JAKARTA - Veda Ega Pratama kembali menjadi sorotan setelah pembalap muda Indonesia itu memulai balapan dari posisi ke-12. Start dari grid yang kurang ideal bukan hal baru bagi Veda yang dikenal mampu memperbaiki posisi secara signifikan saat balapan berlangsung.
Catatan sebelumnya menunjukkan Veda beberapa kali mampu bangkit dari posisi belakang. Ia pernah bergerak dari posisi ke-17 menuju keenam dan dari posisi ke-21 menembus delapan besar di Barcelona.
Kini, pembalap berusia 17 tahun tersebut kembali menghadapi tantangan dari posisi ke-12. Meski demikian, statistik musim ini menunjukkan Veda cukup konsisten berada di kelompok teratas.
Veda Konsisten Masuk 10 Besar
Veda tercatat mampu finis di posisi 10 besar dalam lima dari enam balapan. Bahkan, tiga di antaranya berakhir dengan posisi yang lebih baik, yakni berada di enam besar.
Baca Juga: Bikin Ngakak Satu Kampung! Ini Deretan Lomba 17 Agustusan Paling Kocak
Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Veda menghadapi balapan. Apalagi, karakter Veda dikenal sebagai pembalap yang mampu tampil lebih kuat ketika balapan sudah berlangsung.
Start dari posisi ke-12 membuat Veda harus bekerja lebih keras sejak lap awal. Ia memiliki sejumlah pembalap di depannya yang harus dilewati untuk bisa mendekati posisi podium.
Namun, kemampuan melakukan overtaking menjadi salah satu kekuatan yang dapat dimanfaatkan Veda. Pengalaman bangkit dari posisi start yang kurang menguntungkan sudah beberapa kali diperlihatkannya.
Veda juga terus melakukan evaluasi terhadap performa motor. Ia mengatakan mencoba melakukan perubahan secara bertahap terhadap pengaturan motor untuk mendapatkan performa terbaik.
“I try to step by step and try to change little bit with the setting in the bike,” ujar Veda dalam wawancara.
Tetap Bersama Honda
Di tengah performanya yang terus meningkat, masa depan Veda bersama Honda juga menjadi perhatian. Veda disebut tetap merasa senang dengan kerja sama tersebut.
Keputusan bertahan bersama Honda menjadi penting karena sebelumnya muncul banyak pembicaraan dari publik mengenai kemungkinan Veda pindah ke KTM.
Namun, keputusan tersebut tidak sesederhana memilih tim yang dianggap memiliki motor cepat. Ada sejumlah pertimbangan yang membuat Honda tetap menjadi pilihan Veda.
Honda disebut memiliki jumlah pembalap yang lebih sedikit dibandingkan KTM. Kondisi tersebut dinilai dapat memberikan ruang lebih besar bagi pembalap untuk mendapatkan perhatian dan dukungan dari tim.
Selain itu, Veda sudah lama menggunakan Honda. Ia telah mengenal motor dan lingkungan tim sejak awal perjalanan kariernya.
Karena itu, perpindahan ke tim lain tentu membutuhkan penyesuaian. Veda menilai tidak ada alasan mendesak untuk meninggalkan Honda ketika kerja sama yang sudah terjalin masih berjalan dengan baik.
Karakter Trek Jadi Pertimbangan
Performa motor juga menjadi pertimbangan Veda dalam memilih Honda. Menurut penjelasan yang disampaikan, karakter trek tertentu membuat Honda memiliki keunggulan.
Baca Juga: Gelombang Tinggi Kebumen 4 Meter Mengamuk, Kios Pantai Setrojenar dan Suwuk Rusak
Pada sirkuit yang tidak memiliki lintasan lurus panjang dan lebih banyak menghadirkan tikungan, karakter motor Honda dinilai dapat memberikan keuntungan.
Kondisi tersebut berbeda dengan trek yang membutuhkan kecepatan tinggi di lintasan lurus. Pada karakter sirkuit tertentu, KTM memang dapat terlihat lebih unggul.
Namun, Veda dan tim memiliki pertimbangan tersendiri berdasarkan karakter trek yang dihadapi. Pengalaman menggunakan Honda sejak awal juga menjadi faktor penting dalam keputusan tersebut.
Dukungan dari sponsor Indonesia terhadap Honda turut menjadi alasan lain yang diperhitungkan. Kerja sama tersebut membuat Veda merasa nyaman melanjutkan perjalanan bersama Honda.
Sudah Cetak Sejarah untuk Indonesia
Performa Veda semakin mendapat perhatian setelah mencatat sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium di kejuaraan dunia MotoGP.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian penting bagi dunia balap Indonesia. Keberhasilan Veda menembus podium juga membuat ekspektasi terhadap penampilannya pada balapan berikutnya semakin tinggi.
Kini, target berikutnya adalah kemenangan. Ketika ditanya mengenai peluang meraih kemenangan, Veda memberikan jawaban optimistis.
Ia berharap dapat kembali memberikan hasil terbaik dalam balapan. Start dari posisi ke-12 tidak membuat target tersebut otomatis tertutup.
Dengan pengalaman membalikkan posisi start, konsistensi masuk 10 besar, serta catatan podium sebelumnya, Veda memiliki modal untuk kembali bersaing di barisan depan.
Perjalanan balapan akan menjadi ujian berikutnya bagi pembalap 17 tahun tersebut. Jika mampu melakukan start dengan baik dan menjaga ritme, peluang memperbaiki posisi tetap terbuka.
Bagi Indonesia, kiprah Veda menjadi salah satu perkembangan menarik dalam dunia balap motor internasional. Setelah berhasil mencetak sejarah lewat podium, publik kini menunggu apakah Veda mampu melangkah lebih jauh dan meraih kemenangan pertamanya.
Editor : Maylanni Diana Fitri