Cesc Fabregas Sulap Pemain Terbuang Como Jadi Bintang, Harga Mereka Melambung

Maylanni Diana Fitri • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 19:56 WIB
Cesc Fabregas sukses mengembangkan sejumlah pemain Como yang sebelumnya kesulitan di klub lama. Performa dan nilai pasar mereka ikut melonjak.(pinterest)
Cesc Fabregas sukses mengembangkan sejumlah pemain Como yang sebelumnya kesulitan di klub lama. Performa dan nilai pasar mereka ikut melonjak.(pinterest)

JAKARTA - Cesc Fabregas menunjukkan kemampuannya dalam mengembangkan pemain di Como. Sejumlah pemain yang sebelumnya kesulitan mendapatkan tempat di klub lama justru berubah menjadi sosok penting setelah ditangani pelatih asal Spanyol tersebut.

Bukan hanya performa yang meningkat. Nilai pasar beberapa pemain Como juga ikut melonjak. Fabregas memberikan peran yang lebih spesifik, kebebasan bergerak, hingga kepercayaan diri kepada para pemainnya.

Setidaknya ada enam pemain yang disebut mengalami perkembangan signifikan setelah bergabung dengan Como. Mereka adalah Nico Paz, Lucas Da Cunha, Maximo Perrone, Jesus Rodriguez, Jean Butez, dan Anastasios Douvikas.

Nico Paz Jadi Motor Serangan

Nico Paz merupakan produk Real Madrid yang bergabung dengan Como dua tahun lalu. Real Madrid melepasnya dengan harga 6 juta euro karena sang pemain membutuhkan menit bermain.

Baca Juga: New L300 Euro 4 XL Long Punya Bak Lebih Panjang, Volume Capai 1,47 Kubik

Di bawah Fabregas, Paz mendapat peran sebagai playmaker dengan posisi yang lebih fleksibel. Ia bisa bermain sebagai nomor 8 maupun nomor 10.

Fabregas memberikan kebebasan kepada Paz untuk bergerak. Ia dapat turun menjemput bola atau maju membantu serangan.

Peran tersebut membuat Paz menjadi salah satu pemain paling produktif di Como. Hingga giornata ke-28, ia mencetak sembilan gol dan enam assist.

Nilai pasarnya pun melonjak. Mengutip Transfermarkt, harga Paz kini berada di angka 65 juta euro.

Lucas Da Cunha juga mengalami perkembangan setelah bergabung dengan Como pada 2023. Sebelumnya, pemain asal Prancis itu lebih banyak menjalani masa peminjaman.

Fabregas mengubah perannya. Da Cunha yang memiliki karakter sebagai pemain sayap ditempatkan sebagai gelandang bertahan dalam formasi 4-2-3-1.

Namun, ia tetap diberi ruang untuk membantu serangan melalui sisi kiri. Pada musim 2023-2024, Da Cunha mencetak tujuh gol dan enam assist.

Musim ini kontribusinya tidak hanya diukur dari gol dan assist. Ia disebut berperan dalam distribusi umpan, penciptaan peluang, hingga kontrol permainan.

Nilai pasarnya kini mencapai 15 juta euro.

Maximo Perrone hingga Jesus Rodriguez

Maximo Perrone datang ke Como dengan status pinjaman dari Manchester City. Sebelumnya, pemain asal Argentina tersebut juga sempat dipinjamkan ke Las Palmas.

Baca Juga: Mitsubishi L300 2026 Makin Modern, Fitur Keselamatan Kini Lebih Lengkap

Fabregas menjadikannya pengontrol permainan di lini tengah. Perrone memiliki kemampuan scanning dan umpan vertikal yang dinilai cocok dengan kebutuhan Como.

Ia juga mendapat instruksi untuk meningkatkan postur tubuh agar lebih kuat ketika bermain di ruang sempit dan melakukan pergerakan diagonal.

Perkembangannya membuat Como kemudian mempermanenkan Perrone. Musim ini, ia telah menciptakan 26 peluang dengan persentase umpan sukses 91,2 persen.

Nilai pasarnya kini mencapai 25 juta euro.

Sementara itu, Jesus Rodriguez merupakan pemain termahal yang pernah dibeli Como. Klub tersebut mengeluarkan hingga 27 juta euro termasuk bonus untuk membawanya dari Real Betis.

Sebelumnya, statistik Rodriguez di Real Betis belum terlalu meyakinkan. Ia hanya bermain 21 pertandingan La Liga dan mencetak dua gol tanpa assist.

Namun, Fabregas mampu memaksimalkan potensinya. Rodriguez diberikan kebebasan untuk menggiring bola, menusuk, dan menciptakan peluang.

Dalam 24 giornata, pemain 20 tahun itu telah mencatatkan tujuh assist. Nilai pasarnya menurut Transfermarkt juga telah mencapai 30 juta euro.

Jean Butez dan Anastasios Douvikas

Jean Butez datang ke Como setelah mengalami periode sulit di Royal Antwerp. Ia bahkan sempat diturunkan ke tim B.

Fabregas kemudian menjadikannya pilihan utama karena membutuhkan kiper dengan kemampuan memainkan bola.

Butez berperan penting dalam fase build-up Como. Persentase umpan suksesnya meningkat dari 74,3 persen ketika bermain di Liga Belgia menjadi 82,1 persen bersama Como.

Ia juga mencatat persentase penyelamatan 77,7 persen dan mengoleksi 13 clean sheet.

Terakhir, ada Anastasios Douvikas. Striker asal Yunani itu sebelumnya dikenal sebagai pencetak gol produktif di kompetisi Spanyol.

Como membelinya pada pertengahan musim lalu dengan biaya sekitar 12 juta euro. Di bawah Fabregas, Douvikas berkembang menjadi penyerang yang mampu membaca ruang dan memanfaatkan timing.

Hingga giornata ke-28, ia telah mencetak sembilan gol dan masuk jajaran lima besar pencetak gol terbanyak Serie A.

Meski demikian, berbeda dengan pemain lainnya, nilai pasar Douvikas disebut belum mengalami peningkatan signifikan.

Editor : Maylanni Diana Fitri
Transfermarkt Nico Paz cesc fabregas serie a como