Bukan dari Barisan Depan, Veda Ega Pratama Siap Buru Podium dari Start ke-12

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 20:20 WIB
Veda Ega Pratama memulai balapan dari posisi ke-12. Rekam jejaknya menunjukkan peluang mengejar podium tetap terbuka meski start bukan dari barisan depan.(pinterest)
Veda Ega Pratama memulai balapan dari posisi ke-12. Rekam jejaknya menunjukkan peluang mengejar podium tetap terbuka meski start bukan dari barisan depan.(pinterest)

JAKARTA - Veda Ega Pratama kembali menghadapi tantangan berat setelah harus memulai balapan dari posisi ke-12. Namun, posisi tersebut bukan alasan untuk meremehkan peluang pembalap muda Indonesia itu bersaing di barisan depan.

Veda Ega Pratama memiliki rekam jejak cukup kuat dalam memperbaiki posisi saat balapan. Pembalap berusia 17 tahun itu beberapa kali mampu menembus posisi atas meski mengawali balapan dari grid yang kurang menguntungkan.

Dalam sejumlah balapan sebelumnya, Veda pernah bergerak dari posisi ke-17 ke posisi keenam. Ia juga mampu merangsek dari posisi ke-21 hingga masuk delapan besar ketika tampil di Barcelona.

Catatan tersebut menjadi modal penting menghadapi balapan kali ini. Terlebih, Veda dikenal sebagai pembalap yang mampu menunjukkan kemampuan balapnya ketika sudah berada di lintasan.

Lima Kali Masuk 10 Besar

Performa Veda sepanjang musim juga cukup menjanjikan. Ia tercatat masuk 10 besar dalam lima dari enam balapan yang dijalaninya.

Baca Juga: Narkoba Bisa Picu Gangguan Mental, Ini Dampaknya pada Otak dan Perilaku

Tiga dari lima hasil tersebut bahkan berakhir di posisi enam besar. Konsistensi itu menunjukkan Veda memiliki kecepatan dan kemampuan untuk bersaing dengan pembalap lain.

Start dari posisi ke-12 memang membuat tugas Veda menjadi lebih berat. Ia harus melewati sejumlah pembalap sebelum bisa mendekati kelompok terdepan.

Namun, pengalaman melakukan recovery race menjadi keuntungan tersendiri. Veda sudah beberapa kali menunjukkan kemampuan mengejar posisi setelah memulai balapan dari grid belakang.

Pengaturan motor juga menjadi bagian penting dalam persiapannya. Veda mengungkapkan dirinya mencoba melakukan perubahan secara bertahap terhadap setting motor agar mendapatkan performa yang lebih sesuai.

Ia memilih melakukan evaluasi sedikit demi sedikit dan tidak terburu-buru mengubah banyak hal sekaligus.

Veda Tetap Percaya pada Honda

Selain persiapan balapan, pilihan Veda untuk tetap bersama Honda juga menjadi pembahasan. Sebelumnya, muncul anggapan bahwa Veda akan lebih baik jika mendapatkan motor KTM.

Baca Juga: Gelombang Tinggi Kebumen 4 Meter Terjang Pantai Setrojenar, Sejumlah Kios Rusak

Namun, Veda tidak melihat persoalan tersebut secara sederhana. Menurutnya, Honda juga memiliki kelebihan yang membuatnya tetap nyaman.

Salah satu pertimbangannya adalah hubungan yang sudah terjalin sejak awal. Veda sudah menggunakan Honda sejak perjalanan kariernya dan telah mengenal karakter motor serta lingkungan tim.

Selain itu, jumlah pembalap di Honda disebut lebih sedikit dibandingkan KTM. Kondisi tersebut dinilai dapat membuat pembalap mendapatkan perhatian yang lebih besar dari tim.

Veda juga menilai performa motor harus dilihat berdasarkan karakter sirkuit. Tidak semua trek memberikan keuntungan yang sama untuk setiap motor.

Pada trek dengan lintasan lurus yang tidak terlalu panjang dan memiliki banyak tikungan, Honda dinilai mampu memberikan performa yang kompetitif.

Sementara itu, KTM dapat terlihat lebih unggul pada trek tertentu yang membutuhkan kecepatan di lintasan lurus.

Dukungan Honda Jadi Pertimbangan

Dukungan Honda terhadap Veda juga menjadi faktor penting. Setelah menunjukkan prestasi, Veda diyakini akan mendapatkan dukungan lebih besar dari tim.

Apalagi, Veda sudah menunjukkan hasil yang membuat namanya semakin dikenal di kejuaraan dunia.

Ia sebelumnya mencetak sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang berhasil meraih podium di ajang MotoGP World Championship.

Prestasi tersebut menjadi tonggak penting bagi Indonesia. Veda kini tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga menjadi salah satu pembalap yang mendapatkan perhatian besar dari pencinta balap motor Tanah Air.

Target Berikutnya Adalah Kemenangan

Setelah berhasil mencetak podium, pertanyaan berikutnya tentu mengarah pada peluang meraih kemenangan.

Veda menjawab dengan optimistis ketika ditanya mengenai kemungkinan tersebut. Ia berharap dapat kembali memberikan hasil terbaik dalam balapan.

Start dari posisi ke-12 membuat perjuangannya tidak mudah. Namun, sejarah menunjukkan Veda bukan pembalap yang mudah menyerah ketika berada jauh dari posisi terdepan.

Kemampuan melakukan overtaking, konsistensi masuk 10 besar, serta pengalaman mengejar posisi menjadi modal yang dapat dimanfaatkan.

Jika mampu menjaga ritme sejak lap awal dan menemukan setting motor yang tepat, Veda berpeluang kembali merangsek ke posisi depan.

Publik Indonesia kini menantikan kiprahnya. Setelah mencetak sejarah lewat podium pertama bagi Indonesia, kemenangan menjadi pencapaian berikutnya yang ingin dikejar Veda.

Balapan dari posisi ke-12 pun menjadi kesempatan bagi pembalap muda tersebut untuk kembali membuktikan bahwa posisi start bukan penentu akhir sebuah perlombaan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Veda Ega Pratama pembalap Indonesia podium MotoGP honda motogp