas (COTA), Austin, Texas. Setelah sukses meraih podium pada seri sebelumnya di Brasil, pembalap muda Indonesia itu kini menghadapi tantangan baru di salah satu lintasan paling teknis dalam kalender MotoGP.

Performa impresif Veda Ega Pratama membuat statusnya berubah drastis di paddock Moto3. Jika sebelumnya hanya dianggap rookie yang sedang belajar, kini pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu mulai dipandang sebagai ancaman serius oleh para rivalnya.

Kepercayaan diri terhadap peluang Veda Ega Pratama semakin meningkat setelah Honda Team Asia dikabarkan membawa sejumlah pembaruan teknis pada motor Honda NSF250R yang akan digunakan pada seri Amerika Serikat.

Baca Juga: Kenaikan Gaji PNS 2026 Masuk Perpres, Benarkah Segera Cair? Ini Penjelasan Pemerintah

Veda Hadapi Tantangan Berat di Austin

Circuit of The Americas dikenal sebagai salah satu sirkuit paling sulit bagi pembalap muda. Lintasan sepanjang 5,5 kilometer itu memiliki 20 tikungan dengan karakter berbeda, mulai dari pengereman keras hingga sektor cepat yang membutuhkan presisi tinggi.

Tantangan semakin besar karena Veda belum memiliki pengalaman balapan di sirkuit tersebut. Berbeda dengan sejumlah rivalnya yang telah lama berkompetisi di lintasan Eropa dan Amerika, Veda harus memulai proses adaptasi dari nol.

Selain faktor teknis, kondisi lintasan yang bergelombang dan perubahan elevasi ekstrem juga menjadi tantangan tersendiri. Honda Team Asia bahkan disebut bekerja ekstra keras untuk menemukan setelan motor yang tepat agar mampu bersaing di Austin.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2026 Masih Dikaji, Ini Syarat yang Dipertimbangkan Pemerintah

Belajar dari Game Balap dan Video YouTube

Menariknya, Veda mengungkapkan metode persiapan yang cukup unik menjelang balapan. Pembalap berusia 17 tahun itu mengaku banyak mempelajari karakter lintasan melalui game balap dan video onboard yang tersedia di internet.

Cara tersebut digunakan untuk membangun memori visual mengenai titik pengereman, racing line, hingga karakter setiap tikungan di Circuit of The Americas.

Metode ini dinilai menjadi bagian dari pendekatan modern yang mulai banyak digunakan pembalap muda. Dengan simulasi virtual, Veda dapat memahami gambaran lintasan sebelum benar-benar mengaspal di trek sesungguhnya.

Meski demikian, sejumlah pengamat menilai pengalaman virtual tetap tidak sepenuhnya mampu menggantikan tantangan nyata saat mengendarai motor Moto3 dengan kecepatan lebih dari 200 kilometer per jam.

Honda Siapkan Motor Lebih Garang

Di tengah persiapan menghadapi Moto3 Amerika 2026, manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, mengungkapkan adanya peningkatan performa pada motor yang digunakan Veda.

Baca Juga: Gaji Pensiunan Agustus 2026: 5 Golongan Ini Disebut Terima Nominal Terbesar

Fokus pengembangan dilakukan pada sektor tenaga mesin dan respons gas. Honda disebut menghadirkan karakter motor yang lebih agresif untuk membantu Veda bersaing dengan para pembalap terdepan.

Menurut laporan tim, Veda mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan tersebut. Hal ini menjadi sinyal positif karena tidak semua pembalap muda bisa langsung nyaman dengan modifikasi teknis yang cukup signifikan.

Kepercayaan Honda terhadap Veda juga terlihat semakin besar. Tim tidak lagi sekadar menyediakan paket standar, melainkan mulai menyesuaikan motor berdasarkan gaya balap sang pembalap Indonesia.

Baca Juga: Kenaikan Gaji ASN 2027 Masuk RAPBN? Ini Fakta Terbaru dari Pemerintah

Persaingan Klasemen Semakin Memanas

Jelang seri Amerika, persaingan klasemen Moto3 2026 semakin ketat. Maximo Quiles masih memimpin klasemen sementara dengan 45 poin.

Di belakangnya terdapat Marco Morelli dengan 28 poin, sedangkan Veda Ega Pratama menempel ketat di posisi ketiga dengan 27 poin. Selisih satu poin saja membuat peluang Veda untuk naik ke posisi runner-up klasemen terbuka lebar.

Capaian tersebut tergolong luar biasa mengingat Veda baru menjalani musim debutnya di ajang Moto3. Konsistensi hasil sejak awal musim membuat namanya mulai diperhitungkan sebagai salah satu kandidat penantang gelar.

Jadi Target Baru Para Rival

Kesuksesan yang diraih Veda membawa konsekuensi besar. Kini setiap gerakannya mulai diamati oleh tim-tim rival. Data telemetri, gaya balap, hingga cara adaptasinya menjadi bahan analisis para pesaing.

Di media sosial, dukungan publik Indonesia juga terus mengalir deras. Namun di balik dukungan tersebut, terdapat ekspektasi tinggi yang harus dipikul oleh pembalap muda itu.

Meski demikian, Veda dikenal sebagai sosok yang mampu menjaga fokus di tengah tekanan. Kemampuan tetap tenang dalam situasi sulit menjadi salah satu kelebihan yang paling sering dipuji oleh timnya.

Baca Juga: Rapelan Gaji Pensiunan PNS Agustus 2026 Belum Cair, Surat Edaran Tanggal Pembayaran Belum Terbit

Dengan modal podium di Brasil, peningkatan performa motor Honda, serta posisi kompetitif di klasemen sementara, Veda Ega Pratama berpeluang kembali menciptakan kejutan pada Moto3 Amerika 2026. Kini perhatian publik tertuju ke Austin untuk melihat apakah talenta muda Indonesia itu mampu melanjutkan tren positifnya dan kembali naik podium.

Editor : Bachtiar Tatag P
Veda Ega Pratama Honda Team Asia Hiroshi Aoyama Moto3 Amerika 2026 Circuit of The Americas