JAKARTA - Feda Ega Pratama disebut tampil impresif dengan menempati posisi kedua atau P2 pada sesi Free Practice 1 (FP1) Moto3 Aragon. Namun, berbagai klaim mengejutkan yang mengiringi hasil tersebut, termasuk komentar Casey Stoner, Hakim Danish, hingga ketertarikan bos Aspar Team, ternyata dinyatakan sebagai karangan belaka dan hoaks dalam video sumber.
Dalam transkrip, Feda Ega Pratama disebut mencatat waktu 1 menit 46,104 detik pada FP1 Grand Prix Aragon. Catatan tersebut membuat pembalap muda asal Gunung Kidul itu berada di posisi kedua, hanya terpaut 0,116 detik dari pembalap tercepat.
Performa tersebut kemudian dibumbui narasi mengenai pujian dari legenda MotoGP asal Australia, Casey Stoner. Disebutkan bahwa Stoner memberikan apresiasi terhadap kemampuan Feda mengendalikan bagian belakang motor dan menjaga kecepatan di tikungan.
Baca Juga: Potensi Zakat ASN Tulungagung Rp 15 Miliar, Baznas Soroti Kepatuhan yang Baru 30 Persen
Narasi itu bahkan menyertakan kutipan yang seolah-olah berasal dari Stoner. Ia disebut menilai kemampuan Feda dalam mengendalikan motor sebagai tanda adanya bakat alamiah dan menyebut pembalap Indonesia tersebut memiliki potensi besar menjadi ancaman di masa depan.
Namun, bagian penting dari video justru muncul menjelang akhir. Setelah menyampaikan rangkaian cerita mengenai performa Feda, rivalitas dengan Hakim Danish, serta isu ketertarikan Aspar Team, narator mengakui bahwa informasi tersebut tidak benar.
“Berita di atas adalah karangan belaka dan hoaks,” demikian penegasan dalam transkrip video.
Narasi soal Hakim Danish
Baca Juga: Dua Armada Bus Sekolah Mulai Tua, Dishub Tulungagung Ajukan Pengadaan Bus Baru
Sebelum pengakuan tersebut, video juga membangun cerita mengenai rivalitas Feda Ega Pratama dengan pembalap Malaysia, Hakim Danish.
Danish disebut hanya mampu menempati posisi ke-10 pada FP1 Aragon. Narasi kemudian mengklaim bahwa pembalap tersebut mempertanyakan catatan waktu Feda karena dinilai mendapatkan keuntungan dari drafting atau towing.
Danish juga digambarkan menyebut catatan waktu Feda sebagai hasil keberuntungan. Bahkan, video menarasikan adanya tantangan terbuka menjelang FP2.
Akan tetapi, tidak ada dasar dalam transkrip yang kemudian menunjukkan bahwa pernyataan tersebut benar-benar berasal dari wawancara resmi Hakim Danish. Seluruh bagian tersebut pada akhirnya masuk dalam rangkaian informasi yang dinyatakan sebagai hoaks oleh pembuat video.
Klaim ketertarikan Aspar Team
Bagian lain yang tidak kalah mencolok adalah klaim mengenai Jorge Martinez, bos Aspar Team. Video menyebut Martinez menganggap Feda sebagai kandidat ideal untuk mengisi kursi tim pada musim berikutnya.
Feda bahkan diklaim sudah lama dipantau Aspar Team sejak tampil di Asia Talent Cup dan Red Bull Rookies Cup. Narasi tersebut kemudian mengaitkan Feda dengan kemungkinan menggantikan pembalap lain yang disebut akan naik kelas ke Moto2.
Baca Juga: Puncak Perjalanan MAXI TOUR BOEMI NUSANTARA, Rayakan Kemerdekaan di Tana Para Raja
Klaim itu diperkuat dengan kutipan yang disebut berasal dari Jorge Martinez. Namun, sekali lagi, video kemudian menarik kembali seluruh narasi tersebut dengan menyatakan bahwa berita yang disampaikan merupakan karangan.
Penegasan tersebut penting karena sejumlah bagian sebelumnya disampaikan dengan gaya seolah-olah merupakan laporan langsung dari paddock Moto3. Ada penyebutan nama tokoh, tim, catatan waktu, hingga kutipan yang membuat informasi terdengar meyakinkan.
Pada akhirnya, video tersebut justru menggunakan kasus ini sebagai edukasi bagi penonton. Pesan yang disampaikan adalah agar publik lebih jeli dalam memilih dan mempercayai informasi mengenai pembalap Indonesia di ajang balap internasional.
Dengan demikian, klaim mengenai pujian Casey Stoner, sindiran Hakim Danish, serta ketertarikan Jorge Martinez terhadap Feda Ega Pratama tidak dapat diperlakukan sebagai fakta berdasarkan transkrip tersebut. Video sendiri telah mengakui bahwa rangkaian cerita itu merupakan hoaks.
Editor : Bachtiar Tatag P