Veda Ega Pratama Moto3 Aragon 2026 Bidik Podium, Rival Hakim Danish Mengintai

Bachtiar Tatag P • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30 WIB
Veda Ega Pratama Moto3 Aragon 2026 membidik podium setelah tampil konsisten. Rivalnya, Hakim Danish, juga mengincar kebangkitan.
Veda Ega Pratama Moto3 Aragon 2026 membidik podium setelah tampil konsisten. Rivalnya, Hakim Danish, juga mengincar kebangkitan.

 
JAKARTA
- Veda Ega Pratama membawa ambisi besar menghadapi Moto3 Aragon 2026. Pembalap Indonesia yang memperkuat Honda Team Asia tersebut membidik podium setelah menunjukkan perkembangan performa sepanjang musim debutnya.

Veda datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil konsisten pada seri sebelumnya. Pengalaman menghadapi persaingan ketat Moto3 membuat pembalap muda Indonesia itu semakin matang dalam membaca situasi balapan dan mengelola tekanan di lintasan.

Pada seri Inggris di Silverstone, Veda harus memulai balapan dari posisi ke-16.Meski mengawali lomba dari barisan belakang, ia mampu memperbaiki posisi secara bertahap hingga akhirnya menyelesaikan balapan di posisi kesembilan.

Baca Juga: Potensi Zakat ASN Tulungagung Rp 15 Miliar, Baznas Soroti Kepatuhan yang Baru 30 Persen

Hasil tersebut menjadi modal penting menuju Aragon. Veda memiliki pengalaman menghadapi kondisi ketika posisi start tidak sesuai harapan, sekaligus belajar membaca situasi di tengah rombongan pembalap yang sangat rapat.

Aragon Jadi Tantangan Baru

MotorLand Aragon memiliki karakter berbeda. Lintasan tersebut menghadirkan sejumlah tikungan teknis yang membutuhkan pengereman presisi serta akselerasi kuat. Konsentrasi juga menjadi faktor penting karena perubahan posisi dalam balapan Moto3 dapat berlangsung sangat cepat.

Baca Juga: Stok Beras Tulungagung Aman hingga 20 Bulan, Serapan Bulog Tembus 65 Ribu Ton

Karakter sirkuit itu dinilai bisa menjadi peluang bagi Veda. Jika mampu mendapatkan setelan motor yang tepat sejak sesi latihan, pembalap Honda Team Asia tersebut berpotensi tampil lebih agresif.

Targetnya pun jelas, yakni podium. Veda ingin mengubah konsistensi yang selama ini menjadi kekuatannya menjadi hasil yang lebih besar. Ia sudah menunjukkan kemampuan mengamankan poin ketika menghadapi situasi sulit.

Posisi start yang lebih baik akan menjadi salah satu kunci. Dengan memulai balapan dari barisan depan, Veda tidak perlu menghabiskan banyak lap untuk mengejar kelompok terdepan.

Namun, Veda tetap harus berhati-hati. Persaingan Moto3 sangat ketat dan selisih waktu antarpembalap bisa sangat tipis. Kesalahan ketika melakukan pengereman atau terlalu agresif saat menyalip dapat membuat seorang pembalap kehilangan banyak posisi.

Pengalaman dari Silverstone menjadi pelajaran penting. Veda perlu memilih waktu yang tepat untuk melakukan manuver. Tidak setiap tikungan harus digunakan sebagai tempat menyalip karena menjaga posisi dan kondisi ban juga penting untuk menghadapi lap-lap terakhir.

Jika mampu bertahan di kelompok depan hingga fase akhir, Veda bisa memaksimalkan kecepatannya ketika balapan memasuki momen penentuan. Ketenangan menjadi salah satu faktor yang akan diuji.

Baca Juga: Dua Armada Bus Sekolah Mulai Tua, Dishub Tulungagung Ajukan Pengadaan Bus Baru

Rivalitas dengan Hakim Danish

Perhatian juga tertuju kepada Hakim Danish. Pembalap Malaysia tersebut menjadi salah satu rival Veda dalam persaingan pembalap muda Asia Tenggara di kejuaraan dunia Moto3.

Dalam beberapa seri terakhir, perjalanan Hakim tidak berjalan mulus. Ia sempat kehilangan kesempatan mendapatkan hasil maksimal akibat kesalahan kecil dan insiden di lintasan. Karena itu, Aragon menjadi kesempatan baginya untuk bangkit.

Baca Juga: Kurang Konsentrasi Jadi Pemicu, Pengendara Motor Masuk Jalur Lawan

Situasi tersebut membuat persaingan keduanya semakin menarik. Veda ingin melanjutkan momentum positif, sedangkan Hakim membutuhkan hasil besar untuk mengembalikan kepercayaan dirinya.

Veda sendiri perlahan membangun posisinya di klasemen melalui konsistensi. Ia tidak selalu meraih hasil spektakuler, tetapi mampu menjaga perolehan poin dari satu seri ke seri berikutnya.

Tambahan poin dari Aragon akan menjadi penting bagi perjuangannya. Finis lima besar dapat memperbesar koleksi poin, sementara podium akan memberikan dampak lebih besar terhadap klasemen dan kepercayaan diri.

Baca Juga: Blang Padang Banda Aceh Masih Dikaji, Bima Arya Sebut Keputusan Terbaik Belum Ditetapkan

Bahkan kemenangan tetap terbuka apabila seluruh faktor berjalan sempurna. Namun, Veda tidak boleh terburu-buru. Strategi, kecepatan motor, posisi start, pengelolaan ban, serta ketenangan dalam pertarungan akan menentukan hasil akhirnya.

 

Dengan performa yang terus berkembang, Veda memiliki kesempatan mengubah konsistensi menjadi podium di Moto3 Aragon 2026. Sementara itu, Hakim Danish akan berusaha memutus rangkaian hasil kurang beruntung dan kembali menjadi penantang serius.

Editor : Bachtiar Tatag P
Veda Ega Pratama Honda Team Asia Hakim Danish Moto3 Moto3 Aragon 2026